
Di awal tahun, Jenderal Sulistyo diangkat menjadi Kepala Polisi Republik Indonesia oleh Presiden. Aryo juga naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal tak lama usai pernikahannya dengan Wanda.
Pesta pernikahan Aryo dengan Wanda berlangsung dengan sangat megah dan meriah. Bahkan Presiden juga hadir dalam pernikahan Aryo dan Wanda.
Di pertengahan tahun, Haiden, Melani, Marah, Wanti, Suherman dan Marwan melaksanakan Wisuda. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada bulan Agustus Haiden melamar Melani.
Pesta pernikahan Haiden dengan Melani juga berlangsung sangat megah dan meriah. Maklum, selain di kenal sebagai pewaris tunggal perusahaan raksasa Admadja Grup, Haiden juga menjadi idola para remaja di dunia maya.
Haiden punya management khusus untuk mengelola konten-konten nya di Sosial Media. Semua kegiatannya kini direkam menjadi konten.
Kekayaan Haiden semakin tidak terhitung saat ini. Tuan Besarpun sudah menyerahkan seluruh tanggung jawab perusahaan kepada Haiden.
Tuan besar kini tinggal menikmati masa tuanya dengan berbagai macam kegiatan santai sambil menanti cicit dari Haiden.
Proyek pembangunan Lokalisasi di pulau sembilan sudah berjalan. Sekolah gratis yang di bangun oleh Mami Melani juga sudah hampir selesai.
Dua tahun usai pernikahan Haiden dengan Melani, mereka berdua dikaruniai sepasang anak kembar. Yang laki-laki mereka beri nama Riko Admadja, dan yang perempuan diberi nama Rika Admadja.
Tuan besar sangat bahagia menyambut kelahiran cicit kembar nya itu. Dia meminta Haiden membuat pesta besar untuk merayakan kelahiran Riko dan Rika.
Dengan senang hati Haiden menuruti permintaan kakeknya itu. Haiden membuat pesta kelahiran kedua anal kembarnya itu dengan sangat meriah di rumahnya.
"Ganteng dan cantik anak-anak mu bro. Iri aku bah" Kata Mardan kepada Haiden saat menghadiri pesta kelahiran anak kembar sahabatnya itu.
"Ngapain kau iri. Aku yakin anakmu juga ganteng itu nanti" Bales Haiden.
Tiga bulan setelah Haiden dan Melani menikah, Mardan juga melangsungkan pernikahannya dengan Wanti. Dan saat ini Wanti tengah mengandung anak Mardan.
__ADS_1
Menurut pemeriksaan dokter melalui USG, calon anak mardan yang masih didalam perut Wanti berjenis kelamin laki-laki. Saat ini Wanti datang ke acara pesta kelahiran adak Haiden dan Wanti dengan kondisi perutnya yang besar karena sedang mengandung.
Suherman, Rina, Marwan dan Fani juga ada di sana. A Cun juga datang bersama abangnya A Cun yang masih menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara saat ini.
Jenderal Sulistyo dan istrinya tampak asyik sedang mengobrol dengan tuan besar dan kedua orang tua Melani. Sedangkan Aryo dan Wandan masih dalam perjalanan dari bandara kualanamu langsung menuju rumah Haiden.
Beberapa menit kemudian tampak Aryo dengan Wanda yang sedang menggendong bayinya memasuki rumah Haiden, dan langsung menyalami Haiden yang sedang asyik ngobrol dengan sahabat-sahabatnya.
"Selamat ya Den" Kata Aryo kepada Haiden setelah Wanda yang terlebih dahulu menyalami Haiden sembari mengucapkan selamat ke pada Haiden.
"Terima kasih Mas" Jawab Haiden kepada Aryo sembari tersenyum.
Aryo dan Wanda juga menyalami sahabat-sahabat Haiden. Setelah menyalami dan mengucapkan selamat atas kelahiran anak Haiden, juga menyalami sahabat-sahabat Haiden itu, Aryo dan Wanda bergegas mendekati tuang besar, Papi Melani, Mami Melani, Jenderal Sulistyo dan istrinya untuk menyalami mereka.
"Selamat ya tuan besar atas kelahiran cicit tuan besar" Kata Aryo saat menyalami tuan besar.
"Apa. Tuan besar?" Reaksi tuan besar mendengar ucapan Aryo.
"Oh iya maaf kek" Balas Aryo spontan saat mendengar ucapan tuan besar.
"Gitu dong" Kata tuan besar menanggapi ucapan Aryo sebelum tertawa.
