SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
ANTISIPASI 3


__ADS_3

"Baru saja pada tidur Pi. Emang kenapa Pi?" Jawab Melani yang saat ini sedang menonton Tv diruang keluarga dalam rumahnya.


"Papi dalam perjalanan pulang ni. Mami ada pengen makanan dari luar ga?" Balas Haiden sembari bertanya, terdengar di Handphone Melani.


Melani tersenyum lalu berkata "Mami pengen Martabak Mesir Pi".


"Oh ya sudah. Biar Papi beli kalau gitu" Kata Haiden sebelum menutup pembicaraan dengan Melani melalui Handphone nya.


Usai menutup pembicaraan dengan Melani, Haiden langsung menghubungi salah seorang pengawalnya yang mengawal didepan. Dia meminta pengawal berhenti saat melihat pedagang Martabak Mesir.


Tak lama kemudian Mobil Pengawal Haiden yang mengawal di depan menghentikan laju mobilnya tepat di Ruko yang menjual Martabak Mesir. Haiden pun ikut menghentikan mobilnya tepat dibelakang mobil pengawalnya.


Mobil pengawal yang mengawal di depan juga menghentikan mobilnya tepat di belakang mobil Haiden. Salah seorang pengawal keluar dari mobil pengawal yang mengawal di depan, kemudian berjalan menuju mobil Haiden.


"Kamu beli Martabak Mesirnya dua puluh bungkus bungkus ya. Ini uangnya" Kata Haiden kepada pengawalnya yang berdiri didepan pintu mobilnya, sembari menyerahkan lima lembar uang seratus ribu rupiah.


"Siap tuan besar" Kata pengawalnya saat mengambil uang dari tangan Haiden.


Pengawal Haiden itu langsung berjalan ke ruko yang menjual Martabak Mesir tersebut dan memesan martabak dengan jumlah yang disebutkan Haiden kepadanya. Beberapa menit kemudian, pengawal Haiden yang ditugaska Haiden untuk membeli Martabak Mesir itu terlihat keluar dari ruko, langsung menuju mobilnya dengan dua puluh bungkus Martabak Mesir di tangannya.


Melihat Mobilnya sudah melaju, Haiden pun kembali melajuka mobilnya, di ikuti dengan mobil pengawalnya yang mengawal di belakang. Sekitar lima belas menit perjalanan, Haiden dan delapan orang pengawalnya tiba dirumahnya.


Setelah memasukkan mobilnya kedalam garasi rumahnya, Haiden meminta delapan bungkus Martabak Mesir dari pengawalnya tadi, untuk dibawanya masuk kedalam rumah. Sebelum masuk kedalam rumah Haiden berkata "Dua belas bungkus itu buat kalian" kepada pengawalnya.

__ADS_1


Dua belas bungkus memang sengaja di beli Haiden untuk delapan orang pengawal yang mengawalnya seharian, juga untuk dua orang pengawalnya yang menjaga rumahnya bersama dua orang Satpam. Sedangkan delapan bungkus Martabak Mesir yang akan dibawanya kedalam rumah itu untuknya sendiri, untuk Melani, untuk empat orang asisten rumah tangganya dan untuk dua orang Baby sitter anak-anaknya.


Di dalam rumah, seperti biasa Haiden langsung disambut dengan pelukan dan ciuman hangat dari Melani, setiap Haiden pulang kerumah. Setelah itu Haiden menyerahkan Martabak Mesir yang dibawanya kepada Melani untuk dibagikan kepada asisten rumah tangganya dan Baby Sitter anak-anaknya sebelum dia meninggalkan Melani diruang keluarga untuk mandi di kamar mandi yang ada didalam kamarnya.


Usai Mandi dan berpakaian, Haiden langsung keluar dari kamarnya untuk makan Martabak Mesir bersama Melani di ruang keluarga. Bila anak-anak mereka sudah tidur, Kemesraan Haiden dengan Melani persis seperti sewaktu mereka masih pacaran dulu.


"Enak Martabak nya Mi?" Tanya Haiden kepada Melani sembari meyantap Martabaknya.


"Enak dong. Apa lagi makannya bareng Papi" Jawab Melani sembari tersenyum manja".


Haiden tersenyum, perasaannya bahagia mendengar jawaban Melani lalu bertanya "Kalau ga makan sama Papi ga enak gitu?".


