SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
SELAMAT DATANG KESATRIA NUSANTARA 4


__ADS_3

"Lantas, siapa saja nama tiga kesatria lainnya dan kekuatan apa yang mereka miliki pak?" Tanya Haiden kepada pak Narso.


"Tiga Satria lainnya bernama Naja, Pria bertubuh tinggi kekar sang pemilik kekuatan Naga. Cantaka Pria yang paling rendah hati dari kesatria lainnya, sang pemilik kekuatan Rajawali. Dan yang terakhir bernama Siren. Wanita cantik pemilik kekuatan Manusia bunian setengah Ikan".


"Apakah ketujuh kesatria itu dulu pasukan di kerajaan pak?" Tanya Mardan setelah mendengar penjelasan pak Narso.


"Mereka bukan prajurit ataupun pembesar di kerajaan. Tapi Mereka selalu siap membela bangsa dan Negerinya" Jawab pak Narso.


"Mereka teman bapak?" Tanya Suherman kepada pak Narso.


Mendengar pertanyaan Suherman, pak Narso tersenyum lalu berkata "Tidak. Tapi bapak cucu dari salah seorang dari Kesatria Nusantara itu".


"Bapak cucu siapa?" Tanya Marwan Terlihat penasaran.


"Cantaka adalah Kakek bapak. Beliau Ayah dari Ayah bapak" Jawab pak Narso sembari tersenyum.


"Apakah kekuatan Cantaka sekarang menjadi milik bapak?" Tanya Suherman kepada pak Narso.


Pak Narso kembali tersenyum sebelum menjawab "Tidak. Kekuatan kakek bapak itu tidak sesuai dengan karakter bapak".


"Berarti kekuatan dari tujuh kesatria Nusantara itu hanya dapat di wariskan kepada garis keturunannya pak?" Tanya Mardan kepada pak Narso.


"Bisa, asal karakter nya sesuai dengan Hewan Bunian yang akan menyatu dengan jiwa raganya. Kalau tidak sesuai maka tidak akan bisa" Jawab pak Narso.


"Artinya kekuatan tujuh kesatria Nusantara itu dapat dimiliki oleh siapapun asal sesuai karakternya ya pak?" Tanya Mardan lagi usai mendengar jawaban pak Narso.


"Iya benar. Seperti nak Mardan, nak Suherman dan nak Marwan kan bisa memiliki kekuatan tujuh kesatria Nusantara meski tidak memiliki garis keturunan dari ketujuh satria Nusantara" Kata pak Narso melanjutkan penjelasannya.


"Saya, Mardan dan Suherman bapak bilang tidak memiliki garis keturunan dengan tujuh kesatria Nusantara, sedangkan Haiden tidak bapak sebut. Apakah Haiden memiliki garis keturunan dari tujuh kesatria Nusantara?".


"Iya. Nak Haiden memiliki garis keturunan dari kesatria Vyaghraḥ. Kesatria Vyaghraḥ adalah kakeknya Linggasana" Jawab pak Narso sembari tersenyum.


Beberapa hari kemudian Indonesia digemparkan dengan berita penculikan Presiden Purwanto. Bahkan Jenderal Sulistyo dikabarkan juga menghilang tanpa jejak.

__ADS_1


Sebelum berita penculikan Presiden Purwanto dan hilangnya Jenderal Sulistyo Viral hingga keseluruh Dunia, Haiden sudah menerima kabar terlebih dahulu dari Irjen Aryo. Pemerintahan kini berada ditangan Wakil Presiden yang dinaungi oleh Oligarki.


Atas saran Haiden, sehari setelah menghubungi Haiden lewat Telpon, Irjen Aryo langsung terbang ke Medan bersama Istri dan Anaknya. Haiden merasa cemas dengan keselamatan Irjen Aryo dan keluarganya.


Dua jam sebelum Irjen Aryo tiba di bandara Kuala Namu bersama istri dan anaknya, Haiden berangkat dari rumah untuk menjemput mereka. Saat Irjen Aryo bersama istri dan anaknya tiba di bandara Kuala Namu, Hadein langsung membawa mereka pulang ke rumahnya.


Tiba di rumah Haiden, Wanda dan anaknya langsung masuk ke kamar yang sudah di siapkan oleh asisten rumah tangganya. Sedangkan Irjen Aryo berbincang dengan Haiden, Mardan, Marwan dan Suherman di ruang tamu.


"Demi keselamatan kak Wanda dan Nanda, saran saya lebih baik mereka kita ungsikan saja ke Jepang nyusul Istri dan anak-anak kami di sana mas" Kata Haiden kepada Irjen Aryo.