Papi Melani, Mami Melani, Jenderal Sulistyo dan istrinya juga ikut tertawa saat tuan besar tertawa. Wanda menyusul menyalami tuan besar usai tuan besar tertawa.
"Selamat ya kek" Kata Wanda kepada Tuan besar.
"Terima kasih ya" Jawab tuan besar sembari tersenyum.
__ADS_1
Aryo dan Wanda juga menyalami Papi Melani, Mami Melani, Jenderal Sulistyo dan istrinya. Setelah itu Aryo kembali menghampiri Haiden yang masih asyik ngobrol dengan sahabat-sahabat nya.
Sebelum meninggalkan tuan besar dengan Papi Melani, Mami Melani, Jenderal Sulistyo dan Istrinya, Wanda menyerahkan bayi perempuannya kepada Mami Melani karena Mami Melani ingin menggendong anak Aryo dengan Wanda itu.
Kemudian Wanda mengajak Wanti, Fani dan rina untuk menemui Melani yang saat ini sedang dirias oleh perias di dalam kamarnya. Melani tampak bahagia saat melihat Wanda, Wanti, Fani dan Rina masuk ke kamarnya.
Wanda, Wanti, Fani, dan Rina langsung menyalami Melani dan mengucapkan selamat atas kelahiran anak kembar Melani dengan Haiden. Perias terpaksa menghentikan kerjanya sebentar saat Melani bersalaman dengan kakak sepupu nya dan sahabat-sahabatnya itu.
Setelah itu Melani kembali dirias, sedangkan Wanda, Wanti, Fani dan Rina melihat anak kembar Melani dengan Haiden. Wanda, Wanti, Fani dan Rina tampak geram melihat anak kembar Melani dan Haiden yang terlihat menggemaskan itu.
Diluar kamar pribadi Melani dan Haiden, Tamu undangan sudah terlihat ramai memenuhi ruang tamu Haiden yang cukup luas itu. beberapa menit kemudian, saat Haiden tengah asyik ngobrol dengan sahabat-sahabatnya, pembawa acara berkata "Kita sambut nyonya muda Melani dengan kedua kembarnya".
Melani keluar dari kamarnya sambil menggendong Baby Riko bersama Fani, Rina, dan Wanda yang sedang menggendong Baby Rika menuju ruang tamu setelah mendengar ucapan pembawa acara. Haiden langsung Meninggalkan Aryo dan sahabat-sahabatnya untuk mengambil Baby Rika dari Wanda.
Acara pesta kelahiran anak kembar Haiden dengan Melani itu berlangsung sangat meriah. Kegembiraan juga terpancar dari wajah Papi dan Melani atas kelahiran cucu kembar mereka.
Kameraman khusus mengambil Foto terlihat sibuk mengambil gambar. Demikian pula kameraman yang khusus merekam Video juga terlihat sibuk merekam kegiatan Haiden untuk menjadi kontennya di Media Sosial.
Usai acara pesta kelahiran anak kembar, Video dan foto-foto Haiden dan kedua anak kembarnya itu di unggah ke semua akun Media Sosial Haiden. Dalam sekejap saja, Video dan foto-foto tersebut Viral di dunia maya.
Ucapan selamat kepada Haiden atas kelahiran anak kembarnya itu pun langsung membanjiri postingan-postingan yang di unggah di Media Sosial dari netizen fans Haiden. Mereka turut berbahagia melihat putra dan putri kembar Haiden.
Berbagai macam komentar mendampingi ucapan selamat para netizen. Ada yang mengatakan "Wih, anaknya ganteng dan cantik", ada yang mengatakan "Wajar anaknya cantik dan ganteng, wong papa nya ganteng, mamanya cantik, dan masih banyak lagi komentar positif lainnya.
Setahun kemudian, Haiden dirundung kesedihan yang sangat mendalam karena dia harus kehilangan kakeknya untuk selama-lamanya. Tuan besar meninggal dunia karena serangan jantung.
Tuan besar meninggal dunia di usia enam puluh sembilan tahun. Dia meninggal sebagai legenda pengusaha terkaya di Indonesia.
__ADS_1
Kakek Haiden itu mendapat julukan sang pemimpin dan kini julukan tersebut diwariskan kepada Haiden sang pewaris tunggal. Pewaris tunggal segala apa yang dimiliki tuan besar.
Semenjak kematian kakek terkasihnya, seluruh karyawannya menyapa Haiden dengan sebutan tuan besar. Dengan demikian Melani disapa dengan sebutan nyonya besar.