
"Sebentar lagi saya hubungi kamu" Kata Haiden kepada Bimo, sebelum dia menutup Handphone nya.
"Berapa banyak taruhan si Marwan tadi Fan?" Tanya Haiden kepada Fani.
"Dua ratus lima puluh juta Den. Jadi total sana kemenangan lima ratus juta mereka ambil semua" Jawab Fani.
Setelah mendapat jawaban dari Fani, Haiden kembali menghubungkan Bimo.
"Di mana keberadaan A Cun saat ini Bim?" Tanya Haiden kepada Bimo lewat Handphone saat sudah terhubung.
"Saat ini dia dengan anggotanya ada di Diskotik X-Fire tuan muda" Jawab Bimo, terdengar dari Handphone Haiden.
"Cari dia sampai dapat dan bawa dia ke perusahaan kalian dalam keadaan hidup" Perintah Haiden kepada Bimo.
Bimo yang berada di lokasi yang tidak jauh dari Diskotik X-Fire menjawab "Siap tuan muda".
Setelah menutup Handphone nya, Bimo dan puluhan pengawal Haiden lainnya segera masuk kedalam mobil masing-masing langsung menuju Diskotik X-Fire. Mereka semua membawa senjata tajam yang disembunyikan dibalik pakaian mereka masing-masing.
Di ruang tunggu rumah sakit, Aryo berkata pada Haiden "Kamu hubungi lagi pengawal mu. Katakan pada mereka, usahakan jangan ada keributan di dalam Diskotik itu. Pancing saja mereka keluar dulu".
"Emang kalau terjadi keributan di dalam Diskotik kenapa Mas?" Tanya Haiden kepada Aryo.
"Nanti jadi melebar masalahnya. Bisa saja keributan yang terjadi malah melukai orang yang tidak tahu apa-apa" Jawab Aryo.
"Oke. Paham saya Mas" Jawab Haiden sebelum dia kembali menghubungi Bimo.
Tapi saat Haiden mencoba untuk menghubungi Bimo lewat Handphone nya, Bimo tidak mengangkat panggilan dari Haiden. Beberapa kali Haiden mencoba untuk menghubungi, namun Bimo tetap tidak mengangkat panggilan telepon dari Haiden.
Ternyata Handphone Bimo tertinggal di mobil nya. Sementara itu Bimo dengan empat pengawal lainnya sudah masuk ke dalam Diskotik X-Fire.
Puluhan pengawal lainnya berada di area parkiran Diskotik menunggu Bimo dan empat pengawal lainnya kembali dengan membawa A Cun. Sebelum masuk ke dalam Diskotik, Bimo berpesan kepada rekan-rekannya, bila dalam satu jam dia dan keempat temannya belum keluar maka mereka semua segera masuk kedalam Diskotik.
Di dalam ruang management Diskotik Bimo meminta manager Diskotik untuk menghentikan Musik, dan menghidupkan lampu terang. Awalnya manager Diskotik menolak permintaan Bimo.
__ADS_1
"Saya sedang mencari seseorang. Saya meminta anda untuk mematikan musik sebentar dan menghidupkan lampu terang, agar mempermudah saya menemukan orang tersebut" Kata Bimo menanggapi penolakan manager Diskotik itu.
"Ini demi menghindari keributan. Kalau anda tidak mau menuruti permintaan saya, saya akan tetap mencari orang tersebut, dan saya jamin keributan akan terjadi" Kata Bimo lagi dengan tegas.
Manager Diskotik itu tampak mengernyit kan dahinya sebelum bertanya "Kalian siapa sebenarnya, dan mencari siapa?".
"Kami pengawal tuan muda Haiden. Ketua Umum Panca Karya" Jawab Aryo.
Manager Diskotik itu tampak Shock mendengar Bimo menyebut nama Haiden sang Ketua Umum Panca Karya yang baru itu. Wajahnya mulai memucat.
"La.. La.. Lu siapa yang kalian cari?" Tanya Manager Diskotik kepada Bimo terbata-bata.
"Kamu mencari A Cun, Boss Bengkel Halilintar Jaya" Jawab Bimo.
"A Cun?" Kata manager Diskotik itu merespon jawaban Bimo barusan.
"Iya. Dia ada di sini kan?" Tanya Bimo lagi.