"Saya setuju. Keadaan sudah semakin genting saat ini" Kata Irjen Aryo menanggapi saran Haiden.


"Kapan kira-kira Wanda dan Nanda berangkat kesana?" Tanya Irjen Aryo kepada Haiden.


"Kapan mas Aryo dan kak Wanda siap, maka langsung berangkat saja naik pesawat Pribadi kita mas" Jawab Haiden.


"Ya sudah, kalau begitu besok langsung berangkat saja" Kata Irjen Aryo kepada Haiden.


"Boleh. Kita berdua berangkat besok mengantar kak Wanda dan Nanda" Kata Haiden membalas ucapan Irjen Aryo.


"Iya bro. Kami kan kangen juga sama anak dan istri kami" Kata Suherman menimpali ucapan Marwan.


"Astaga, aku sampai lupa tanya kalian mau ikut atau tidak" Kata Haiden sebelum tertawa mendengar pertanyaan Marwan dan Suherman.


"Kau ikut juga bro?" Tanya Haiden kepada Mardan, sembari tersenyum.


"Ya ikutlah. Kau pikir cuma mereka berdua yang kangen sama anak dan istri" Jawa Mardan sembari tertawa bersamaan dengan Irjen Aryo dan ketiga sahabatnya.


Keesokan harinya Mardan, Suherman dan Marwan pun ikut berangkat ke Jepang bersama Haiden dan Irjen Aryo mengantar Wanda dan anaknya.


Tiba di Bandar Udara Haneda, Haiden, Marwan, Mardan, Suherman dan keluarga Irjen Aryo langsung di sambut oleh Akemi Honda bersama beberapa anggota Yakuza. Arif juga turut menjemput kedatangan sahabat lamanya itu.


Setelah bersalaman dan berpelukan dengan Akemi Honda, Haiden langsung memperkenalkan Irjen Aryo kepada Akemi Honda. Akemi Honda sudah mengenal Suherman, Marwan dan Mardan, namun ini kali pertama Akemi Honda bertemu dengan Irjen Aryo.

__ADS_1


"Jadi ini Irjen Aryo, kakak iparmu ya saudaraku Haiden?" Tanya Akemi Honda kepada Haiden dengan menggunakan bahasa Jepang, sembari berjalan bertiga bersama Irjen Aryo di depan menuju parkiran Mobil.


Wandan dan anaknya berjalan bersama Suherman, Marwan, Mardan dan Arif dibelakang Haiden, Irjen Aryo dan Akemi Honda. Beberaka orang anggota Yakuza mengawal mereka di belakang.


"Iya benar saudaraku Akemi" Jawab Haiden menggunakan bahasa Jepang.


Mardan, Suherman dan Mardan terlihat kebingungan sendiri sebab mereka bertiga tiba-tiba merasa memahami pembicaraan Haiden dengan Akemi Honda. Padahal sebelumnya mereka tidak bisa berbahasa Jepang.


Irjen Aryo terlihat mengernyitkan dahinya. Dalam hatinya Irjen Aryo berkata "Sejaka kapan Haiden bisa bahasa Jepang?".


Wanda juga bertanya-tanya dalam hatinya, pertanyaan dalam hatinya sama seperti pertanyaan dalam hati suaminya. Sebab selama dia mengenal Haiden, baru kali ini Wanda melihat langsung Haiden berbicara menggunakan bahasa Jepang dengan bangsa Jepang asli.


"Ada yang aneh kurasa bro" Bisik Suherman kepada Mardan.


"Apa yang aneh bro?" Tanya Mardan kepada Suherman.


"Sepertinya aku paham mendengar pembicaraan Haiden dengan Akemi pakai bahasa Jepang bro" Kata Suherman menjawab pertanyaan Mardan.


"Iya, aku juga sepertinya paham bro" balas Mardan.


"Serius bro?" Tanya Suherman menanggapi ucapan Mardan.


"Serius lah bro" Jawab Mardan.


Marwan yang mendengar pembicaraan Mardan dengan Suherman pun berkata "Aku juga loh woi".


Mendengar ucapan Marwan, Suherman dan Mardan spontan menoleh menatap Marwan lalu bertanya "Serius bro?".


"Ya serius lah" Kata Marwan menjawab pertanyaan Mardan dan Suherman.


"Apa mungkin Hewan Bunian yang menyatu dengan jiwa raga kita ini yang membuat kita mampu memahami pembicaraan Haiden dengan Akemi?" Kata Mardan bertanya kepada Suherman dan Marwan.


"Mungkin saja bro" Kata Suherman menjawab pertanyaan Mardan.

__ADS_1


"Sayang ga ada pak Narso" Kata Marwan tiba-tiba.


__ADS_2