SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
HAIDEN SANG KETUA GANGSTER


__ADS_3

Tawuran antar gangster Panca Karya melawan pengawal Haiden yang terjadi di luar gedung kantor Panca Karya juga sudah berhenti. Cukup banyak yang mengalami luka tusukan dan goresan senjata tajam di masing-masing pihak.


Semua yang mengalami cedera di bawa ke rumah sakit oleh ambulance yang di panggil Aryo tadi. Winda langsung di bawa kekantor Polisi oleh petugas yang dipanggil Aryo.


Haiden bersama Aryo dan beberapa orang anggota gangster Panca Karya juga ikut kekantor Polisi untuk memberikan keterangan. Kini Haiden sudah menjadi Ketua Umum gangster Panca Karya, sehingga keterangan yang akan di sampaikan oleh anggota gangster Panca Karya dapat di pastikan akan berpihak kepada Haiden.


Setelah memberikan keterangan di kantor Polisi, Haiden tidak mau mengulur waktu. Dia langsung kembali ke kantor Panca Karya pusat untuk mengumpulkan seluruh anggota Panca Karya yang ada di Jakarta.


Aryo tidak ikut kembali ke kantor Panca Karya pusat. Dia harus mengurus masalah yang baru saja terjadi, termasuk memasukan Winda kedalam kurungan Polisi sebelum kasusnya di bawa ke pengadilan.


Bimo, Indra dan Imam ada di samping Haiden saat dia ada dihadapan seluruh anggota gangster Panca Karya se_Jakarta. Haiden mengatakan kepada seluruh anggota gangster Panca Karya yang ada didalam Aula itu bahwa dia akan merubah Gangster Panca Karya menjadi Organisasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, bukan malah menjadi masalah bangsa.


Di sela pidatonya, Haiden sempat bertanya di mana Johan menyimpan Narkoba yang selama ini menjadi bisnis utama si Johan untuk menghidupi dan membesarkan gangster Panca Karya yang di ciptakan nya itu. Gangster berkedok Organisasi kepemudaan.


Dari anggota Panca Karya lah akhirnya Haiden bisa menemukan di mana gudang Narkoba si Johan. Haiden langsung bergerak dengan Bimo, Indra, Imam dan beberapa orang anggota Panca Karya ke gudang Narkoba Johan.


Sekitar satu jaman perjalanan barulah Haiden tiba di gudang Narkoba yang di maksud anggota Panca Karya. Setelah masuk kedalam gudang, Haiden menyaksikan pemandangan yang belum pernah ia saksikan sebelum nya.


Ternyata gudang tersebut tidak hanya menyimpan narkoba saja. Gudang tersebut juga digunakan untuk membuat narkoba.


Setelah melihat pemandangan itu, Haiden langsung menghubungi Aryo yang masih berada di kantor Polisi.


"Ya Hallo pak Aryo" balas Haiden ketika Aryo mengatakan Hallo kepadanya melalui telepon.


"Tolong segera kesini. Saya sudah menemukan gudang pembuatan dan penyimpanan milik Johan" Kata Haiden yang terdengar di Handphone Aryo.


"Serius tuan muda?" Tanya Aryo.


"Buat apa saya bicara main-main pak Aryo" Jawab Haiden sembari tersenyum.

__ADS_1


"Baik tuan muda. Tolong Share lokasinya ke WA saya ya tuan muda" Balas Aryo yang terdengar dari Handphone Haiden.


"Oke" Kata Haiden.


Setelah menutup telepon nya, Haiden langsung Share lokasinya kepada Aryo. Setelah itu Haiden menghubungi Jenderal Sulistyo.


"Hallo Om" Kata Haiden kepada Jenderal Sulistyo saat telepon nya terhubung dengan Jenderal Sulistyo.


"Iya, bagaimana Den?" Balas Jenderal Sulistyo yang kebetulan sedang jalan-jalan di salah satu Mall di kota Medan bersama istri dan anak-anaknya.


"Johan meninggal Om" Kata Haiden yang terdengar di Handphone Jenderal Sulistyo.


"Iya, Om sudah tahu dari Aryo tadi" Balas Jenderal Sulistyo sembari tersenyum.


"Maaf, Haiden lupa memberi tahu Om, karena masih ada yang harus Haiden kerjakan Om" Kata Haiden merasa bersalah.


"Haiden sekarang ada di gudang pembuatan dan penyimpanan Narkoba milik Johan Om" Kata Haiden melanjutkan pembicaraan.


