
Pagi hari Haiden tampak sangat tergesa-gesa. Usai mandi dan berpakaian dia tidak sempat menyantap makanya yang sudah dihidangkan di meja makannya oleh asisten rumah tangganya.
"Loh tuan muda, kok ga dimakan sarapannya?" tanya salah satu asisten rumah tangga yang berasal dari pulau jawa.
"Ga sempet bi inah. Kasihkan saja sama satpam nanti ya" Kata Haiden sambil berjalan cepat keluar dari dalam rumahnya.
Setelah masuk kedalam mobilnya, Haiden langsung melajukan mobil dengan perlahan dari garasinya hingga pintu gerbangnya. Setelah keluar dari gerbangnya Haiden melajukan mobilnya agak kencang.
Bahkan Haiden lupa membunyikan klason mobilnya saat melewati pos satpamnya. Biasanya dia selalu membunyikan klakson mobil setiap melewati pos satpamnya untuk menyapa para penjaga rumahnya.
Di perjalanan Haiden menghubungi Melani yang ada dirumahnya. Melani baru saja selesai mandi, dan kini sedang berpakaian.
"Hallo yank" Kata Haiden yang terdengar dari Handphone Melani yang diletakkan di telinganya.
"Iya Hallo yank. Kamu dimana?" Tanya melani kepada Haiden melalui Handphone nya.
"Aku sudah di jalan. Kamu sudah siapkan?" Tanya Haiden yang masih diperjalanan didalam mobilnya kepada kekasih hatinya itu.
"Sudah siap pakaian. Tinggal dandan aja yank. Emang kenapa?" Tanya Melani penasaran, kenapa seperti nya Haiden sangat terburu-buru.
"Aku sudah telat yank" Jawab Haiden.
"Ya Ampun. sudah telat berapa bulan yank" Tanya melani bercanda.
"Kamu ini, makin nakal aja sekarang ya. Aku ada kelas jam setengah delapan. Ini sudah jam delapan loh" Jawab Haiden serius.
"Iya iya. Kamu nyampek rumah, aku pasti uda siap" Kata Melani meyakinkan Haiden.
"Gitu dong" Balas Haiden yang terdengar di Handphone Melani.
"Ya sudah tutup teleponnya biar aku siap-siap" Kata melani lagi.
"Oke" balas Haiden kemudian memutus hubungan teleponnya.
Setelah telepon ditutup, Melani langsung duduk di kursi tioletnya untuk berdandan. Melani memang telaten dalam hal merias wajah.
Meskipun tidak memakan waktu lama untuk mendandani wajah namun hasilnya cukup sempurna. Melani terlihat sangat cantik sama seperti hari-hari sebelumnya.
Tidak sedikit mahasiswa yang tertarik pada Melani sebelum menjadi kekasih Haiden. Sampai saat inipun masih banyak mahasiswa yang tertarik padanya, namun mereka tidak berani mendekatinya.
__ADS_1
Bukan tidak berani mendekatinya karena dia sudah menjadi pacar Haiden saja, tapi juga karena setiap ada yang mencoba menyatakan cinta pada Melani pasti di tolaknya.
Melani selalu menolak cinta dari siapapun itu karena Melani memang sudah lama Melani tertarik pada Haiden. Sejak awal perkenalan mereka.
Melani tertarik akan kecerdasan Haiden. Juga sikap baik hatinya kepada siapapun dari masih Haiden terkenal sebagai Mahasiswa Culun hingga Haiden menjadi Mahasiswa yang penuh karisma ketampanannya.
Baru saja Melani selesai berdandan, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya. Yang mengetuk pintu tersebut adalah asisten rumah tangganya.
"No, tuan muda Haiden sudah ada di teras rumah menunggu Non Mel" Kata asisten rumah tangga Melani dari luar kamar Melani.
"Loh kok ga di suruh masuk bi?" Tanya Melani dari dalam kamar nya.
"Sudah bibi suruh masuk, tapi tuan muda ga mau masuk. Tuan muda suruh bibi panggil non Mel aja. Tapi tuan muda Haiden di temani nyonya kok non" Jawab asisten rumah tangganya yang terdengar dari luar kamar Melani.
Melani tidak menyahuti lagi penjelasan asisten rumah tangganya itu. Dia bangkit dari kursi tiolet nya lalu berjalan untuk keluar dari kamarnya.
Setelah terbuka pintu dan melihat majikannya keluar dari dalam kamar, asisten rumah tangga itu berkata "Ya sudah. Bibi kedapur lagi ya non. Itu sarapannya tinggal bibi hidangkan saja".
