SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
SENJATA BERTEKNOLOGI LUAR BIASA


__ADS_3

Haiden kembali menutup matanya untuk melihat apa yang telah terjadi dimasa lalu antara Ayah Akemi Honda dengan Hirata sang Ketua Ninja. Dia juga ingin mengetahui apa penyebab dari kemarin Ayah Akemi Honda.


Dalam sekejap bagaikan di dalam mimpi, semua gambaran dimasa lalu mengenai pertikaian antara Ayah Akemi Honda dengan Hirata pun terlihat jelas di dalam pikirannya Haiden. Dia terlihat mengernyitkan dahinya, dan matanya yang terpejam terlihat bergerak gerak.


Akemi Honda hanya terdiam melihat Haiden yang tiba-tiba diam sembari memejamkan matanya. Dalam benaknya Akemi Honda bertanya tanya "Sedang apa dia? Apakah dia sedang menerawang masa lalu Ayahku dengan Akira?"


Setelah beberapa menit menerawang, Haiden terlihat membuka matanya sebelum berkata "Sebelum pertarungan terjadi antara Ayahmu dengan Hirata, ternyata Ayahmu telah diracuni saudaraku Akemi Honda".


"Itu sebabnya Ayahmu mudah ditaklukkan oleh Hirata" Lanjut Haiden.


"Aku sudah tahu bahwa Ayahku di racuni. Setelah kematiannya, kami melakukan Autopsi saudaraku Haiden" Kata Akemi Honda, menanggapi penjelasan Haiden.


"Tapi apakah kau tahu siapa yang telah meracuni Ayahmu saudaraku Akemi?" Tanya Haiden.


"Aku tidak tidak tahu. Tapi aku yakin, siapapun yang meracuni Ayahku pasti itu anggota Ninja, atau bahkan itu dilakukan oleh Hirata sendiri" Jawab Haiden.


Mendengar jawaban Akemi Honda, Haiden tersenyum lalu berkata "Yang meracuni Ayahmu adalah Ibumu saudaraku Akemi".


"Apa...?! Itu tidak mungkin terjadi saudaraku Haiden" Kata Akemi Honda menanggapi ucapan Haiden.


"Dimana Ibumu sekarang saudaraku Akemi?" Tanya Haiden.


Akemi Honda mengernyitkan dahinya sembari berkata "Menurut keterangan anggota Yakuza yang ikut menyaksikan pertarungan Ayahku dengan Akira, saat Ayahku tewas Akira dan pasukan Ninja nya menyerang mereka, termasuk Ibuku yang saat itu ikut menyaksikan".


"Ibuku bertarung dengan salah seorang Ninja. Naas Ibuku terjatuh kedalam tebing Tojinbo, dan kami yakin Ibuku telah tewas".


Mendengar penjelasan Akemi Honda, Haiden tersenyum lalu berkata "Ibu masih hidup".


"Apa...?" Kata Akemi Honda, terkejut mendengar ucapan Haiden.

__ADS_1


"Sebelum Ayahmu tewas, sudah lama Ibumu selingkuh dengan Hirata. Ibumu jatuh ke dalam tebing Tojinbo itu hanya rekayasa saja saudaraku Akemi" Kata Haiden kepada Akemi Honda.


"Kamu yakin dengan apa yang kamu katakan ini saudaraku Haiden?" Tanya Akemi Honda, merasa tidak percaya dengan apa yang disampaikan Haiden.


"Itu yang aku lihat dalam penerawangan ku saudaraku Akemi. Sejak hari itu, Ibumu hidup bersama Akira ditempat yang tidak kamu ketahui saudaraku Akemi" Jawab Haiden.


"Dimana ibuku berada saat ini saudaraku Haiden?" Tanya Akemi Honda dengan wajah yang terlihat semakin penasaran.


"Di bawah tebing Tojinbo saudaraku Akemi" Jawab Haiden.


Setelah mendengar penjelasan Haiden barusan, wajah Akemi terlihat memerah. Matanya memancarkan aura dendam yang menyala nyala.


"Aku akan menyelidiki apa yang baru saja kamu jelaskan padaku saudaraku Haiden. Akan ku bunuh wanita pengkhianat itu, meskipun dia ibu kandungku" Kata Akemi Honda kepada Haiden.


"Untuk urusanmu dengan Akira, dengan senang hati aku akan membantumu saudaraku Akemi. Tapi urusan antara kamu dengan ibumu aku pikir aku tidak layak untuk ikut campur" Kata Haiden kepada Akemi Honda.


