SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
MEMBURU MISTERI 2


__ADS_3

"Rencananya Haiden mau ke Jakarta Om" Kata Haiden kepada Jenderal Sulistyo.


"Ngapain?" Tanya Jenderal Sulistyo sembari mengernyitkan dahinya.


"Haiden ga mau Melani jadi seperti Hewan yang diburu oleh si Johan Om" Jawab Haiden.


"Haiden yang akan menjadi pemburu, dan si Johan sebagai Hewan buruan Haiden Om" Kata Haiden lagi kepada Jenderal Sulistyo.


Jenderal Sulistyo mengangguk anggukkan kepala kemudian bertanya "Kamu yakin Haiden?"


"Yakin Om. Haiden akan bawa beberapa pengawal ke Jakarta" Jawab Haiden dengan sangat yakin.


"Haiden harap Om mau bantu Haiden kalau terlibat dalam masalah Hukum. Mana tahu ada yang terbunuh oleh Haiden nanti" Kata Haiden lagi.


Mendengar ucapan Haiden, Jenderal Sulistyo tersenyum lalu berkata "Masalah itu kamu tenang saja. Kalau kamu berhasil membunuh si Johan, kamu Om atur menjadi pahlawan nanti. Masyarakat yang berhasil membantu Polisi".


"Bisa seperti itu Om?" Tanya Haiden.


"Bisa. Asal kamu bisa sekalian membongkar perdagangan Narko yang di lakukan si Johan" Jawab Jenderal Sulistyo.


"Si Johan memang sudah sejak lama jadi incaran Polisi. Tapi karena banyak pejabat yang bekerja sama dengannya, dia jadi sangat sulit untuk ditangkap" Kata Jenderal Sulistyo menjelaskan lagi.


"Baik kalau begitu Om" Jawab Haiden.


Jenderal Sulistyo tersenyum lalu berkata "Ingat tetap komunikasi dengan Om. Om juga akan kirim anggota Om, untuk mengawasi kamu agar kamu tetap aman".


"Siap Om" Jawab Hiden sembari tersenyum.


Haiden merasa mendapat perhatian dari sosok seorang ayah saat dia berdiskusi dengan Jenderal Sulistyo. Padahal Jenderal Sulistyo hanyalah Om angkatnya yang belum lama ia kenal.


"Jadi kapan rencananya kamu berangkat ke Jakarta?" Tanya Jenderal Sulistyo kepada Haiden.


"Lusa kayanya Om. Om ga sekalian balik ke Jakarta?" Jawab Haiden sembari balik bertanya.


"Masih ada yang harus Om kerjakan disini. Kebetulan keponakan tante mu yang tinggal di sini, nikah minggu hari minggu ini" Jawab Jenderal Sulistyo.


"Ohh..! Tante ga ke Medan?" Tanya Haiden.


"Ke Medan. Besok Dia berangkat dari Jakarta" Kata Jenderal Sulistyo menjawab pertanyaan Haiden.


"Sempat ketemu dong Haiden dengan tante" Balas Haiden sembari tersenyum.

__ADS_1


"Kalau lusa kamu berangkat ke Jakarta nya, ya sempat dong" Kata Jenderal Sulistyo membalas ucapan Haiden.


"Oke lah Om. Haiden gerak dulu lah ya. Haiden mua kerumah Melani lagi". Kata Haiden.


Jenderal Sulistyo tersenyum lalu berkata "Baiklah".


Haiden menyalami sembari mencium tangan Jenderal Sulistyo sebelum beranjak pergi meninggalkan Jenderal Sulistyo sendiri di kamarnya. Saat Haiden keluar dari dalam gedung Hotel Admadja Residance hari sudah gelap.


Setelah masuk kedalam mobilnya, Haiden langsung melajukan mobilnya keluar dari area Hotel Admadja Residance menuju rumah Melani. Haiden hendak memberitahukan rencana keberangkatannya ke Jakarta pada Melani.


Di rumahnya, Melani sedang asyik ngobrol dengan sepupunya yang tadi siang baru tiba di rumahnya. Sepupunya itu tinggal di Surabaya dengan kedua orang tuanya.


Namun kali ini sepupunya itu tidak bersama kedua orang tuanya ke Medan. Dia pergi sendiri ke Medan karena ada tugas luar kota dari perusahaan tempat dia bekerja.


"Tunangan kakak kok ga mau nemani kakak kesini sih?" Tanya Melani kepada Wanda sepupunya itu.


"Mana lah bisa Mel. Polisi mana bisa sesuka hati ke sana kemari" Jawab Wanda.


"Iya pula ya" Balas Melani sembari tersenyum.


"Oh iya, ngomong-ngomong gimana sih orang pacarmu itu. Siapa namanya, lupa kakak" Tanya Wanda kepada Melani.


