SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
MISTERI PENYERANGAN TERHADAP WANTI 4


__ADS_3

"Awalnya mereka menolak dan akhirnya mereka kalah. Setelah itu mereka diancam akan dihabisi beserta keluarga mereka bila mereka menolak, dan akan mendapatkan uang bila mau melakukan yang diperintah kan kepada mereka".


Haiden mengernyit kan dahinya sebelum berkata "Seperti nya ini perbuatan Oligarki".


Mendengar ucapan Haiden barusan, Mardan berkata "Apa?".


"Kenapa kau bisa berpikir ke Oligarki bro?" Tanya Mardan kepada Haiden.


"Ciri khas ancaman Oligarki seperti itu. Siapapun yang mau bekerja sama dengan mereka akan diberi kesenangan, dan akan memberi kematian kepada yang tidak mau bekerja sama dengan mereka" Jawab Haiden.


"Maksud mu mereka akan membunuh orang yang menolak untuk bekerja sama dengan mereka?" Tanya Mardan menanggapi jawaban Haiden.


"Iya. Minimal membunuh karier atau mata pencarian orang yang menolak bekerja sama dengan mereka" Kata Haiden menjawab pertanyaan Mardan.


"Berarti nyawa keempat pemuda itu dalam bahaya bro?" Tanya Mardan setelah mendengar jawaban Haiden.


"Besar kemungkinan, kalau kau lepas mereka maka nyawa mereka akan melayang" Jawab Haiden.


"Jadi apa yang harus kulakukan untuk mereka berempat menurut kau bro?" Tanya Mardan meminta pendapat dari sahabat nya itu.


"Coba kau tes satu persatu berkelahi melawan pengawal terbaik ku. Lihat kemampuan bertarung mereka" Kata Haiden menjawab pertanyaan Mardan.


Haiden mengernyitkan dahinya lalu bertanya "Untuk apa bro?"


"Kalau memang jago berkelahi, maka jadikan mereka pengawal" Jawab Haiden.


Mardan mengangguk anggukkan kepalanya sebelum berkata "Oh, baiklah kalau begitu".

__ADS_1


Disela pembicaraan pembicaraan antara Mardan dan Haiden, tiba-tiba Handphone Haiden yang terletak diatas meja berdering tanda panggilan masuk. Saat Haiden melihat melihat layar Handphone nya, ternyata Bimo yang tengah menghubungi nya.


Bimo mengatakan bahwa ada sekelompok orang yang berusaha masuk ke perumahan khusus pengawal kepadanya saat sudah terhubung dengannya. Dan saat ini para pengawal nya tengah bertarung menghadapi sekelompok orang tersebut.


"Ada berapa banyak mereka kira-kira, dan apa tujuan mereka menyerang Bim?" Tanya Haiden kepada Bimo.


"Cukup banyak tuan besar. Mungkin sekitar dua ratus orang lebih" Jawab Bimo, terdengar di Handphone Haiden.


Haiden terlihat terkejut dan spontan berkata "Apa?" Saat mendengar Bimo mengatakan perkiraan jumlah sekelompok orang yang menyerang perumahan khusus pengawalnya tersebut.


"Sebelum terjadi pertarungan salah seorang dari mereka mengatakan mau menjemput empat orang teman mereka yang kita tahan katanya tuan besar" Kata Bimo melanjutkan penjelasannya yang saat ini berada perumahan khusus pengawal Haiden


"Apakah jumlah teman-temanmu cukup untuk menghadapi mereka?" Tanya Haiden, terdengar di Handphone Bimo.


"Kurang tuab besar. Saat ini pengawal yang ada di perumahan ga sampai seratus orang tuan besar. Makanya saya hubungi tuan besar" Jawab Bimo menjelaskan.


"Siap tuan besar" Balas Bimo sebelum menutup Handphone nya.


Usai menutup pembicaraan dengan Bimo melalui Handphone nya, Haiden berkata kepada Mardan "Ternyata mereka mengetahui keberadaan keempat pemuda itu bro".


"Apa yang terjadi bro?" Tanya Mardan.


"Sekitar dua ratusan orang saat ini menyerang perumahan khusus pengawal, dan mereka mau menjemput keempat pemuda yang kau tahan itu bro" Jawab Haiden.


"Apa?" Respon Mardan spontan saat mendengar jawaban Haiden.


"Pengawal kekurangan orang. Kau kirim minimal dua ratus orang anggota Panca Karya ke perumahan khusus pengawal sekarang untuk membantu mereka bro" Penta Haiden kepada Mardan.