"Kamu sudah banyak membantuku saudaraku Akemi. Jadi sudah selayaknya aku membantumu juga. Kamu tidak perlu berterima kasih" Kata Haiden menanggapi ucapan Akemi".


Mendengar ucapan Haiden, Akemi Honda bangkit dari duduknya. Haiden juga ikut berdiri, kemudian mereka berpelukan.


"Mulai detik ini kamu sama seperti saudara kandungku saudaraku Haiden" Kata Akemi Honda saat memeluk Haiden.


"Ya kita adalah saudara" kata Haiden setelah melepas pelukannya dengan Akemi Honda.


Keesokan harinya Akemi Honda mengajak Haiden ke pabrik pembuatan senjata. Di pabrik tersebut juga memproduksi Taksido anti peluru yang akan dihadiahkan kepada Haiden.


Mardan, Suherman dan Marwan tidak ikut ke pabrik senjata milik Akemi Honda itu. Hanya Irjen Aryo saja yang ikut bersama Haiden.


Senjata yang di produksi oleh perusahaan milik Akemi Honda bukanlah senjata biasa. Semua senjata yang diciptakan di perusahaan milik Akemi Honda tersebut berteknologi tinggi dan cukup.canggih.

__ADS_1


Senjata api yang di ciptakan oleh perusahaan milik Akemi Honda tidak lagi menggunakan peluru, tapi menggunakan kekuatan laser yang dapat menembus baja yang cukup tebal. Tidak ada pakaian anti peluru yang dapat menahan kekuatan laser dari senjata api ciptaan dari perusahaan milik Akemi Honda itu, selain pakaian anti peluru yang di produksi perusahaan milik Akemi Honda.


Haiden dan Irjen Aryo terlihat sangat kagum ketika melihat anggota Akemi Honda mempraktekkan fungsi dari setiap senjata yang diproduksi dalam pabrik tersebut. Bahkan Haiden pun terlihat sangat bersemangat ingin mencoba menggunakan semua senjata-senjata yang dilihatnya.


"Bolehkah aku mencoba untuk menggunakan senjata-senjata tersebut Saudaraku?" Tanya Haiden kepada Akemi Honda.


Mendengar pertanyaan Haiden, Akemi Honda tertawa sebelum menjawab "Jangankan hanya mencoba, kalau kau meminta untuk kau miliki akan kuberikan saudaraku Haiden".


Irjen Aryo tidak terlalu memperhatikan dan mendengar pembicaraan antara Haiden dengan Akemi Honda karena dia tidak memahami bahasa Jepang. Dia lebih memilih untuk fokus memperhatikan senjata-senjata yang terlihat sangat mengagumkan itu.


Disaat Irjen Aryo melihat Haiden tidak sedang berbicara dengan Akemi Honda, dia bertanya pada Haiden "Apakah kita boleh mencoba senjata-senjata ini Den?"


Haiden tersenyum lalu menjawab "Boleh mas. Tadi saya sudah bertanya pada Akemi".


"Kapan kita bisa mencobanya?" Tanya Irjen Aryo lagi kepada Haiden.


"Kalau mas Aryo mau mencoba sekarang juga boleh" Jawab Haiden.


"Ya kalau diperbolehkan saya mau mencoba sekarang" Kata Irjen Aryo menanggapi jawaban Haiden.


Haiden langsung menyampaikan keinginannya dan keinginan Irjen Aryo untuk langsung mencoba beberapa senjata kepada Akemi Honda. Dengan cepat Akemi Honda pun memerintahkan anggotanya untuk mempersiapkan beberapa senjata yang akan dicoba oleh Haiden dan Irjen Aryo.


Ada sekitar sepuluh jenis senjata yang dipersiapkan anggota Akemi Honda untuk dicoba oleh Haiden dan Irjen Aryo. Mereka juga mempersiapkan beberapa jenis pakaian anti senjata api dan senjata tajam termasuk Taksido yang akan dihadiahkan kepada Haiden.


Irjen Aryo tampak mudah menggunakan senjata-senjata tersebut, sebab dia memang sudah terlatih menggunakan berbagai jenis senjata api. Apa lagi senjata berkekuatan laser ini jauh lebih ringan dari semua jenis senjata api yang biasa digunakannya.


Irjen Aryo terlihat terkejut ketika melihat Haiden juga dengan mudah menggunakan senjata yang dicobanya. Semua tembakan Haiden tepat sasaran, tanpa ada yang meleset sedikit pun.


"Sudah seperti penembak jitu saja adik iparku ini. Entah kapan dia belajar menembak hingga bisa sehebat ini" Kata Irjen Aryo dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2