"Idih, Papi GR deh. Martabak nya memang enak kok" Jawab Melani sembari menjulurkan sedikit lidahnya, bercanda pada Haiden.


"Oh gitu" Balas Haiden berpura-pura cemberut mendengar jawaban istri yang sangat dicintainya itu.


Usai menghabiskan Martabak Mesir nya masing-masing, Haiden dan Melani masuk ke dalam kamar mereka. Di dalam kamar, saat Melani berjalan menuju tempat tidur, Haiden memeluk tubuh seksi Melani dari belakang.


Meski sudah memiliki dua orang anak, tubuh Melani tetap terlihat Seksi. Bisa dikatakan semakin bertambah usia, Melani bertambah mempesona.


Sembari memeluk mesra Melani dari belakang, Haiden mencumbui Leher Melani dengan hangat. Melani juga terlihat menikmati cumbuan suami tercintanya dengan ******* yang cukup merangsang Haiden.


Sembari tetap mencumbui Melani, Haiden melepaskan daster Melani dari tubuhnya. Setelah Melani tak berbusana lagi, Haiden juga melepas pakaiannya sendiri, sehingga terlihat tubuh atletis nya penuh dengan Tatto.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Haiden menjatuhkan tubuh Melani dengan lembut ke tempat tidur. Di tempat tidur, Melani berbalik mencumbui Haiden.


Lidah Melani terus bermain ditubuh Haiden yang penuh dengan Tatto itu. Birahi Haiden meningkat ketika lidah Melani menyapu leher dan telinganya.


Sudah saatnya bagi Haiden menancapkan pedang saktinya kedalam sarungnya yang berada diantara paha indah milik Melani, satu-satu wanita yang dicintainya saat ini. Gelora cinta Haiden dengan Melani tidak pernah berkurang sedikitpun hingga saat ini.


Lebih kurang tiga puluh menit pertarungan cinta antara Haiden dengan Melani berlangsung ditempat tidur super mewah itu. Pertarungan selesai, Haiden bersama Melani beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri masing-masing.


Usai membersihkan diri, Haiden dan Melani berpelukan di tempat tidur, dalam selimut tanpa busana hingga mereka berdua tertidur pulas. Kamar mewah dan megah itu menjadi senyap ketika Haiden dan Melani sudah terlelap.


Seperti biasa, pukul lima pagi Haiden sudah terbangun. Usai cuci muka dan memakai pakaian olah raga nya Haiden langsung keluar dari kamarnya untuk berolah raga di taman belakang rumahnya.


Haiden biasa memulai pemanasan dengan mengangkat Barbel sebelum melatih gerakan-gerakan ilmu bela dirinya agar semakin gmberisi. Baginya, Ilmu bela diri itu ibarat sebuah pisau yang akan tumpul bila tidak diasah.


itu sebabnya setiap hari Haiden tetap melatih jurus-jurusnya. Bahkan Haiden berhasil menciptakan sendiru jurus-jurus yang cukup mematikan.


Tanpa disadarinya, latihan yang terus dilakukan nya setiap hari membuat kekuatan tangan besinya menjalar keseluruh tubuhnya. Kini bukan hanya kedua tangannya saja yang seperti dilapisi besi.


Kini seluruh tubuh Haiden seperti dilapisi besi yang tidak mampu dilukai oleh senjata tajam ataupun senjata api. Tubuhnya hanya bisa dilukai oleh api.


Selertihalnya besi yang bisa meleleh bila dibakar dengan api, demikian pula dengan kulit Haiden yang akan terbakar bila terkena api. Namun saat ini Haiden belum mengetahui bahwa tubuhnya kebal terhadap senjata tajam, senjata api dan kebal terhadap pukulan benda tumpul.


Yang dia tahu saat ini hanya tangannya yang kuat seperti besi, tapi tidak dengan tubuhnya yang lain. Entah seperti apa kekuatan Haiden nantinya usai berguru dengan pak Narso.

__ADS_1


Usai bertemu dengan Presiden Purwanto dan Kapolri Sulistyo siang nanti, Rencananya malam harinya Haiden akan melanjutkan latihannya untuk menyerap ilmu yang akan diberikan pak Narso kepadanya.


Bagi Haiden, saat ini pak Narso adalah guru terbaiknya dalam mempelajari ilmu bela diri yang menggunakan tenaga dalam.


__ADS_2