
Malam harinya Haiden bersama Mardan, Suherman dan Marwan pun bergegas meninggalkan rumah Haiden menuju rumah pak Narso. Seperti biasa satu mobil pengawal melaju di depan mobil Haiden, sedangkan satu mobil pengawal lagi berada di belakang mobil Haiden.
"Musuh yang akan kita Hadapi sungguh di luar dugaan ku, makanya aku ingin kalian benar-benar dapat mempertahankan diri kalian bila berhadapan dengan mereka" Kata Haiden kepada Suherman, Mardan dan Marwan, sembari tetap fokus menyetir mobilnya.
"Maksudmu sangat kuat?" Tanya Suherman yang berada di belakang Haiden.
"Orang-orang yang di kumpulkan Oligarki dari berbagai Negara itu bukan hanya memiliki kekuatan ilmu bela diri yang tinggi saja. Mereka juga dilengkapi perlengkapan tempur berteknologi super canggih" Jawab Haiden dengan nada serius.
"Aku semakin salut lihat kau bro. Kau benar-benar di perhitungkan Oligarki sebagai Tokoh Revolusi" Kata Mardan yang berada di sebelah Haiden.
"Revolusi memang harus terjadi. Tapi aku tidak ingin banyak orang yang menjadi korban dalam pertempuran ini termasuk kalian" Kata Haiden menanggapi ucapan Mardan.
"Aku pribadi ikhlas kalau aku mati dalam pertempuran ini. Dan aku bangga bisa berjuang bersama kalian, terutama bisa berjuang bersama kau bro" Kata Marwan disela pembicaraan Mardan dengan Haiden.
Usai mendengar ucapan Marwan, Haiden mendapatkan bisikan dari Linggasana. Lingga sana mengatakan "Cepat sedikit. Narso dalam bahaya" kepada Haiden tanpa dilihat dan di dengar oleh Mardan, Suherman dan Marwan.
Haiden tidak dapat melihat situasi dan kondisi pak Narso karena ia dalam keadaan fokus menyetir. Dia hanya percaya dengan ucapan moyangnya, dan segera meminta Mardan untuk menghubungi pengawal yang berada di depan mobilnya.
"Kau hubungi dulu si Wawan bro. Bilang sama dia untuk ngebut" Kata Haiden kepada Mardan.
Mardan langsung mengeluarkan Handphone dari tas kecilnya dan langsung menghubungi pengawal yang di maksud Haiden.
"Kau suruh si Andi ngebut" Kata Mardan saat telepon nya tersambung dengan pengawal yang bernama Wawan itu.
__ADS_1
Mobil pengawal yang berada di depan mobil Haiden pun segera terlihat melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil Haiden dan mobil pengawal yang mengawal dibelakang mobil Haiden pun turut melaju dengan kecepatan tinggi.
Di kediamannya, ternyata pak Narso sedang menghadapi sepuluh orang bertubuh tinggi besar. mereka mengenakan kostum yang sama.
Setengah wajah mereka tertutup oleh topeng yang menutupi mulut dan pipi mereka. Pak Narso terlihat sudah kelelahan di tengah sepuluh orang yang berdiri melingkarinya.
Kostum yang mereka gunakan memang terlihat seperti terbuat dari kain biasa, namun sebenarnya kostum tersebut terbuat dari bahan sintetis yang memiliki kekuatan besar. Kostum yang dipakai sepuluh orang itu anti terhadap senjata tajam dan senjata api.
Itu sebabnya serangan pak Narso tidak ada artinya bagi kesepuluh orang yang saat ini mengelilingi nya. Tapi pak Narso bukanlah pria lemah yang mudah menyerah, sehingga dia terus berusaha untuk tetap melawan sekuat tenaga.
"It's time we finished him off ( Saatnya kita habisi dia)" Kata salah seorang dari sepuluh orang itu kepada teman-teman nya.
Baru saja sepuluh orang tersebut bersiap untuk kembali menyerang pak Narso, mereka semua mendengar suara mobil Haiden dan pengawalnya yang cukup keras. Seketika secara bersamaan mereka melihat tiga mobil yang semakin mendekat.
