SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
JEBAKAN HAIDEN


__ADS_3

Setelah Melani dan Wanti selesai dari kelasnya masing-masing, Haiden bersama Melani dan Wanti meninggalkan kampus tanpa Marwan dan Suherman. Sebab Marwan dan Suherman masih ada mata kuliah masing-masing.


Wanti membawa mobilnya sendiri, Haiden semobil dengan Melani melaju menuju rumah sakit Amir Hamzah. Seperti biasa Haiden selalu dikawal oleh para pengawalnya dengan mobil yang berbeda.


Meski berbeda mobil, tapi karena mobil yang dikendarai Wanti melaju berbarengan dengan mobil yang dikendarai Haiden, mobil yang dikendarai Wanti pun otomatis ikut terkawal.


Satu mobil pengawal Haiden ada dibelakang mobil Wanti, dan yang satu lagi ada di depan mobil Haiden. Mobil Wanti yang berada di belakang mobil Haiden cukup dekat jaraknya.


Sedangkan mobil pengawal yang ada dibelakang Wanti tidak begitu dekat jaraknya dengan mobil Wanti. Demikian pula dengan mobil pengawal yang ada di depan mobil Haiden tidak begitu dekat dengan mobil Haiden.


Para pengawal memang diperintahkan Haiden untuk tidak terlalu dekat, karena Haiden tidak ingin terlihat oleh orang lain bahwa ia selalu dikawal.


Saat ini ada beberapa orang pemuda bertatto dalam satu mobil mini bus yang sedang mengikuti mobil Haiden. Mereka tidak menyadari bahwa Haiden dikawal oleh delapan pria kekar dalam dua mobil.


Salah seorang pengawal Haiden menghubunginya "Hallo tuan muda".


"Iya kenapa mam?" Tanya Haiden yang terlihat fokus menyetir mobilnya, meski sambil menerima panggilan telepon.


"Sepertinya ada yang mengikuti tuan muda" Jawab pengawal Haiden yang bernama Imam itu.


"Iya saya juga curiga mobil warna silver itu mengikuti mobil saya" Kata Haiden yang juga mencurigai mobil yang dicurigai pengawalnya.


"Siap terima perintah. apa yang harus kami lakukan tuan muda?" Tanya Imam yang berada dalam mobil pengawal dibelakang mobil Wanti.


"Kalian tetap biasa saja. Didepan ada tanah kosong di kelilingi tembok samping dan belakangnya, tapi ga ada pintu gerbang depannya. Saya pancing mereka masuk ke sana.

__ADS_1


Hubungi Indra, bilang sama dia jalan terus lewati tanah kosong itu. Setelah mobil saya dan mobil mereka masuk kedalam tanah kosong itu, suruh Indra balik arah, dan kalian masuk juga kedalam tanah kosong itu" Kata Haiden menjelaskan rencananya kepada Imam.


Merasa sudah paham dengan penjelasan rencana Haiden, Imam langsung menghubungi pengawal Haiden yang sedang mengendarai mobil pengawal didepan mobil Haiden. Dia menjelaskan rencana Haiden tadi kepada temannya yang bernama Indra itu.


Haiden menghubungi Wanti yang sedang mengendarai mobilnya sendirian didalam mobil. Dia meminta Wanti untuk langsung ke rumah sakit.


Wanti sempat bertanya mengapa dia diminta untuk langsung kerumah sakit terlebih dahulu. Haiden hanya menjawab "Nanti akan ku jelaskan dirumah sakit", dan Wanti pun hanya bisa menurut saja.


Mobil yang dikendarai Haiden tampak memasuki tanah kosong yang dimaksudnya. Dan benar saja, mobil yang di curigai sedang mengikuti mobil Haiden ikut masuk kedalam area tanah kosong yang dikelilingi tembok beton itu.


Mobil Haiden berhenti bersamaan dengan mobil yang mengikuti mobilnya tepat dibelakang mobilnya. Setelah berhenti lima pemuda bertatto tampak keluar dari dalam mobil mereka.


Haiden meminta Melani untuk tetap didalam mobil sebelum dia keluar dari dalam mobilnya. Disaat Haiden keluar dari dalam mobil saat itu pula dua mobil pengawal Haiden masuk kedalam tanah kosong yang dikelilingi tembok beton itu.