"Iya Om" Jawab Haiden sambil tetap memperhatikan sekeliling gudang pembuatan dan penyimpanan Narkoba itu.


"Sudah kamu hubungi Aryo?" Tanya Jenderal Sulistyo yang terdengar di Handphone Haiden.


"Sudah Om" Jawab Haiden lagi.


"Bagus kalau begitu. Om akan atur agar kamu mendapatkan penghargaan atas temuanmu ini" Kata Jenderal Sulistyo yang tampak senang mendengar berita dari Haiden saat ini.


"Siap Om" Balas Haiden kemudian menutup pembicaraan dengan Jenderal Sulistyo.


Sekitar dua jam kemudian Aryo bersama pasukan kepolisian nya tiba di gudang pembuatan dan penyimpanan narkoba milik Johan itu. Beberapa orang Wartawan dari berbagai media juga tampak sedang meliputi kegiatan pasukan Aryo di dalam gudang tersebut.

__ADS_1


Sebagian pasukan Aryo langsung membereskan semua alat pembuat narkoba sekaligus dengan bahan narkoba dan narkoba yang sudah jadi. Dan sebagai lagi pasukan Aryo yang lainnya memeriksa setiap tempat dalam gudang itu, untuk memastikan masih ada atau tidak narkoba yang disembunyikan.


Sedangkan Aryo tampak sedang berbincang dengan Haiden. Haiden memberi informasi terbaru yang bisa menjadi pengembangan kasus.


"Menurut pengurus Panca Karya di setiap provinsi Johan memiliki gudang seperti ini" Kata Haiden memberikan informasi kepada Aryo.


"Kita harus membuktikan kebenarannya tuan muda" Balas Aryo.


"Nanti setelah pelantikan saya sebagai ketua Panca Karya kita akan seser semua lokasinya pak Aryo. Semua ketua Provinsi Panca Karya tidak akan mungkin bisa menolak memberi tahu saya dimana lokasinya kalau mereka tahu saya ini ketua mereka" Kata Haiden membalas ucapan Aryo.


"Masuk akal tuan Muda" Balas Aryo lagi sembari tersenyum.


Saat membicarakan soal Narkoba, tiba-tiba Haiden teringat pada Winda, dan dia pun bertanya pada Aryo "Bagai putri si Johan pak Aryo?".


Putri Johan sudah ada dalam kurungan kita di kantor tuan muda. Satu kurungan dengan terduga tindak kriminal perempuan lainnya" Jawab Aryo.


"Baguslah kalau begitu" Kata Haiden sembari tersenyum.


Disela pembicaraan antara Haiden dengan Aryo tiba-tiba para wartawan menghampiri mereka berdua untuk mewawancarai Haiden. Tapi Haiden menolak memberikan ketenangan kepada para wartawan itu.


Haiden mengatakan akan memberikan keterangan bersama pihak kepolisian nanti dalam Konferensi Pers. Haiden tidak mau gegabah memberikan informasi tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan Jenderal Sulistyo.


Aryo menatap kagum wajah Haiden. Dia kagum dengan sikap Haiden yang tidak gegabah mengambil keputusan.


"Bocah ini masih sangat muda, tapi pemikirannya luar biasa" Kata Aryo dalam hatinya.


Setelah siap untuk diangkut kekantor Polisi sebagai barang bukti nantinya, akhirnya alat pembuat narkoba, bahan narkoba, dan narkoba yang sudah siap untuk di edarkan pun diangkut oleh pasukan Aryo. Haiden dengan pengawal dan anggota Panca Karya juga turut ikut ke kantor Polisi.


Di perjalanan kekantor Polisi, Aryo menghubungi Jenderal Sulistyo untuk melaporkan perkembangan kasus Narkoba yang terkait dengan Johan itu. Jenderal yang masih jalan-jalan di Mall dengan keluarga nya tampak gembira mendengar laporan dari orang kepercayaan nya itu.

__ADS_1


Jenderal Sulistyo juga merasa bangga memiliki keponakan seperti Haiden, meskipun Haiden hanya keponakan angkatnya. Meski hanya keponakan angkat yang belum lama dia kenal, tapi dia menganggap Haiden seperti keponakan sedarah nya.


Seperti hal nya dia menganggap tuan besar sebagai layaknya ayah kandungnya sendiri, seperti itu pula Jenderal Sulistyo menganggap Haiden sebagai layaknya keponakan sedarah nya sendiri.


__ADS_2