Ya sudah. Tapi buat sarapannya untuk mama saja ya. Mel ga sempat sarapan. Tuan Haiden ada kelas" Kata Melani membalas ucapan asisten rumah tangganya itu.
Mendengar ucapan Melani, asisten rumah tangga itu mengangguk kemudian berlalu meninggalkan Melani. Melani pun segera melangkah kan kakinya untuk keluar menemui Haiden yang sudah berada di teras rumahnya bersama mami nya.
Mendengar suara Melani, Haiden yang sedang mengobrol dengan mami Melani menoleh untuk menatap Melani.
"Ayok" Jawab Haiden singkat kepada Melani.
"Tan, nanti kita sambung lagi obrolan kita ya. Haiden uda telat masuk kelas ni. Pokoknya tante buat saja dulu proposal nya". Kata Haiden kepada mami Melani.
Mendengar ucapan Haiden kepada maminya, Melani mengernyitkan dahinya dan bertanya "Ngobrolin apaan sih?" kepada Haiden dan mami nya.
"Mau tahu saja. Ini urusan Mami dengan calon mantu mami" Jawab mami Melani bercanda pada Melani.
"Sudah nanti saja dibahas loh yank. Aku sdah telat" Kata Haiden kepada Melani.
Melani berpura-pura cemberut karena tidak mendapatkan jawaban dari maminya dan Haide dan berkata "Ya udah deh".
Setelah itu Haiden dan Melani pamit kepada mami Melani sebelum melangkah masuk ke dalam Mobil Haiden yang derada didepan pintu gerbang rumah melani.
Mobil Haidenpun melaju setelah mobil di hidupkan nya. Didalam mobil, Melani tampak baru memasak sabuk pengaman nya setelah mobil berjalan beberapa meter.
__ADS_1
"Kamu ada kelas jam berapa yank?" Tanya Haiden kepada Melani yang berada disamping nya.
"Jam sepuluh yank. Emang kenapa?" Jawab Melani dan balik bertanya pada Haiden.
"Gapapa. Kamu di mana entar nunggu jam sepuluh?" Tanya Haiden lagi.
Melani menoleh untuk melihat wajah Haiden yang sedang menyetir lalu berkata "Paling di kantin yank. Emang kenapa sih?".
"Kamu kan tahu kalau aku lebih cepat datang dari waktunya masuk kelas, pasti aku di kantin nunggu waktunya tiba" Kata Melani lagi penasaran dengan sikap Haiden.
"Begini yank. Menurut informasi Om Sulistyo orang-orang yang mengikuti kalian bertiga kemarin, itu mengincar kamu" Kata Haiden kepada Melani dengan wajah serius.
Melani mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Haiden barusan dan berkata "mengincar aku yank?".
Haiden menganggukkan kepala dan berkata "Iya yank".
"Terus yang kamu sebut Om Sulistyo itu siapa yank?" Tanya Melani lagi.
"Om Sulistyo itu anak angkat kakek. Dan dia seorang Jendral Polisi" Jawab Haiden apa adanya.
Melani mengernyitkan keningnya lagi dan bertanya "Lalu kenapa aku menjadi incaran mereka yank?".
"Itu yang belum kita ketahui. Tapi yang pasti, ketua Gank mereka yang telah memerintahkan mereka untuk memberi pelajaran kepadamu yank" Jawab Haiden lagi.
"Aneh. Perasaan aku tidak pernah berselisih paham dengan siapapun" Kata Melani.
"Yang penting kamu harus hati-hati. Kamu jangan pernah keluar sendirian tanpa aku. Meskipun kamu pergi dengan papi dan mami" Kata Haiden dengan sangat serius.
Melani menatap Haiden kemudian menganggukkan kepalanya sebagai tanda ia patuh terhadap kata Haiden. Melani merasa terharu mendengar ucapan Haiden barusan.
Rasa bangga diperhatikan lebih oleh Haiden membuat rasa cintanya semakin bersemi. Karenan nya Melani tidak dapat menahan diri untuk mencium pipi Haiden yang sedang menatap ke jalan didepan sambil menyetir.
Haiden menoleh melihat Melani sebentar lalu kembali menatap ke depan usai di cium Melani kemudian berkata "Tadi aku lapar karena belum sarapan. Sekarang hilang laparnya setelah kamu cium yank"
"Ahhh lebay kamu yank" Kata Melani mendengar candaan Haiden untuk menggoda nya itu.
"Bukan Lebay loh yank, tapi Leboy" Kata Haiden membalas ucapan Melani lalu tertawa.
Melani juga ikut tertawa dan berkata "Iyalah Boy".
__ADS_1