Mendengar suara mobil memasuki area tanah kosong itu, lima pemuda bertatto itu spontan menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang baru saja masuk.


Melihat ada delapan orang bertubuh kekar dihadapan mereka, kelima pemuda bertatto itu langsung mengeluarkan senjata tajam yang tersembunyi dalam pakaian mereka masing-masing.


Kedua belah pihak belum sempat mengatakan apa-apa, namun pertarungan tidak dapat dielakkan. Kelima pemuda bertatto itu ternyata cukup memiliki nyali untuk melawan delapan orang pengawal Haiden itu.


Delapan orang pengawal Haiden itu juga mengeluarkan senjata tajam mereka masing-masing. Suara senja tajam yang saling beradu terdengar nyaring.


Salah satu pemuda bertatto keluar dari arena tawuran lima melawan delapan orang itu untuk Mendekati Haiden yang sedang berdiri di samping mobilnya.


Haiden menyambutnya dengan senyum dingin. Begitu mendekat, Haiden langsung menghadiahi pemuda bertatto itu dengan satu tunjangan yang cukup keras dari kaki Haiden ke dadanya.

__ADS_1


Pemuda bertatto itu jatuh terlentang namun dia masih bisa bangkit kembali. Setelah dalam posisi berdiri, pemuda bertatto itu berlari beberapa langkah lalu melompat untuk memberikan pukulan keras di kepala Haiden.


Tapi sayangnya Haiden dapat dengan mudah menghindari pukulan pemuda bertatto itu, dan kemudian balik menyerang. Dengan satu pukulan dari bawah yang mengenai dagu pemuda bertatto itu, Haiden berhasil melumpuhkannya kali ini.


Setelah sedikit terangkat akhirnya tubuh Pemuda bertatto itu jatuh ketanah dengan posisi terlentang dan langsung tidak sadarkan diri. Ke empat pemuda bertatto lainnya juga berhasil hasil dilumpuhkan oleh delapan pengawal Haiden.


Ke empat pemuda bertatto itu tidak ada yang mengalami luka tikam, tapi mengalami luka sayat dari senjata tajam para pengawal Haiden. Beberapa pengawal Haiden juga mengalami luka sayatan, namun tidak ada yang parah.


Haiden berjalan mendekati dua orang pemuda bertatto yang masih dalam keadaan sadar. Haiden berniat untuk menginterogasi kedua pemuda bertatto biru.


"Haiden berjongkok dihadapan kedua pemuda bertatto yang terduduk di tanah sambil menutupi luka-luka ditubuh mereka masing-masing. Wajah Haiden tampak memerah penuh amarah.


Haiden tahu mereka mengincar Melani. Menyangkut keselamatan Melani, Haiden tidak bisa menahan emosinya.


"Siapa yang telah menyuruh kalian untuk mengikuti kami, dan apa tujuannya?" Tanya Haiden kepada kedua pemuda bertatto yang ada dihadapannya.


Kedua pemuda itu diam saja tidak mau menjawab pertanyaan Haiden. Bahkan mereka berani mata mereka berani melototi Haiden yang sedang menatap mereka.


Melihat kedua pemuda bertatto itu hanya diam dan berani melototi tuan mudanya, Indra menghadiahi sebuah pukulan keras kepada salah seorang dari kedua pemuda bertatto itu. Bogem mentah mendarat tepat di wajah salah seorang pemuda bertatto itu.


Pemuda bertatto yang mendapat pukulan keras dari Indra itupun langsung jatuh terlentang di tanah dan tidak sadarkan diri. Hidungnya patah yang membuat darah segar mengalir dari lubang hidungnya.


Melihat temannya terkapar di tanah dengan wajah berlumuran darah tak sadarkan diri, tubuh pemuda bertatto yang masih terduduk di tanah itu tampak gemetaran karena perasaan takut.


Meskipun perbuatan Indra itu tanpa perintah darinya, tapi Haiden tidak mencegahnya. Haiden saat ini seperti dirasuki setan yang penuh dengan amarah.

__ADS_1


Tiba-tiba Haiden mencekik pemuda bertatto itu dan berkata "Jawab pertanyaan ku tadi atau kau ingin mengalami nasib yang lebih menderita dari pada teman-temanmu".


__ADS_2