
Dua hari sebelum acara pelantikan Haiden sebagai Ketua Umum Panca Karya diadakan, Kelima sahabat Haiden sudah tiba di Jakarta. Haiden sangat gembira menyambut kedatangan Mardan, Suherman, Marwan, Wanti dan kekasih hatinya Melani.
Suherman dan Marwan ke jakarta juga tidak sendiri. Suherman membawa pacarnya Rina, dan Marwan membawa pacarnya Fani.
Alangkah tidak enaknya Suherman dan Marwan selama di Jakarta bila mereka berdua tidak membawa pacar mereka masing-masing. Sebab Haiden berpasangan dengan Melani, dan Mardan berpasangan dengan Wanti.
Saat kekasih dan sahabat-sahabatnya tiba di rumah Haiden, Aryo tidak ada di rumah. Dia harus menjalankan tugasnya sebagai seorang Polisi.
Meskipun Winda sudah dalam kurungan Polisi sebagai tersangka kasus teror terhadap Melani dan Haiden harus tetap di proses agar bisa segera di bawa ke pengadilan. Dan Arya saat ini tengah sibuk memprosesnya.
Sementara itu, Haiden dengan kekasih dan sahabat-sahabat tampak asyik ngobrol sembari meluapkan kebahagiaan mereka karena dapat berkumpul kembali dalam susana yang nyaman.
Disela-sela kebahagiaan mereka, Suherman yang duduk di hadapan Haiden berduaan dengan kekasihnya Rina tiba-tiba bertanya pada Haiden "Jadi Inisial WLJ dalam berita itu singkatan dari Winda Lestari Johan, anak fakultas kedokteran pindahan dari Jakarta yang pernah kau taksir itu Den?".
"Iya" Jawab Haiden.
"Ga ku sangka dia itu anak Ketua Umum Panca Karya. Dan yang lebih tak ku sangka lagi adalah, ternyata dia gila" Kata Suherman menanggapi jawaban Haiden.
"Dulu di tolaknya kau. Sekarang karena jatuh cinta sama kau, ngotot mau misah kan Melani dari kau dengan cara kriminal pula. Psikopat itu cewek" Kata Suherman lagi menyelesaikan ucapannya.
Haiden tersenyum setelah mendengar ucapan Suherman tadi, lalu berkata "Sudah lah ga usah di bahas lagi. Yang penting sudah beres semuanya".
"Oh iya, Aku mau kenalkan kalian dengan teman baruku. Dia yang menemani aku selama di sini" Kata Haiden kepada kekasih dan sahabat-sahabatnya.
"Cewek atau cowok Den?" Tanya Marwan.
Usai Marwan bertanya pada Haiden, spontan Fani menyubit paha Marwan sembari berkata "Kalau cewek kenapa?".
"Aduh sakit yank" Kata Marwan memang merasakan pahanya sakit di cubit Fani yang membuat Haiden, Melani, Mardan, Wanti, Suherman dan Rina tertawa.
"Ga ada. Cuma pengen tahu doang" Kata Marwan menjelaskan.
__ADS_1
Usai tertawa Haiden baru menjawab pertanyaan Marwan "Ya cowok lah".
"Sebentar aku hubungi dia dulu" Kata Haiden sembari mengambil Handphone nya yang diletakkan di atas meja tadi. Haiden membuka layar Handphone nya, mencari nomor kontak Aryo untuk dihubungi nya.
"Ya Hallo pak Aryo. Di mana posisi?" Kata Haiden setelah mendengar kata Hallo dari Aryo.
"Masih di kantor ni tuan muda" Jawab Aryo yang masih berada di kantor Polisi.
"Jam berapa bisa balik ke rumah pak Aryo?" Tanya Haiden, terdengar di Handphone Aryo yang diletakkan di telinganya.
"Ini sudah mau gerak tuan muda" Jawab Aryo.
"Oke. Saya mau kenalkan pak Aryo dengan sahabat-sahabat saya dari Medan" Kata Haiden membalas jawaban Aryo.
Setelah menutup percakapan di telpon nya dengan Haiden, Aryo langsung keluar dari ruang kerjanya. Aryo memang sudah bersiap-siap untuk sebelum Haiden menghubungi nya.
