
Tiba di kantor Partai Panca Karya, Kurnia langsung menghadap Mardan dan Jimmy diruang kerja Mardan sebagai Ketua Partai. Kurnia mengatakan bahwa Manager PT. Naga Terbang Berjaya tidak mau mengangkat telepon.
"Sudah berkali-kali saya coba hubungi, tapi Manager PT. Naga Terbang Berjaya itu tidak mengangkat ketua" Kata Kurnia kepada Mardan yang duduk dihadapannya.
"Kalau begitu segera kalian buat laporan. Masalah ini harus segera diselesaikan. Masih banyak lagi kerjaan kita" Kata Mardan kepada Jimmy dan Kurnia yang duduk disofa tepat dihadapan Mardan.
"Siap ketua" Jawab Jimmy dan Kurnia bersamaan.
Setelah itu Jimmy dan Kurnia langsung beranjak meninggalkan Kantor Partai Panca Karya Sumatera Utara untuk membuat laporan kepada yang berwajib. Mardan terlihat tampak kesal dengan pihak PT. Naga Terbang Berjaya.
"Kalian pikir kalian bisa sesuka hati di Negeri ini" Kata Mardan sendiri di ruang kerjanya.
Mardan bangkit dari sofa lalu berjalan menuju meja kerjanya. Saat duduk di kursi kerjanya, Mardan membuka Laptop yang ada di Meja kerjanya.
Baru saja Mardan membuka Laptopnya, Handphone yang ada di saku depan celananya berdering tanda panggilan masuk. Mardan langsung mengeluarkan Handphone lalu melihat siapa yang tengah menghubunginya.
Mardan langsung menerima telepon masuk itu, setelah mengetahui ternyata istrinya Wanti yang menghubungi nya.
"Iya, Hallo ma" Kata mardan menjawab kata Hallo dari Wanti.
"Pa. Barusan Melani telepon, nyuruh mama kerumahnya. Katanya Fani dan Rina juga kesana. Mama ke rumah Melani ya pa" Kata Wanti yang masih berada di rumahnya.
"Ya sudah. Tapi sama supir ya, jangan bawa mobil sendiri" Balas Mardan, terdengar di Handphone Wanti.
__ADS_1
"Siap ketua" Balas Wanti sembari bercanda pada suaminya tercinta.
Mendengar candaan isteri nya tercinta, Mardan tersenyum sebelum membalas "Bagus. Jadi anggota tidak boleh membangkang".
Wanti tertawa mendengar Mardan membalas candaannya dengan candaan kembali sebelum berkata "Ya sudah, mama dan anak-anak siap-siap dulu, biar langsung berangkat kami ya".
"Iya, hati-hati di jalan. Sampai rumah Melani kabari papa" Balas Mardan, terdengar di Handphone Wanti.
"Iya sayank" Balas Wanti sebelum menutup telepon nya.
Usai menutup pembicaraan dengan suaminya lewat telpon, Wanti langsung siap-siap untuk pergi kerumah Haiden dan Melani. Melani, Wanti, Fani dan Rina memang sering berkumpul tanpa suami mereka masing-masing.
Tapi bukan berarti mereka tidak pernah berkumpul semua seperti saat mereka masih pacaran dulu. dalam setahun, bisa tiga hingga empat kali Haiden membuat acara rekreasi dengan istri dan keluarga kecil sahabat-sahabatnya itu.
Usai bersiap-siap, Wanti langsung berangkat ke rumah Haiden dan Melani dengan kedua anaknya di antar oleh supir pribadi keluarga Mardan. Supir pribadi Mardan tersebut juga tercatat sebagai anggota Panca Karya sejak Panca Karya masih menjadi Gangster berkedok Organisasi Kepemudaan.
Tubuh supir pribadi Mardan dan Wanti tersebut penuh dengan Tatto. Jumlah tattonya melebihi jumlah tatto yang menghiasi tubuh Mardan.
Tubuh bertatto bukan lagi menjadi pemandangan yang tidak enak seperti berapa puluh tahun yang lalu. Sejak Panca Karya di ketuai Haiden, orang yang bertatto tidak lagi dipandang buruk ataupun di pandang sebelah mata.
Haiden mampu membuka cakrawala berpikir Rakyat Indonesia bahwa yang membuat Negara Indonesia dulu tidak maju itu bukan karena penampilan, tapi karena IQ bangsa Indonesia dibawah rata-rata bangsa lain. IQ bukanlah seperti benda mati yang tidak bisa dirubah.
