SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
MEMBURU MISTERI 4


__ADS_3

Setelah menyelesaikan tugasnya, Asisten rumah tangga itu keluar dari kamar Haiden. Ditepi tempat tidur nya Haiden duduk sembari menghubungi Melani lewat Handphone nya.


"Hallo sayank" Kata Haiden setelah mendengar suara Melani mengatakan Hallo yang terdengar dari Handphone nya.


Haiden tampak diam namun tersenyum mendengarkan Melani berbicara melalui Handphone. Sesekali Haiden tampak mengangguk anggukkan kepala, dan sesekali tertawa.


"Kamu bilang sama kak Wanda, Haiden ga ada duanya di Dunia ini, dan ga bisa dibagi-bagi. Cuma untuk Melani seorang" Kata Haiden kepada Melani lewat Handphone nya.


Melani yang berada dirumahnya bersama Wanda tertawa mendengar ucapan Haiden tadi. Wanda hanya senyam senyum melihat adik sepupunya itu tampak bahagia berbicara di telepon dengan Haiden.


"Kamu pinter kali gombal sekarang ya yank" Kata Melani kepada Haiden melalui Handphonenya.


"Yang bilang gombal siapa. Aku ngomong apa adanya loh yank" Jawab Haiden yang terdengar dari Handphone Melani yang terletak di telinganya.


Wanda tidak dapat mendengar suara Haiden. Hanya Melani yang bisa mendengar suara Haiden, tapi dia dapat menerka-nerka apa yang dikatakan Haiden dari setiap apa yang diucapkan Melani kepada Haiden lewat Handphone nya itu.


Tapi ya namanya menerka, kadang bisa benar tapi kadang bisa salah. Tidak dapat di pastikan apa benar dan salahnya, sehingga Wanda tetap bertanya ke pada Melani usai Melani menutup pembicaraan dengan Haiden melalui Handphone nya itu.


"Apa Kata Haiden Mel?" Tanya Wanda kepada Melani.


"Kata Haiden, Kamu bilang sama kak Wanda, Haiden ga ada duanya di Dunia ini, dan ga bisa dibagi-bagi. Cuma untuk aku seorang kak. Gombal kali kan ka?" Kata Melani menjelaskan apa yng dikatakan Haiden tadi kepadanya, kemudian tertawa.


Wanda pun tertawa setelah mendengar penjelasan Melani lalu berkata "Ihhh... Gemesin banget itu cowokmu ya Mel. Kalau bukan pacar kamu, pasti aku uber-uber. Aku rebut dari kamu".


Melani tertawa lalu berkata "Trus mas Aryo mu mbak apain?".


"Kalau bisa dapat kayak Haiden, ya buang ajalah kelaut" Jawab Wanda sembari tertawa.


"Idih.. Jahat banget kakakku ini" Balas Melani.


Wanda tertawa lagi mendengar ucapan Melani "Becanda loh adikku yang cantik".


Wanda memang bercanda, hanya menggoda adik sepupunya itu. Dia memang kagum terhadap Haiden, namun bukan jatuh hati.


Selain Haiden pacar adiknya, beda usia juga cukup jauh. Beda usia Melani dengan Wanda sekitar lima lima tahunan.


Sedangkan Melani sebaya dengan Haiden. Itu artinya beda usia Wanda dengan Haiden juga sekitar lima tahunan.


Wanda tidak tertarik dengan usia yang lebih muda untuk menjadikan pasangannya. Sedangkan Wanda dengan tunangannya Aryo yang berprofesi sebagai Polisi itu beda usia tiga tahun.

__ADS_1


Wanda lebih muda tiga tahun dibanding kan Aryo. Aryo juga termasuk tampan dan terlahir dari keluarga kaya raya juga.


Mereka menjalin hubungan sejak Wanda masih kuliah, dan Aryo sudah menjadi Polisi. Wanda tidak memandang status Aryo untuk hubungan cintanya.


Wanda menilai Aryo laki-laki yang baik dan cukup bertanggung jawab. Sikapnya cukup dewasa dalam menyikapi banyak hal.


Dari cerita Mami Melani dan dari cerita Melani sendiri Wanda dapat menilai sosok Haiden. Itu sebabnya Wanda kagum melihat Haiden, dan mendukung hubungan adik sepupunya itu dengan Haiden.


"Kamu memang ga bakal bisa menemukan orang seperti Haiden itu Mel. Jadi jangan pernah sia-siakan hubungan kalian ini" Kata Wanda kepada Melani.


Melani tersenyum mendengar ucapan kakak sepupunya itu lalu membalas "Iya kak. Melani tahu".


"Oh iya. ngomong-ngomong nikahan nya kapan kakak dengan mas Aryo?" Tanya Melani kepada Wanda.


