SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
PERSIAPAN


__ADS_3

Tak lama setelah Toga meninggalkan Villa, Melani, Mardan, Wanti, Suherman, Rina, Marwan dan Fani yang tadinya duduk-duduk di teras, masuk kedalam Villa untuk menemui Haiden yang masih berada di ruang tamu. Mereka baru saja mengetahui bahwa saat ini Haiden Viral menjadi Trending Topik diberbagai Media Sosial dan Media Berita Online.


Setibanya diruang tamu, Melani langsung duduk disebelah Haiden, lalu berkata "Cie...! ada Selebgram baru ni".


Haiden menoleh kesamping untuk menatap Melani sebelum bertanya "Siapa?".


Melani hanya tersenyum manis kepada Haiden. Mardan yang duduk di hadapan Haiden bersama Wanti berkata "Ini lihat" sembari menyodorkan Handphone nya kepada Haiden.


Haiden mengambil Handphone dari tangan Mardan. Dia langsung melihat Video dirinya saat sedang bertarung dengan anggotanya Panca Karya di pantai siang tadi.


Dia juga membaca isi berita di salah satu media berita online dalam Handphone Mardan itu. Usai membaca isi berita dalam salah satu media berita online itu Haiden berkata "Cuma masuk berita doang kok jadi selebgram. ada-ada saja kamu ini yank", kepada Melani.


"Coba kau lihat dulu semua media sosial mu, dan semua media berita online" Kata Suherman menyela ucapan Haiden kepada Melani tadi.


Haiden membuka Handphone nya sendiri untuk membuka aplikasi semua media sosial yang dia gunakan, dan semua media berita online yang ada di dunia maya. Haiden benar-benar melihat dirinya kini tengah viral, menjadi Trending Topik di mana-mana.


Keesokan paginya Haiden bersama melani dan sahabat-sahabat langsung meninggalkan Danau toba, setelah sarapan pagi. Haiden memberikan sejumlah uang kepada pasangan suami istri penjaga Villa saat mereka pamit.


Sampai di Medan mereka tidak langsung pulang ke rumah masing-masing. Haiden bersama Melani dan sahabat-sahabat berkumpul di rumah Haiden untuk membahas acara pelantikan Mardan sebagai Ketua Panca Karya Sumatera Utara.


"Minggu depan pelantikan harus sudah terlaksana" Kata Haiden.


"Terkejar itu waktunya bro?" Tanya Mardan kepada Haiden.


"Kalau kita kekurangan biaya baru kau layak cemas bro" Jawab Haiden sembari tersenyum.


"Iya pula ya" Tanggap Mardan.


"Persiapan acara kita serahkan saja sama management Hotel Admadja Residance. Kau siapkan diri kau sendiri untuk dilantik nanti" Kata Haiden kepada Mardan.


"Oh iya Ti. Kau dan Band mu tampil lagi ya" Kata Haiden kepada Wanti.


"Siap" Kata Wanti membalas ucapan Haiden.

__ADS_1


"Kalian ada ide Man, Rin, Wan, Fan?" Tanya Haiden pada Suherman, Rina, Marwan dan Fani".


"Bagaimana kalau kita panggil panggil Artis nasional Den?" Jawab Marwan.


"Boleh. Penyanyi, Komedian atau artis apa kira-kira?" Kata Haiden bertanya balik kepada Marwan.


"Bagaimana kalau kita panggil Stand Up Comedy aja, biar ramai" Kata Wanti disela pembicaraan Haiden dengan Marwan.


"Boleh. Bintang Stand Up Comedy kan banyak tu. Yang mana?" Kata Haiden balik bertanya pada Wanti.


"Yang lagi Viral saat ini, itu si Doni Domble. Bagaimana kalau kita panggil dia saja" Kata Fani saat Wanti masih berpikir kira-kira Stand Up Comedy yang mana yang layak untuk dipanggil dalam acara pelantikan kekasihnya itu.


"Iya benar. Lucu kali itu orang. Aksi panggungnya bagus. Materinya selalu benar-benar kocak" Kata Suherman mendukung ide Fani".


"Ya sudah. Nanti biar aku suruh management Hotel Admadja Residance menghubungi Manager Doni Domble" Kata Haiden merespon ide Fani yang di dukung Suherman.