"Tapi menurut saya, lebih baik anda ambil dia di luar Diskotik. Saya akan perintahkan cewek cantik untuk pancing dia keluar dari Diskotik sendirian, meninggal anggota nya di kandang" Kata manager Diskotik itu memberi saran kepada Bimo.
Bimo mengernyit kan dahinya sebelum bertanya "Kenapa tiba-tiba anda mau membantu saya?"
Manager Diskotik itu tersenyum lalu menjawab "Selain karena kalian utusan ketua Haiden, saya memang tidak suka dengan A Cun. Beberapa kali dia tidak mau membayar full bill nya".
"Dia dan anggota nya selalu bersikap arogan, karena dia adik kandung Gubernur saat ini" Kata manager itu lagi, menjelaskan kenapa dia mau membantu Bimo.
Akhirnya Bimo sepakat dengan saran manager Diskotik itu. Manager Diskotik itu langsung memerintahkan salah seorang wanita penghibur yang paling cantik di Diskotik itu untuk memancing A Cun keluar dari kandang.
Wanita Penghibur yang dipanggil manager Diskotik untuk memancing A Cun keluar dari kandangnya itu benar-benar cantik dan seksi. Bimo saja sampai tak bisa menolak matanya untuk terus menatapnya.
"Kenalkan, ini Nela "Kata manager Diskotik memperkenalkan Wanita Penghibur itu kepada Bimo.
Bimo mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Wanita Penghibur yang bernama Nela itu. Saat Nela menjabat tangannya, Bimo menyebutkan namanya.
__ADS_1
"Bela bang" Balas Nela setelah Bimo menyebut namanya untuk memperkenalkan diri.
Setelah berjabat tangan untuk memperkenalkan diri pada Bimo, Nela juga berjabat tangan dan memperkenalkan diri kepada keempat rekan Bimo.
Setelah itu Nela langsung melaksanakan tugasnya untuk memancing A Cun keluar dari kandangnya. Nela bergoyang mengikuti irama musik seakan akan sudah dalam pengaruh obat didepan kandang A Cun.
A Cun yang sedang menikmati miras di dalam kandangnya bersama anggota nya, dan juga beberapa Wanita Penghibur mulai melirik Nela yang sedang bergoyang hot di depan kandangnya. Sambil bergoyang A Cun bangkit dari duduknya untuk menghampiri Nela.
"Kamu sendirian saja sayank" Bisik A Cun saat memeluk Nela dari belakang.
"Iya bang. Abang sendiri juga?" Jawab Nela sembari bertanya balik dan tetap bergoyang dalam pelukan A Cun.
"Enggak. Aku bersama anggota ku tu di dalam kandang. Kita masuk ke kandang yok" Ajak A Cun sembari tetap memeluk Nela dari belakang.
"Males Nela bang. Kalau keluar dari Diskotik berdua Nel mau" Kata Nela merespon ajakan A Cun".
Mendengar ucapan Nela, gairah birahi A Cun meningkat. Sembari mengeratkan pelukannya A Cun berkata "Ke Hotel aja kita yok!?".
Bela membalikkan tubuhnya sebelum menjawab "Ayok".
Saat berhadapan dengan wajah Nela yang benar-benar terlihat cantik itu, pikiran mesum A Cun semakin menjadi jadi. A Cun meminta Nela untuk menunggu nya sebentar sebelum dia masuk kedalam kandangnya.
A Cun mengatakan pada anggota nya untuk tetap tinggal di kandang. Dia akan pergi meninggalkan mereka untuk pergi dengan Wanita cantik yang ada di depan kandang mereka.
A Cun meninggalkan sejumlah uang kepada anggota nya sebelum dia keluar dari kandang dan langsung keluar dari gedung Diskotik. Acun merangkul pinggang Nela sepanjang perjalan dari dalam Diskotik ke mobil mewahnya di parkiran.
Di dalam mobil yang masih terparkir, A Cun bertanya pada Nela "Kau mau di Hotel mana dek?".
"Kalau Hotel Admadja Residance gimana bang?" Jawab Nela dengan manja.
"Tinggi juga selera mu ya sayank. Oke kita ke sana sekarang" Kata A Cun merespon jawaban Nela, sembari mencubit mesra hidung Nela.
Mobil mewah A Cun melaju perlahan keluar dari area Diskotik X-Fire.
__ADS_1