Wanda diam sejenak sebelum menjawab "Tahun depanlah. Masa' Kamu lupa. Kan sudah disebut kan waktu tunangan kemarin".


"Tuh kan. Kakak yang lupa. Waktu kakak tunangan aku kan ga bisa datang" Balas Melani.


Wanda menepuk dahinya sendiri setelah mendengar ucapan Melani lalu berkata "Oh iya ya. Kamu lagi sakit itu ya".


Melani tersenyum lalu berkata "Iya loh kak".


Haiden tampak serius mengajarkan ucapan demi ucapan yang di sampaikan kakeknya itu melalui Handphone nya. Kakeknya jauh lebih berpengalaman darinya, itu sebabnya Haiden sangat serius setiap menerima ilmu dari kakeknya itu.


"Siap kek" Jawab Haiden kepada kakeknya sebelum dia menutup pembicaraan dan menutup telepon nya.


Setelah itu Haiden bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Usai mandi dan berpakaian Haiden langsung ke ruang makan untuk menyantap makan malam yang sudah di hidangkan oleh para asisten rumah tangga nya.


Saat sedang makan tiba-tiba Handphone yang diletakkan Haiden di meja makan berdering tanda telepon masuk. Haiden segera mengangkat Handphone nya setelah melihat nama Om Sulistyo di layar Handphone nya.


"Ya Hallo Om" Kata Haiden setelah mendengar kata Hallo dari Jenderal Sulistyo yang terdengar dari Handphone nya.


"Itu Om ada suruh anggota kepercayaan Om untuk nemani kamu selama di Jakarta. Lagi di jalan menuju rumah mu sekarang" Kata Jenderal Sulistyo yang saat ini berada di kamar Hotel Admadja Residance Medan bersama istrinya.


"Oke, siap Om" Balas Haiden yang terdengar di Handphone jenderal Sulistyo.


"Ya sudah. Kamu jaga diri baik-baik. Kalau ada apa-apa, segera hubungi Om" Kata Jenderal Sulistyo.


"Siap Om" Balas Haiden sebelum menutup telepon nya.

__ADS_1


Setelah itu Haiden melanjutkan kembali makan nya. Usai makan Haiden beranjak dari rumah makan ke ruang keluarga untuk menonton Tv sembari menunggu kedatangan anggota kepercayaan Jenderal Sulistyo.


Beberapa menit kemudian terdengar Bel rumah berbunyi. Salah seorang asisten rumah tangga langsung bergegas ke depan untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


Setelah melihat siapa yang datang dan mendapatkan jawaban apa tujuannya datang, asisten rumah tangga itu berbalik badan melangkah ke ruang keluarga untuk menyampaikan siapa yang datang kepada Haiden.


"Ada yang datang tuan muda. Katanya mau ketemu tuan muda, di perintahkan pak Sulistyo" Kata asisten rumah tangga itu ke pada Haiden.


"Suruh masuk bi. antar dia ke sini" Balas Haiden.


"Siap tuan muda" Jawab asisten rumah tangga itu lalu kembali berjalan ke depan untuk menjemput dan mengantar tamu tersebut.


"Selamat malam tuan muda" Kata tamu yang baru dibawa masuk oleh asisten rumah tangga Haiden itu.


Haden bangkit dari duduknya dan membalas ucapan tamunya itu "Selamat malam".


Haiden mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan tamunya itu. Tamunya itu pun menyambut uluran tangan Haiden.


Saat berjabatan tangan, Haiden berkata "Haiden".


Tamunya itu juga menyebut namanya "Aryo".


Haiden mempersilahkan tamunya yang bernama Aryo itu setelah melepas jabatan tangannya. Aryo langsung duduk setelah dipersilahkan duduk oleh Haiden.


"Mau minum apa pak Aryo?" Tanya Haiden kepada Aryo.


Aryo tersenyum lalu menjawab "Apa aja tuan muda".


Haiden tersenyum lalu bertanya lagi "Kopi bisa?".


"Bisa tuan muda" Balas Aryo".


Setelah memastikan, Haiden memanggil asisten rumah tangganya. Salah seorang asisten rumah tangganya segera datang menghampiri Haiden.


"Tolong buatkan dua gelas Kopi ya bi" Kata Haiden kepada asisten rumah tangganya.


"Siap tuan muda. Itu saja tuan muda?" Jawab asisten rumah tangga itu lalu balik bertanya.


"Makan ringan bolehlah kalau ada" Jawab Haiden Haiden.

__ADS_1


"Siap tuan muda" Kata asisten rumah tangga itu kemudian pergi meninggalkan Haiden dengan Aryo ke dapur untuk membuat kan kopi dan menyajikan makanan ringan buat Haiden dan Aryo


__ADS_2