
Usai Berpisah dengan junior-junior nya, Haiden langsung keluar dari area kantor Admadja Grup Sumatera Utara menuju Kikombe Caffe. Haiden tampak gagah mengendarai Mogenya.
Salah satu mobil pengawalnya langsung mendahului Haiden untuk mengawalnya di depan, saat Haiden terlihat keluar dari kantor Admadja Grup. Satu mobil pengawal lainnya mengawal Haiden dari belakang.
Meski memakai Helm, tetap saja orang tahu bahwa yang sedang mengendarai Moge tersebut adalah Haiden. Masyarakat sudah tahu orang yang mengendarai Moge Sport warna merah bernomor Polisi BK 1 PPK itu pasti Haiden.
Sepanjang jalan setiap orang yang melihat Haiden langsung meneriakkan namanya. Ada yang berteriak Haiden saja, ada yang berteriak bang Haiden, ada yang berteriak ketua Haiden, dan berbagai macam lainnya.
Dengan ramah Haiden membalas dengan melambaikan tangan kirinya, setiap dia melihat orang-orang melambaikan tangan kepadanya sembari berteriak menyebut namanya. Kejadian yang sering terjadi itu tidak pernah di rekam oleh Tim Media Sosialnya, tapi tetap saja Viral Video Haiden yang direkam oleh masyarakat.
Saat ini Haiden benar-benar tokoh pemuda yang benar-benar disayangi Rakyat Indonesia dan disegani tokoh-tokoh Politik Indonesia. Khusus untuk Oligarki, Haiden kini menjadi Hewan buruan mereka.
Oligarki belum menyadari bahwa sebenarnya saat ini mereka juga menjadi Hewan buruan Haiden. Haiden benar-benar ingin menghapuskan penjajahan Oligarki terhadap bangsanya sendiri.
Tiba di Kikombe Coffe, Haiden langsung masuk kedalam salah satu KTV VIP yang memang sudah dipesannya. Di dalam KTV tersebut sudah ada seorang pemuda tampan yang sedang duduk di sofa, menunggu kedatangan Haiden.
"Haiden "Kata Haiden kepada pemuda tampan itu saat berjabat tangan dengannya.
"Arnold tuan besar" Jawab pemuda tampan itu menyebutkan namanya juga.
Setelah berkenalan, Haiden dan Arnold duduk berhadapan. Setelah membuka minuman kaleng yang tersedia di atas meja dan meminumnya Haiden bertanya "Bagaimana perjalanan mu dari AS sampai kesini Nold?".
"Menyenangkan tuan besar" Jawab Arnold sembari tersenyum.
"Ngomong-ngomong sudah berapa lama kamu di AS?" Tanya Haiden lagi kepada Arnold.
"Total tujuh tahun lebih tuan besar. Sejak saya mulai kuliah" Jawab Arnold.
"Sudah sarjana?" Tanya Haiden.
"Sudah tuan besar" Jawab Arnold kembali tersenyum.
__ADS_1
Haiden mengangguk anggukkan kepalanya sebelum bertanya "Oke. Kamu yakin mampu meretas semua data?".
Arnold tersenyum mendengar pertanyaan Haiden lalu menjawab "Saya tidak perlu menjawab dengan kata-kata kan tuan besar?".
Mendengar jawaban Arnold barusan, Hauden tersenyum lalu membalas "Oke. Lalu apa yang kamu butuhkan?".
"Saya hanya perlu tahu data siapa yang harus saya retas tuan besar. Setelah itu saya akan kembali ke AS. Saya akan kerjakan di AS" Jawab Arnold.
"Data orang yang yang sudah meninggal kira-kira bisa di deras juga ga?" Tanya Haiden setelah mendengar jawaban Arnold.
"Selagi datanya masih di simpan oleh Negara, maka masih bisa di retas tuan besar" Jawab Arnold dengan yakin.
Haiden kembali mengangguk anggukan kepalanya sebelum berkata "Oke. nanti saya kirim melalui telegram data orang-orang yang harus kamu tegas. Saya ingin tahu siapa dalang Oligarki saat ini".
"Siap tuan besar. Kirim saja datanya, begitu sampai di AS saya langsung kerjakan" Balas Arnold.
"Sesuai dengan penawaran mu, dua ratus juta rupiah saya transfer sekarang" Kata Haiden kepada Arnold.
Haiden tersenyum mendengar ucapan Arnold sebelum berkata "Terima saja. Dan bila kamu berhasil menjalankan misimu maka saya akan memberi kamu dua ratus juta lagi".
