
"Ba.. ba.. baik Ketua" Kata orang tersebut terbata-bata sulit berkata karena di cekik Haiden.
Setelah Haiden melepaskan cekikan nya, orang tersebut berkata "Kami bukan orang medan ketua. Kami datang dari berbagai daerah yang berbeda-beda. Saya sendiri berasal dari Riau ketua".
Haiden mengernyitkan dahinya sebelum bertanya "Berarti ada yang mengumpulkan kalian di sini untuk menyerang aku?".
"Iya, benar ketua" Jawab orang tersebut.
"Siapa yang mengumpulkan kalian untuk menyerang aku?" Tanya Haiden lagi menanggapi jawaban salah seorang yang baru saja berhadapan dengannya itu.
"Dia seorang perempuan cantik ketua. Anak-anak buahnya memanggilnya dengan nama Nona Win ketua" Jawab orang tersebut.
Haiden terlihat mengernyitkan dahinya lagi setelah mendengar penjelasan orang yang masih ada dihadapan nya itu. Dalam hatinya Haiden bertanya "Siapa Nona Win?".
"Apa perintah si Nona Win itu kepada kalian terhadap ku?" Tanya Haiden lagi.
"Ka.. Ka.. Kami di bayar untuk membunuh anda ketua" Jawab orang tersebut dengan terbata-bata.
Puluhan orang yang di kumpulkan untuk membunuh Haiden adalah orang-orang yang memiliki ilmu bela diri dari berbagai daerah se Indonesia. Namu ternyata kemampuan mereka tidak cukup kuat untuk menghadapi Haiden.
Setelah mendengar Jawaban salah seorang dari puluhan orang yang hendak membunuhnya itu, Haiden menghubungi Bimo. Haiden meminta Bimo membawa beberapa orang pengawal lainnya untuk membawa puluhan orang itu ke perumahan khusus pengawalnya.
Usai menghubungi Bimo melalui Handphone nya, Haiden langsung menghubungi Mardan.
"Hallo Bro" Kata Haiden saat terhubung dengan Mardan.
"Iya Bro. Uda di mana kau, kok belum sampai?" Tanya Mardan yang sudah berada di KTP VIP Kikombe Coffe bersama Suherman dan Marwan.
"Sorry aku agak terlambat. Ada masalah dikit. Tunggu aja aku ya" Balas Haiden, terdengar di Handphone Mardan.
"Ada masalah apa bro?" Tanya Mardan.
"Nanti aja aku ceritakan ya. Biar ku urus dulu sebentar di sini baru aku langsung ke sana" Jawab Haiden.
__ADS_1
"Oke kalau gitu" Kata Mardan menanggapi jawaban Haiden sebelum menutup pembicaraan dengan Haiden.
"Ada apa bro?" Tanya Marwan setelah melihat Mardan menutup pembicaraan melalui Handphone nya dengan Haiden.
"Kita di suruh nunggu Haiden. Masih ada yang di urus nya" Jawab Mardan.
Sekitar dua puluh lima menit kemudian, Bimo bersama beberapa pengawal lainnya tiba di lokasi kejadian Haiden di serang oleh puluhan orang yang tidak di kenal.
"Siapa mereka tuan besar?" Tanya Bimo saat menghadap Haiden.
"Mereka orang-orang yang dibayar untuk membunuh saya. Sekarang kamu bawa mereka semua ke perumahan" Jawab Hiden sembari memberi perintah kepada Bimo.
"Siap tuan besar" Kata Bimo menanggapi perintah Haiden.
"Oh iya. Bawa teman-temanmu yang terluka ke rumah sakit. Panggil Dokter untuk merawat orang-orang yang menyerang saya ke perumahan ya" Perintah Haiden lagi ke pada Bimo.
"Siap tuan besar" Kata Bimo lagi menanggapi perintah Haiden.
Saat Haiden masuk kedalam gedung Kikombe Coffe, Haiden langsung disambut hangat, bukan hanya oleh pelayan Coffe saja, tapi juga oleh pengunjung Coffe. Semua menyapa hormat dengan menyebut "Bang Haiden".
Haiden membalas dengan senyuman ramahnya sembari mengangkat kedua tangannya sebelum berkata "Saya kedalam dulu ya" saat akan masuk ke dalam KTV yang sudah di isi oleh Mardan, Suherman dan Marwan.