Perjalanan dari kantor Polisi ke rumah Haiden yang terletak di dalam salah satu perumahan elite di Jakarta itu memakan waktu sekitar satu jaman saja kalau tidak ada kemacetan. Tapi karena adanya kemacetan, sekitar satu setengah jam lebih barulah Aryo tiba di rumah Haiden.
Aryo langsung masuk kedalam rumah saat pintu sudah dibukakan oleh asisten rumah tangga tadi. Dia mendengar suara Haiden yang sedang bercengkrama dengan beberapa orang saat dia berjalan masuk kedalam rumah untuk menemui Haiden.
Baru saja Aryo menyapa Haiden, tiba-tiba Melani berkata "Loh mas Aryo..!".
"Melani" Balas Aryo yang baru menyadari keberadaan Melani disitu.
"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Haiden kepada Melani dan Aryo.
Melani yang berada di samping Haiden tersenyum pada Haiden lalu menjawab "Mas Aryo ini tunangan kak Wanda loh yank".
Haiden tampak kaget mendengar ucapan Melani barusan, lalu menatap Aryo sembari bertanya pada Aryo "Jadi pak Aryo mau menikah bulan dua tahun depan itu dengan kak Wanda, kakak sepupu nya Melani?".
"Iya tuan muda" Jawab Aryo sambil memperhatikan Melani yang memeluk lengan kiri Haiden.
__ADS_1
"Tuan muda, dengan Melani ada Hubungan apa?" Tanya Aryo yang masih berdiri dihadapan Hiden dan Melani yang juga berdiri saat melihat kehadiran Aryo tadi.
Haiden tidak langsung menjawab pertanyaan Aryo. Haiden meminta Aryo duduk dulu sebelum dia menjawab pertanyaan Aryo tadi.
Setelah sama-sama duduk barulah Haiden menjawab "Kami pacaran pak Aryo".
Aryo tertawa mendengar ucapan Haiden lalu berkata "Kok bisa kebetulan sekali ya tuan muda. Ga nyangka selama ini saya bersama calon ipar-iparan saya".
Haiden juga tertawa mendengar ucapan Aryo barusan lalu membalas ucapan Aryo "Iya ya. benar juga kata pak Aryo.
"Calon ipar-iparan kok yang satu manggil bapak, yang satunya lagi manggil tuan muda. Ipar-iparan apaan itu" Kata Mardan tiba-tiba menyindir Haiden dengan Aryo dengan nada bercanda.
Mendengar candaan Mardan yang menyindir Aryo dengan dirinya, Haiden membalas "Namanya juga baru tahu bro".
Setelah membalas ucapan Marah tadi, Haiden berkata pada pada Aryo "Mulai sekarang, pak Aryo jangan panggil saya tuan muda lagi. Panggil saya Haiden saja.
Mendengar ucapan Haiden kepada Aryo barusan, spontan Suherman menyela "Ya kau pun jangan pula manggil mas Aryo bapak. Mas aryo calon ipar-iparan mu bukan calon mertua mu"
Mereka semua tertawa usai mendengar ucapan Suherman kepada Haiden tadi. Susan semakin hangat ketika mengetahui bahwa orang yang akan diperkenalkan Haiden kepada Melani dengan sahabat-sahabatnya itu adalah calon kakak ipar-iparan nya sendiri.
Melani langsung menghubungi Wanda yang masih berada di Medan untuk memberitahukan soal kebetulan yang cukup menambah kebahagiaan bagi Haiden, Melani dan Aryo itu. Wanda juga terlihat kaget, karena tidak menyangka ternyata selama Haiden di Jakarta, tunangannya lah menemani calon adik iparnya itu.
Melani memberikan Handphone yang masih terhubung dengan Wanda ke pada Aryo, karena Wanda yang memintanya. Wanda ingin berbicara dengan Aryo.
"Hallo mas" Kata Wanda kenapa Aryo yang terdengar di Handphone Melani saat berada di telinga Aryo.
"Iya sayank" Balas Aryo.
"Jaga Melani dan Haiden baik-baik selama di sana ya yank". Kata Wanda lagi.
"Siap. Pastilah aku jagain. Sebelum tahu si Haiden bakal jadi ipar-iparan ku saja Haiden aku jagain, apa lagi sudah tahu begini" Kata Aryo membalas ucapan tunangannya itu sembari tersenyum.
__ADS_1