Sepuluh orang itu berdiri tegak fokus menanti orang-orang yang akan keluar dari tiga mobil yang baru saja berhenti di hadapan mereka. Delapan pengawal Haiden terlihat keluar terlebih dahulu dari dalam mobil masing-masing.
Sepuluh orang yang baru saja menghajar pak Narso masih terlihat berdiri tegak tanpa bergerak sedikit pun. Sebelum keluar dari dalam mobil, Haiden membuka bajunya, sehingga terlihat tatto yang menghiasi sekujur badannya saat dia keluar dari dalam mobil bersama Mardan, Marwan dan Suherman.
"Kalian jangan melakukan apapun. Biar aku yang menghadapi mereka sendiri" Kata Haiden kepada ketiga sahabatnya dan kepada para pengawalnya.
"Biarkan aku ikut bertarung bersamamu bro" Kata Mardan membalas ucapan Haiden.
"Tidak. Kau tidak cukup kuat untuk bertarung dengan mereka. Aku tidak mau kau mati sia-sia kawan" Kata Haiden membalas ucapan Mardan.
__ADS_1
"Saat aku bertarung dengan mereka, selamatkan pak Narso" Kata Haiden lagi kepada ketiga sahabatnya dan para pengawalnya sebelum dia melangkah untuk menghampiri sepuluh orang yang terlihat dingin itu.
"Nice to meet you Haiden (Senang bisa bertemu denganmu Haiden)" Kata salah seorang dari sepuluh orang itu.
"But it disgusts me to see ***** like you (Tapi aku jijik melihat Pelacur seperti kalian) Balas Haiden.
Mendengar ucapan Haiden, salah seorang dari sepuluh orang itu langsung berkata "Attack him (Serang dia) kepada teman-teman nya. Sembilan orang lainnya yang mendengar perintah tamannya itu pun langsung bergerak menyerang Haiden.
Bagi kesepuluh orang itu, kekuatan Haiden di luar dugaan mereka. Pukulan demi pukulan yang mereka layangkan tidak ada artinya bagi Haiden.
Saat Haiden mulai menyerang balik satu persatu tubuh mereka terjungkal oleh pukulan dan tendangan Haiden yang terlihat mahal dahsyat. Saat kesembilan orang yang menyerang Haiden berusaha untuk berdiri saat itu pula mereka merasakan sakit yang luar biasa.
Kulit dan daging mereka memang tidak cedera, akan tetapi tulang yang terkena pukulan dan tendangan Haiden ternyata remuk. Kini lima dari sembilan orang yang menyerang Haiden itu terlihat berguling guling kesakitan di tanah, dan empat orang lagi terlihat sudah tergeletak tak sadarkan diri.
Haden terlihat berdiri tegak menatap dingin sosok yang sepertinya memiliki pengaruh lebih tinggi dari kesembilan temannya itu. Orang tersebut juga berdiri tegak sembari menanatap dingin Haiden.
"So you're a stronger person than these nine ***** huh? (Jadi kau orang yang lebih kuat dari sembilan Pelacur ini ya?" Tanya Haiden dengan nada melecehkan dan meremehkan.
"I am known as the Fire Knight from Russia (Aku di kenal sebagai kesatria Api dari Russia)" Jawab sosok pria itu dengan tatapan dingin.
Mendengar pria setengah bertopeng yang ada dihadapannya saat ini, Haiden tertawa lebar sebelum berkata "Maybe you are known as Fire Knight in your country, but you are just a Political Whore here (Mungkin kau dikenal sebagai Kesatria api di Negara mu, tapi kau hanyalah Pelacur Politik di sini)".
Mendengar ucapan Haiden, tiba-tiba mata pria setengah bertopeng itu seperti memancarkan sinar berwarna merah, dan menyusul tubuhnya mengeluarkan api yang menyala nyala.
__ADS_1
Tubuhnya bagaikan orang yang diselimuti api, tapi bukan seperti orang yang terbakar api. Mata Mardan, Suherman, Marwan dan para pengawal Haiden terbelalak menyaksikan pria tubuh setengah bertopeng itu mengeluarkan api yang menyala-nyala.