Saat melihat Haiden masuk kedalam KTV, Mardan, Suherman dan Marwan langsung berdiri dari duduknya masing-masing untuk memberi salaman khas persahabatan mereka kepada Haiden. Setelah duduk di sofa, Haiden berkata "Sorry aku telat ya bro" kepada Mardan, Suherman dan Marwan.
"Emang ada masalah apa bro?" Tanya Marwan kepada Haiden.
Haiden membuka minuman kaleng yang tersaji di atas meja lalu meminum nya sebelum menjawab "Tadi aku di serang orang di perjalanan menuju kesini".
"Bah..! Kok ga ngabarin kami kau bro?" Kata Mardan menanggapi jawaban Haiden atas pertanyaan Marwan.
"Berapa orang bro?" Tanya Suherman kepada Haiden.
"Ga sempat lah bro. Ga banyak basa basi kami sudah berantam" Kata Haiden membalas ucapan Mardan.
__ADS_1
"Jumlah mereka sekitar tiga puluhan orang kalau ga salah perkiraan ku. Ga ku hitung dengan detail tadi bro" Kata Haiden lagi menjawab pertanyaan Suherman.
"Kau sama siapa tadi menghadapi mereka?" Tanya Marwan setelah mendengar penjelasan Haiden kepada Mardan dan Suherman.
"Seperti biasalah bro. Setiap hari aku kan di kawal oleh delapan orang pengawal" Jawab Haiden.
"Sanggup kalian sembilan orang menghadapi puluhan orang itu bro?" Tanya Suherman setelah mendengar jawaban Haiden atas pertanyaan Marwan.
Haiden tersenyum lalu menjawab "Kau ga usah cemas bro. kami bisa menghadapi mereka".
"Meskipun kedelapan pengawal ku terluka, tapi mereka masing-masing mampu melumpuhkan beberapa orang. Delapan orang pengawal ku yang bertarung tadi sudah di bawa ke rumah sakit, dan orang-orang yang menyerang kami sudah dibawa si Bimo ke perumahan khusus pengawal ku.
"Siapa mereka dan apa tujuan mereka nyerang kau bro?" Tanya Mardan kepada Haiden setelah mendengar cerita Haiden barusan.
Haiden kembali meminum minuman kalengnya sebelum menjawab "Salah seorang diantara mereka mengatakan kalau mereka di kumpulkan oleh seorang perempuan cantik. Mereka menyebutnya Nona Win".
"Mereka semua bukan orang Medan. Mereka orang-orang yang memiliki ilmu bela diri dari berbagai daerah se_Indonesia yang dikumpulkan terlebih dahulu sebelum ditugaskan untuk membunuh aku" Kata Haiden melanjutkan jawabannya kepada Mardan.
"Siapa itu Nona Win bro?" Tanya Suherman kepada Haiden.
"Aku juga belum tahu siapa itu Nona Win, dan mengapa dia ingin membunuh aku" Jawab Haiden.
"Lalu apa yang akan kau lakukan kepada orang-orang yang disuruh untuk membunuh kau itu bro?" Tanya Marwan kepada Haiden.
Haiden tersenyum lalu menjawab "Aku akan membayar mereka untuk menangkap perempuan yang mereka sebut Nona Win itu".
"Kalau mereka menolak?" Tanya Mardan kepada Haiden di sela pembicaraannya dengan Marwan.
"Mereka orang-orang bayaran. Tentu tidak akan menolak bila ku bayar. Apa lagi pilihan mereka cuma dua yaitu mau dibayar untuk melakukan perintah ku atau masuk penjara" Jawab Haiden sembari tersenyum.
Setelah menceritakan kejadian yang dialaminya tadi kepada Mardan, Suherman dan Marwan, Haiden berkata "Dari apa yang Mardan dan aku alami aku mau ingatkan kalian berdua untuk lebih berhati-hati" Kepada Suherman dan Marwan.
"Aku yakin perempuan yang disebut Nona Win itu adalah orang-orang lingkaran Oligarki. Aku khawatir mereka akan mengincar orang-orang yang dekat dengan aku. Jadi mulai besok kalian bertiga akan selalu di kawal oleh pengawal ku, kemanapun. kalian pergi. Demikian pula dengan anak istri kalian" Kata Haiden lagi kepada Mardan, Suherman dan Marwan.
__ADS_1