__ADS_1


"Siap" Balas Mardan sebelum menghubungi A Cun, Suherman dan Marwan. Mardan meminta mereka bertiga untuk segera mengirim seluruh anggota Panca Karya ke perumahan pengawal Haiden secepat mungkin untuk membantu para pengawal Haiden yang saat ini tengah bertarung dengan sekelompok orang yang datang menyerang.


Sementara itu, suara senjata tajam yang saling beradu begitu bising terdengar di area perumahan khusus pengawal Haiden. Bimo dan teman-teman nya terlihat sudah sangat kewalahan saat puluhan mobil yang berisikan ratusan pemuda bertatto melaju dengan kencang ke arah pee khusus pengawal Haiden.


Saat puluhan mobil tersebut terparkir di depan gerbang perumahan khusus pengawal Haiden itu, ratusan pemuda bertatto pun keluar dari dalam mobil mereka masing-masing. Tanpa babibu lagi, ratusan pemuda bertatto yang tak lain adalah anggota Panca Karya langsung masuk ke medan pertarungan untuk membantu pengawal Haiden.


Pengawal Haiden sudah banyak yang berhasil di lumpuhkan sekelompok penyerang perumahan khusus pengawal Haiden itu. Pertarungan benar-benar tidak seimbang sebelum ratusan anggota Panca Karya datang membantu.


Kini keadaan berbalik. Sekelompok penyerang itu terlihat sangat kewalahan menghadapi ganasnya anggota Panca Karya saat bertarung. Dalam waktu singkat, ratusan orang tersebut berhasil di lumpuhkan.


Sebagian besar orang dari sekelompok penyerang itu terlihat tunggang langgang mencoba untuk melarikan diri, dan sebagian lagi terlihat tergeletak di tanah. Ada yang sedang menggeliat kesakitan, dan ada yang terlihat tergeletak tak sadarkan diri.


Saat Haiden, Mardan, Suherman, Marwan dan A Cun tiba di perumahan, keadaan sudah terkendali. Ratusan Polisi terlihat sibuk memborgol orang-orang yang menyerang perumahan khusus pengawal Haiden yang tidak terluka parah.


Pihak Medis terlihat sibuk memasukkan orang-orang yang terluka parah, baik yang masih dalam keadaan sadar maupun yang tidak sadarkan diri. Ada beberapa korban jiwa yang dicatat oleh wartawan dari berbagai media berita.


Dalam waktu singkat, Tawuran besar yang terjadi di perumahan khusus pengawal Haiden itu menjadi berita Viral yang cukup menghebohkan Dunia Maya. Berbagai macam dugaanpun membanjiri postingan para penggiat media sosial juga komentar Netizen di berbagai media sosial.


Cukup banyak orang yang menduga, penyerangan itu dilakukan oleh bakal calon Presiden yang takut bersaing dengan Presiden Purwanto dengan Haiden. Saat di wawancarai wartawan dari berbagai media berita, Haiden mengaku belum mengetahui pasti motif penyerangan terhadap para pengawalnya itu.


"Semua saya serahkan kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini" Kata Haiden menjawab pertanyaan para wartawan di lokasi kejadian.


Wajah Haiden pun kembali terpampang di Televisi dari setiap stasiun Televisi saat di wawancarai oleh wartawan televisi. Soal percobaan penculikan terhadap Wanti tidak diungkapkan oleh Haiden dan Mardan kepada awak media, demi keselamatan keempat pemuda yang diperalat oleh Oligarki untuk menculik istri dan anak-anak Mardan.


Panasnya situasi Politik saat ini membuat panas pula Dunia Maya. Sejak kejadian penyerangan yang dilakukan sekelompok orang ke perumahan khusus pengawal Haiden itu, elektabilitas Haiden semakin tinggi.


Kelihatannya hal tersebut membuat Oligarki semakin panas. Di salah satu Hotel Megah yang berada di Bali, Politikus-Politikus yang tergabung dalam Oligarki berkumpul untuk membahas langkah-langkah baru untuk menjatuhkan Haiden dan Oposisinya saat ini.

__ADS_1


Salah seorang dari anggota DPR RI terlihat sangat marah ketika mendengar elektabilitas Haiden semakin tinggi. Dia berkata "Bagaimanapun caranya. Hidup atau mati, Haiden harus segera kita bungkam".


__ADS_2