Saat sedang asyik membahas rencana acara pelantikan Mardan menjadi Ketua Panca Karya Sumatera Utara, tiba-tiba Handphone Haiden yang di letakkan nya di meja berdering tanda telepon masuk. Terlihat di layar Handphone Haiden, nama Aryo sedang menghubunginya.


"Ya mas, Hallo" Kata Haiden kepada Aryo lewat Handphone nya.


"Oh Oke mas. Jam tujuh lewat dua puluh malam saya sudah sampai kuala namu" Balas Haiden sebelum menutup telepon nya.


"Aku dengan Melani mau ke kuala namu jemput mas Aryo. Kalian ikut, tinggal nunggu disini, atau mau pulang?" Tanya Haiden kepada sahabat-sahabat-sahabat nya.


"Pulang ajalah. Aku pengen istirahat. Ga tahu kalau orang ni" Jawab Mardan.


"Iya kami juga" Kata Suherman.


"Okelah kalau gitu" Balas Haiden.


Setelah itu Haiden dan Melani langsung bergerak menuju Kuala Namu untuk menjemput Aryo. Sedangkan sahabat-sahabat mereka pulang ke rumah masing-masing.


Di perjalanan Melani bertanya pada Haiden "Mas Aryo tinggal di rumah kamu atau di Hotel selama di Medan yank?".

__ADS_1


"Di rumah ku aja lah yank. Sama seperti saat aku di Jakarta kemarin" Jawab Haiden sembari tetap fokus menyetir mobilnya.


"Mas Aryo sama siapa berangkat yank?" Tanya Melani lagi.


"Ga ku tanya pula tadi yank. Kayanya sendiri yank. Dia juga ga ada bilang sendiri atau sama siapa" Jawab Haiden lagi.


"Coba aku telepon kak Wanda dulu ya, mana tahu kak Wanda ikut" Kata Melani sembari mengambil Handphone nya dari tas kecilnya.


Saat melani menghubungi nomor kontak kakak sepupu nya Wanda, ternyata nomor kontaknya itu tidak aktif. "Telpon yang anda tuju sedang tidak aktif" Kata mesin penjawab otomatis saat telepon tidak aktif.


"Ga aktif Hp kak Wanda yank. Apa mungkin kak Wanda bareng mas Aryo ya yank?" Kata Melani kepada Haiden.


"Mungkin saja yank" Balas Haiden.


"Tapi kalau kak Wanda ikut, gimana dengan pekerjaannya?" Kata Haiden lagi.


"Iya juga ya" Balas Melani.


Di sela pembicaraan Haiden dengan Melani, tiba-tiba Handphone Haiden berdering tanda telepon masuk. Sembari tetap fokus menyetir, Haiden mengambil Handphone dari saku depan celana nya.


Ternyata Jenderal Sulistyo yang menghubungi Haiden. Dia langsung Mengangkat Handphone nya saat melihat nama Jenderal Sulistyo di layar Handphone nya.


"Ya Hallo Om" Kata Haiden menjawab kata Hallo dari Jenderal Sulistyo yang terdengar di Handphone nya.


"Aryo berangkat jam lima dari bandara Soekarno Hatta Den. Sudah ada ngabarin kamu dia?" Balas Jenderal Sulistyo yang berada di ruang kerjanya, sembari bertanya pada Haiden.


"Sudah tadi Om. Ini Haiden sama Melani lagi di jalan mau ke kuala namu jemput mas Aryo" Jawab Haiden yang terdengar di Handphone Jenderal Sulistyo.


"Oh ya sudah kalau begitu" Balas Jenderal Sulistyo.


"Oh iya Om. Hari Minggu depan acara pelantikan Ketua Panca Karya Sumatera Utara. Kalau bisa Om hadir ya" Kata Haiden mengundang Jenderal Sulistyo.


"Oke. Om usahakan bisa hadir. Ya sudah, Om tutup dulu telepon nya ya" Balas Jenderal Sulistyo.

__ADS_1


"Siap Om. Terima kasih ya Om" Kata Haiden sambil tetap fokus menyetir mobilnya.


"Sama-sama" Jawab Jenderal Sulistyo sebelum menutup pembicaraan dengan Haiden.


__ADS_2