"Haiden kak" Jawab Melani.


Wanda sudah tahu bahwa Melani baru memiliki pacar lengkap namanya. Mami Melani yang menceritakan kepada Wanda lewat Telepon beberapa waktu yang lalu.


Tapi Wanda ingat-ingat lupa nama pacar Melani yang pernah diceritakan oleh Mami Melani. Melani bukan cewek yang gampang jatuh hati.


Itu sebabnya ketika Wanda mendengar Melani punya pacar, itu terdengar seperti sebuah kejutan baginya. Wanda dengan Melani sangat akrab dibandingkan dengan sepupu-sepupu mereka yang lainnya.


"Besoklah kakak ketemu dengan Haiden. Biar kakak lihat sendiri gimana dia orangnya" Kata Melani.


Baru saja Melani berkata demikian, tiba-tiba Bel rumah Melani berbunyi. Melani bergegas bangkit dari duduknya lalu melangkah untuk membuka pintu.


Saat pintu terbuka, Melani bereaksi terkejut melihat Haiden ada dihadapannya lalu berkata "Loh, tumben kamu datang ga ngabarin yank".


Haiden tersenyum mendengar ucapan Melani lalu membalas"Jadi ga boleh ni?".


"Idih, apanya yang ga boleh. Ayo masuk" Kata Melani membalas ucapan Haiden.


Haiden langsung masuk kedalam rumah, setelah dipersilahkan masuk oleh kekasihnya itu. Di dalam rumah Haiden dibawa Melani ke ruang keluarga tempat dia dan sepupunya tadi mengobrol.

__ADS_1


Sebelum duduk, Haiden langsung di perkenalkan kepada Wanda oleh Melani. Melani berdiri dari duduknya langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Haiden.


"Wanda" Kata Wanda saat berjabat tangan dengan Haiden.


"Haiden" Balas Haiden sembari tersenyum.


"Ini sepupu aku yang paling cantik yank" Kata Melani kepada Wanda setelah mereka bertiga duduk di Sofa ruang keluarga itu.


Mendengar ucapan Melani, Wanda tersenyum dan berkata "Bisa aja kamu".


Wanda memang cantik. Namun kecantikan Wanda tidak melebihi kecantikan Melani.


"Inilah Haiden yang kita ceritakan tadi" Kata Melani kepada Wanda.


Mendengar ucapan Melani, Haiden menoleh menatap Melani yang berada disampingnya, lalu berlaka "Jadi kamu gosipin aku tadi yank?".


"Idih perasaan kali kamu yank. Bukan digosipin loh. Kak Wanda tadi pengen tahu gimana kamu" Kata Melani menjawab pertanyaan Haiden.


"Jadi aku bilang besok lah ketemu langsung dengan kamu. Eee..! ga tahunya kamu nongol" Kata Melani lagi.


Disela percakapan Melani dengan Haiden, Wanda tiba-tiba berkata "Ternyata ganteng sekali tuan muda mu ini ya Mel".


Melani tersenyum lalu berkata "Jangan jujur kali kak. Nanti tinggi sebelah telinga Haiden".


Haiden mencubit mesra pipi kanan dan pipi kiri Melani dengan kedua tangannya sembari berkata "Sudah tambah pinter ini mulutnya ya".


Melani tertawa saat pipinya di cubit oleh Haiden. Wanda juga tertawa melihat tingkah Haiden dengan sepupunya itu.


Setelah mencubit mesra pipi kekasihnya itu, Haiden menceritakan rencana dia yang akan berangkat ke Jakarta dua hari lagi. Tapi Haiden tidak menceritakan bahwa tujuan nya ke Jakarta itu untuk memburu Johan sang ketua besar Gangster Panca Karya.


Haiden mengatakan pada Melani, dia ke Jakarta karena di suruh oleh kakeknya untuk melihat situasi dan kondisi kantor pusat Admadja Grup. Haiden tidak menceritakan tujuan dia yang sebenarnya itu karena dia tidak ingin Melani merasa cemas saat dia sudah berada di Jakarta nantinya.


"Berapa lama kamu di Jakarta rencananya yank?" Tanya Melani kepada Mardan.


"Belum tahu. Mudah-mudahan bisa cepat" Jawab Haiden.


"Kenapa. Kamu takut kangen kalau aku lama ya?' Kata Haiden lagi menggoda Melani.


"Iya dong. Ga boleh?" Jawab Melani dengan manja.


"Boleh Dong sih" Kata Haiden membalas ucapan Melani.

__ADS_1


Wanda tersenyum sendiri melihat kemesraan sepupu nya itu dengan Haiden. Dia turut bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Melani saat bercanda dengan Haiden.


__ADS_2