SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
MEMBURU MISTERI 7


__ADS_3

Di Jakarta, Haiden sedang berbicara dengan kepala pengawalnya bersama Aryo. Haiden menugaskan kepala pengawalnya itu untuk mengutus seseorang ke kantor Panca Karya Pusat.


"Siap tuan muda. Hari ini juga akan saya utus salah seorang anggota saya untuk menyampaikan pesan tuan muda ke Panca Karya" Kata kepala pengawal yang bernama Iskandar itu.


"Ya sudah, kamu sudah bisa gerak sekarang" Ucap Haiden.


Mendengar ucapan tuan mudanya itu, Iskandar bangkit dari duduknya kemudian memberi hormat kepada Haiden sebelum beranjak pergi keluar dari rumah Haiden. Haiden tidak mengantar Iskandar hingga keluar rumahnya, sebab dia harus melanjutkan pembicaraan dengan Aryo.


Diluar rumah Haiden, Iskandar langsung memilih salah satu anak buahnya untuk pergi ke kantor Panca Karya pusat, menyampaikan pesan Haiden kepada Johan sang ketua Umum Panca Karya. Gangster terkuat di Indonesia saat ini.


Salah seorang pengawal Haiden yang dipilih Iskandar langsung bergegas pergi ke kantor Panca Karya pusat, untuk menyampaikan pesan Haiden yang ingin bertemu dengan Johan setelah menerima perintah batasannya itu.


Sesampainya di kantor Panca Marga pusat, utusan Haiden menemui tiga orang pemuda bertatto yang sedang duduk di pos keamanan. Dia mengatakan bahwa dirinya ingin menyampaikan pesan tuan mudanya kepada ketiga pemuda bertatto itu.


"Siapa nama tuan muda lo?" Tanya salah seorang dari tiga pemuda bertatto itu.


"Haiden" Jawab pengawal Haiden yang di utus Iskandar itu.


"Oke. Lo tunggu di sini bentar, gue sampaikan pesan Lo ke ketua dulu" Balas pemuda bertatto itu, kemudian berjalan menuju pintu masuk kantor Panca Karya ya cukup megah itu.


Di depan pintu ruang kerja Ketua Umum Panca Karya, pemuda bertatto yang akan menyampaikan pesan Haiden kepada Johan itu berdiri sembari mengetuk pintu beberapa kali. Seorang pria di dalam ruang kerja Ketua Umum Panca Karya berteriak "Masuk saja".


Pemuda bertatto itu langsung membuka pintu dan masuk kedalam ruangan Ketua Umum Panca Karya itu. Di dalam dia langsung mengatakan "Lapor ketua".


"Ada apa?" Tanya pria bertubuh kekar yang sedang duduk di kursi, dibalik meja kerja dalam ruangan itu.


Pria bertubuh kekar, tidak lain adalah Johan sang Ketua Umum Gangster Panca Karya yang saat ini sedang di buru oleh Haiden. Johan mengenakan kemeja berwarna merah. kedua lengannya terlihat penuh dengan Tatto.


"Ada orang yang menyampaikan pesan dari tuan mudanya, katanya ketua" Kata pemuda bertatto itu menjawab pertanyaan Johan tadi.

__ADS_1


Johan mengernyitkan dahinya lalu bertanya "Haiden?".


"Iya ketua" Jawab pemuda bertatto yang berstatus anggota Gangster Panca Karya itu.


Johan tertawa besar mendengar jawaban anggotanya itu lalu berkata "Besar juga nyali mu ya Haiden. Kau memang layak menjadi menantuku".


"Katakan pada utusan Haiden, Aku mau bertemu dengannya. Besok suruh dia datang kesini, jam tiga sore" Kata Johan kepada anggotanya yang ada dihadapannya itu.


"Siap ketua" Jawab anggotanya itu sembari membalikkan badannya, kemudian melangkah keluar ruang kerja Johan.


Tiba di pos keamanan kantor Panca Karya Pusat, pemuda bertatto yang baru saja menghadap Johan tadi, langsung menyampaikan apa yang dikatakan Johan kepadanya tadi kepada pengawal Haiden yang di utus oleh Iskandar.


Setelah menerima balasan dari Johan yang disampaikan anggota Panca Karya, Pengawal Haiden itu langsung bergegas meninggalkan kantor Panca Karya pusat untuk menyampaikan balasan Johan kepada Iskandar.


Pengawal yang di utus untuk menyampaikan pesan Haiden itu menemui Iskandar di kantor khusus pengawal yang berada di perumahan Khusus Pengawal Haiden dan kakeknya.


"Lapor ndan. Ketua Umum Panca Karya mau bertemu tuan muda besok jam tiga sore di kantor Panca Karya pusat" Kata pengawal Haiden yang di utus Iskandar itu kepada Iskandar.