Mendengar ucapan Haiden, mata Arnold terbelalak karena terkejut. Dalam perasaan tak menyangka Arnold bertanya "Serius tuan besar?".
"Serius lah, buat apa saya main-main. Sebutkan nomor rekening Bank mu sekarang" Kata Haiden sembari membuka Handphone yang ada di tangannya.
Setelah mendapatkan nomor rekening Bank Arnold, Haiden langsung mengirim uang dua ratus juta rupiah ke nomor rekening Bank yang disebutkan oleh Arnold. Wajah Arnold tampak berseri ketika Haiden memperlihatkan bukti transfer yang terlihat dilayar Handphone Haiden.
"Terima kasih banyak tuan besar" Kata Arnold kepada Haiden.
Haiden mengenal Haiden melalui salah satu Sosial Media. Mereka sudah lama berteman di Sosial Media dan baru pertama kali bertemu.
Awalnya Haiden tidak tahu bahwa Arnold adalah seorang Hacker. Saat Haiden bertanya pada Arnold, apakah dia mengenal seorang Hacker melalui pesan pribadi yang tersedia di Media Sosial tersebut, Arnold langsung menjawab bahwa dia seorang Hacker.
__ADS_1
"Tuan besar ga takut, uang dua ratus juta yang sudah tuan besar kirim saya lari kan, tanpa saya kerjakan tugas yang tuan besar berikan?" Tanya Arnold kepada Haiden.
Haiden tersenyum lalu menjawab "Kamu tahu kenapa kamu saya suruh kesini?".
"Sekarang saya sudah bertemu kamu langsung. Kalau kamu berkhianat dengan sangat mudah saya bisa menemukan mu, dimanapun kamu berada" Kata Haiden kepada Arnold sembari tersenyum lagi.
Arnold tersenyum mendengar jawaban Haiden. Wajah Arnold tidak memperlihatkan perasaan takut sedikitpun usai mendengar ucapan Haiden sebab dia benar-benar seorang Hacker Profesional, bukan penipu yang mengaku-ngaku Hacker.
Arnold sebenarnya sudah tahu siapa Haiden, makanya dia menyebut Haiden dengan sebutan tuan besar. Sebelum berangkat ke Medan, Arnold sudah meretas data Haiden terlebih dahulu.
Melihat ekspresi datar tanpa rasa takut dari wajah Arnold, Haiden bertambah yakin bahwa Arnold benar-benar memiliki kemampuan untuk meretas data siapapun seperti yang dikatakan oleh Arnold sendiri. Kalau Arnold terlihat takut saat mendengar ancamannya tadi, maka Haiden akan memahami bahwa orang yang ada dihadapan nya saat ini adalah penipu yang hanya mengaku-ngaku Hacker.
"Siap tuan besar" Kata Arnold menanggapi ucapan Haiden.
Di lain tempat, terlihat Mardan sedang sibuk memberikan pengarahan kepada pengurus Partai Panca Karya Sumatera Utara dalam ruang rapat di dalam gedung Kantor Partai Panca Karya Sumatera Utara.
"Ingat, saya tidak mau mendengar laporan dari masyarakat bahwa ada anggota Partai Panca Karya yang meminta uang kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan kita" Kata Mardan kepada seluruh pengurus Partai Panca Karya yang ada di ruang rapat itu.
"Semua yang bekerja dilapangan kita gaji, maka kalau ada yang mencoba untuk meminta bayaran dari masyarakat maka saya tidak segan-segan untuk mengeluarkannya dari keanggotaan Panca Karya. Paham..?" Kata Mardan lagi dengan nada yang cukup tinggi.
"Paham ketua" Jawab seluruh pengurus Partai Panca Karya yang ada dihadapan Mardan dengan serentak.
"Ada informasi atau pertanyaan?" Tanya Mardan kepada seluruh pengurus Partai Panca Karya yang ada di hadapannya.
"Izin ketua" Kata salah seorang pengurus sembari mengangkat tangan kanannya ke atas.
"Silahkan" Kata Mardan menanggapi.
"Anggota kita yang bertugas di posko pengaduan masyarakat belawan melaporkan bahwa ada Anak Buah Kapal meninggal di kapal, tidak diberi santunan oleh pihak perusahaan kapal sesuai dengan peraturan pemerintah ketua" Kata salah seorang pengurus Partai Panca Karya Sumatera Utara itu kepada Mardan.
"Datanya sudah sama anda?" Tanya Mardan.
__ADS_1