Belajar banyak akan membuat IQ seseorang menjadi tinggi setinggi mungkin tergantung dari kemauan seseorang. Kemauan akan membentuk kemampuan dalam hal apapun yang ingin dicapai oleh siapapun.
__ADS_1
Saat ini IQ bangsa Indonesia mampu mengimbangi IQ bangsa Jepang, Taiwan, Singapura, Hongkong dan Negara-Negara lainnya yang pernah tercatat sebagai bangsa yang memiliki IQ tertinggi di Dunia. Haiden terkenal menjadi idola sebagian besar Rakyat Indonedai itu karena kecerdasan nya, bukan karena pencitraan nya.
Bangsa Indonesia dulu sangat mudah di adu domba dan mudah di jadikan pengkhianat bangsa oleh penjajahan bangsa sendiri usai di jajah bangsa asing. Usai lama di jajah bangsa asing, bangsa Indonesia kembali di jajah bangsa sendiri yang tergabung dalam Oligarki.
Sekarang bangsa Indonesia tidak lagi mudah di adu domba dan tidak mudah dijadikan pengkhianat bangsa lagi. Bangsa Indonesia sudah mulai memahami bahwa pemerintahan itu adalah perusahaan milik seluruh Rakyat Indonesia.
Bangsa Indonesia juga mulai memahami bahwa setiap bangsa Indonesia adalah pemilik saham di pemerintahan seperti pemilik saham disebuah perusahaan. Artinya, sekelas Presiden sekalipun dia hanyalah karyawan atau pekerja yang digaji oleh bangsa Indonesia.
Presiden bukanlah pemimpin seluruh masyarakat Indonesia, Gubernur bukanlah pemimpin seluruh masyarakat Provinsi, Bupati/Walikota bukanlah pemimpin masyarakat Kabupaten/Kota, Camat bukanlah pemimpin masyarakat kecamatan, Kepala Desa/Lurah bukanlah pemimpin Desa/Kelurahan.
Seorang Presiden itu pemimpin seluruh pekerja di pemerintahan mulai dari tingkat Nasional hingga tingkat terendah di Desa atau di kelurahan. Gubernur itu adalah pemimpin seluruh pekerja di pemerintahan mulai dari tingkat Provinsi hingga tingkat terendah di Desa atau kelurahan.
Bupati/Walikota itu pemimpin seluruh pekerja di pemerintahan mulai dari tingkat Kabupaten/Kota hingga tingkat terendah di Desa ataupun di kelurahan. Kepala Desa/Lurah itu pemimpin seluruh pekerja di pemerintahan mulai tingkat Desa/Kelurahan hingga tingkat RT, RW ataupun Kepling (Kepala Lingkungan).
Seorang Presiden, Gubernur, Bulati/Walikota, Kepala Desa/Lurah hingga RT, RW dan Kepala Lingkungan tidak memiliki hak untuk memerintah Rakyat. Rakyatlah yang berhak memerintah mereka semua karena mereka diangkat oleh Rakyat untuk mengelola harta kekayaan milik seluruh Rakyat Indonesia di dalam pemerintahan.
Pemahaman tersebut selalu disampaikan kepada seluruh Kader Panca Karya se Indonesia. Seluruh Kader Panca Karya pun selalu menyampaikan pemahaman tersebut kepada masyarakat umum.
Itu sebabnya sejak Panca Kaya masih menjadi Organisasi Kepemudaan hingga menjadi Partai, Panca Karya menjadi Organisasi yang di cintai sebagian besar Rakyat Indonesia. Posko pengaduan Masyarakat Partai Panca Karya tidak pernah sepi.
Posko tersebut selalu ramai oleh masyarakat setempat yang bukan hanya ingin melaporkan masalahnya saja, tapi juga ingin banyak belajar mengenai Hukum dan Politik. Rakyat Indonesia mulai sadar bahwa yang mampu membuat Negara mereka maju adalah kecerdasan bukan perasaan cerdas.
Oligarki memantau gerakan Haiden dengan tokoh-tokoh berpengaruh lainnya di Partai Panca Karya. Mereka paham betul, bahwa mereka tidak akan mungkin bisa kembali berkuasa bila Haiden dan Partainya tidak di lenyapkan.
__ADS_1
Itu sebabnya, Oligarki memiliki rencana untuk menghabisi Haiden dan membubarkan Partai Panca Karya. Oligarki juga tengah mempersiapkan kudeta terhadap Presiden Purwanto.