"Siap. Terima kasih Ndan" Jawab pengawal yang diutus ke kantor Panca Karya pusat itu.


Setelah menerima laporan anggotanya itu, Iskandar langsung bergegas pergi ke rumah Haiden untuk menyampaikan jawaban Johan sang ketua gangster Panca Karya. Haiden memang berpesan pada Iskandar, dia harus menyampaikan jawaban Johan kepadanya secara langsung, tidak melalui telepon.


Itu sebabnya Iskandar tidak langsung memberi tahu jawaban Johan kepada Haiden melalui telepon, dan langsung bergegas pergi ke rumah Haiden agar dia bisa segera menyampaikan balasan pesan dari Johan kepada Haiden secara langsung.


Di rumahnya, Haiden yang sedang berbincang bincang dengan Aryo tiba-tiba mendengar suara bel rumah berbunyi. Tanpa diperintah Haiden, salah seorang asisten rumah tangga Haiden langsung berjalan dari arah belakang rumah ke depan untuk membuka pintu masuk.


Karena sudah mengenal Iskandar dan tahu tujuannya, asisten rumah tangga Haiden itu langsung mempersilahkan Iskandar masuk kedalam rumah dan langsung menemui Haden bersama Aryo.


"Apa cerita ndar?" Tanya Haiden setelah melihat Iskandar duduk di Sofa yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Anggota saya menyampaikan bahwa Ketua Umum Panca Karya mau bertemu dengan tuan muda, besok jam tiga sore tuan muda" Jawab Iskandar.


"Haiden tersenyum lalu berkata "Bagus".


Aryo juga tampak tersenyum mendengar balasan pesan dari Johan yang disampaikan Iskandar barusan. Ternyata Johan benar-benar bernyali pikirnya.


"Kirim kan nomor rekening bank mu dengan rekening bank anggota yang kamu utus tadi, sekarang ke WA saya" Kata Haiden tiba-tiba kepada Iskandar yang ada dihadapannya saat ini.


"Siap tuan muda" Jawab Iskandar dengan wajah berseri sembari mengeluarkan Handphone dari saku depan celananya.


Iskandar tidak langsung mengirim nomor rekening bank nya ke pada Haiden. Dia meminta dulu nomor rekening anggotanya yang diutusnya untuk menyampaikan pesan Haiden kepada Johan tadi, agar bisa dikirim sekalian dengan nomor rekening bank nya kepada Haiden.


Setelah menerima nomor rekening bank anggotanya lewat pesan WA, barulah Iskandar mengirim nomor rekening nya bersama dengan nomor rekening anggotanya tadi melalui pesan WA nya ke pesan WA Haiden.


Handphone Haiden yang diletakkannya di atas mejapun bergetar dan berdering tan pesan WA masuk. Haiden segera mengangkat Handphone nya dari atas meja, kemudian membuka layar Handphone nya untuk melihat pesan masuk WA.


Haiden tampak sedang mengetik sesuatu di layar Handphone nya. Sementara Aryo dan Iskandar hanya melihat Haiden yang sedang mengetik di layar Handphone nya.


Beberapa saat kemudian Handphone Iskandar yang berada ditangannya bergetar dan berdering tanda pesan WA masuk lagi. Iskandar langsung membuka Handphone nya untuk melihat isi pesan WA masuk dari Haiden itu.


Mata Iskandar terbelalak melihat isi pesan WA dari Haiden itu. Spontan dia mengatakan "Terima kasih banyak tuan muda".


Haiden tersenyum lalu berkata "Anggota mu lebih banyak saya beri karena tugasnya lebih beresiko dari pada tugasmu. Saya harap kamu paham dan menerima".


"Siap tuan muda. Saya paham tuan muda" Jawab Iskandar dengan wajah berseri.


Walaupun dia menerima uang tdak lebih banyak dari pada anggotanya, tapi Iskandar tetap merasa senang. Sebab sepuluh juta rupiah bukan jumlah yang sedikit untuk melakukan tugas sepele.


Dia hanya menugaskan anggotanya dan hanya menyampaikan kembali hasil tugas yang dikerjakan anggotanya kepada Haiden. Sedangkan anggotanya beresiko nyawa bisa jadi taruhannya untuk menyampaikan pesan kepada Gangster yang terkenal kejam itu.

__ADS_1


Anggota Iskandar yang di tugas kan nya tadi pun tampak sangat gembira ketika dia menerima pesan WA dari Iskandar. Dia melihat bukti transfer dari Haiden dengan jumlah dua puluh juta rupiah di pesan WA nya yang di kirim Iskandar barusan.


__ADS_2