SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
HAIDEN SANG KETUA GANGSTER 2


__ADS_3

Di kantor Polisi, pihak kepolisian memanggil wartawan dari berbagai Media untuk Konferensi Pers, terkait temuan gudang pembuatan dan penyimpanan Narkoba yang selama ini di kelola oleh Gangster berkedok Organisasi Kepemudaan Panca Karya.


Perwakilan Polisi yang berbicara pada Konferensi Pers itu mengatakan temuan tersebut berkat keberanian seorang Warga Negara Sipil yang bekerja sama dengan seorang petugas Polisi.


Yang di maksud Warga Negara Sipil itu adalah Haiden. Dan seorang Polisi yang di maksud adalah Aryo.


Johan di beritakan meninggal karena bertarung dengan Haiden. Mereka berdua bertarung tidak ada kaitannya dengan Narkoba.


Sebelum Bisnis Narkoba nya terungkap Johan dan Putrinya telah melakukan tindak kriminal teror yang mengancam keselamatan orang lain, termasuk keselamatan diri Haiden itu sendiri. Pertarungan antara Haiden dengan Johan yang menyebabkan kematian Johan itu terjadi diluar dugaan, bukan pembunuhan yang di rencanakan.


Diberitakan juga Haiden melakukan penyelidikan mencari siapa pelaku teror berbahaya itu juga di dampingi oleh petugas Polisi. Jadi Haiden tidak dapat dijadikan tersangka sebagai pembunuh Johan.


Haiden di umumkan mendapat penghargaan sebagai Warga Negara Sipil terhormat dari pihak kepolisian atas temuan gudang pembuatan dan penyimpanan Narkoba milik Johan yang selama ini dibuat dan diedarkan oleh gangster Panca Karya. Usai penjelasan sari pihak kepolisian, para wartawan langsung menyerbu Haiden.


Bagai seorang Selebriti dadakan, Haiden pun di cecar berbagai macam pertanyaan oleh para wartawan dari berbagai media berita itu. Haiden menjawab dengan santai dari setiap pertanyaan yang di lontarkan wartawan kepadanya.


Setelah Konferensi Pers itu nama dan foto Haiden pun tersebar dalam berita yang cukup menggemparkan Dunia maya. Mardan yang tengah membaca berita Di Handphone nya, merasa sangat bangga melihat Foto Haiden yang terpajang dalam berita tersebut.


"Kau memang sangat luar biasa Haiden" Kata Mardan sembari merasakan bulu ditangannya berdiri.


Saat itu juga Mardan langsung menghubungi Haiden. Dia tidak sabar ingin mengucapkan selamat kepada Haiden, karena rasa bangganya.


"Hallo bro" Kata Mardan setelah mendengar kata Hallo dari Haiden saat telepon nya terhubung.


"Selamat ya. Kau memang sahabat ku yang luar biasa" Kata Mardan melanjutkan ucapan nya kepada Haiden.


"Biasa aja bro. Yang terpenting kita sudah aman sekarang" Balas Haiden yang kini sudah berada dirumahnya bersama Aryo.

__ADS_1


"Melani sudah tahu berita ini bro?" Tanya Mardan kepada Haiden.


"Sudah. Baru saja dia selesai telpon aku, ga lama kau telepon aku" Kata Haiden menjawab pertanyaan Mardan tadi.


"Jadi kapan rencana kau balik ke Medan bro?" Tanya Mardan lagi.


mendengar pertanyaan Mardan yang terdengar dari Handphone yang berada di telinga nya Haiden tersenyum lalu berkata "Nanti bareng kau aku balik ke Medan".


"Maksudmu?" Tanya Mardan, karena merasa tidak mengerti maksud dari ucapan Haiden barusan.


"Seminggu lagi aku dilantik jadi Ketua Umum Panca Karya menggantikan Johan" Jawab Haiden.


"Jadi kau dengan Wanti, Marwan, Suherman, dan Melani, sebelum acara berangkat ke sini. Setelah pelantikan baru kita balik ke Medan bareng-bareng" Kata Haiden lagi menyelesaikan penjelasannya.


"Gila..! Kau Ketua Umum Panca Karya sekarang...?" Kata Mardan dengan nada histeris yang terdengar di Handphone Haiden.


Haiden tersenyum lalu membalas ucapan Mardan barusan "Iya. Dan kau akan jadi Ketua Panca Karya Sumatera Utara yang baru, menggantikan si Boy".


Haiden pun turut tertawa mendengar ucapan Mardan, lalu berkata "Lagu kau ngomong itu Dan. Uda kayak sastrawan aja kau".


Mardan dan Haiden sama-sama tertawa lewat telepon di rumah masing-masing. Sedangkan Aryo hanya bisa tersenyum sendiri melihat Haiden yang sedang asyik berbicara dengan sahabatnya lewat telepon.


Setelah menutup pembicaraan dengan Mardan di telepon, Haiden langsung melanjutkan pembicaraan dengan Aryo. Mereka sedang membicarakan rencana pelantikan Haiden sebagai Ketua Umum Panca Karya yang baru sebelum Mardan menghubungi Haiden barusan.


Haiden memang harus segera di lantik agar pengembangan kasus Narkoba Johan bisa dilanjutkan. Gudang pembuatan dan penyimpanan narkoba di setiap Provinsi harus segera bisa di temukan.


Haiden juga harus memilih orang-orang yang tepat untuk mengisi setiap jabatan di Struktur Organisasi Panca Karya Pusat. Haiden benar-benar ingin merubah Panca Karya menjadi Organisasi yang bermanfaat dalam hal-hal yang Positif, bukan menjadi gangster yang ditakuti masyarakat lagi.

__ADS_1


"Kalau saya, hanya bisa bantu keamanan dari pihak kepolisian saat pelantikan nanti tuan muda. Kalau soal siapa-siapa yang layak untuk mengisi jabatan di Panca Karya, saya tidak memiliki kuasa. Sebab saya tidak mengenal anggota Panca Karya, selain anggota Polisi yang selama ini menyamar kadi anggota Panca Karya tuan muda" Kata Aryo ke pada Haiden.


Haiden tersenyum mendengar ucapan Aryo tadi, lalu berkata "Dan ga perlu lagi ada anggota Polisi yang nyamar jadi anggota Panca Karya. Sebab mulai detik ini, Panca Karya menjadi rekan Polisi".


Aryo.juga tersenyum mendengar ucapan Haiden itu, lalu membalas "Siap tuan muda. Saya yakin, Panca Karya akan menjadi Organisasi yang jauh lebih baik dari sebelum nya ditangan tuan muda".


"Semoga kita bisa terus bekerja sama dengan baik ya pak Aryo" Kata Haiden membalas ucapan Aryo.


"Oh iya pak Aryo. Ngomong-ngomong kenapa belum menikah?" Tanya Haden tiba-tiba sembari tersenyum.


Aryo.juga tersenyum sembari menjawab "Belum waktunya tuan muda".


"Belum waktunya apa pak Aryo? Umur pak Aryo kan sudah layak untuk menikah. Sudah dua puluh delapan tahun loh" Kata Haiden lagi.


"Bukan soal umur tuan muda. Saya sudah bertunangan, dan akan menikah.tahun depan tuan muda" Jawab Aryo kemudian tertawa kecil.


"Ohhh..! Bulan berapa pak Aryo?" Tanya Haiden lagi.


"Bulan dua tuan muda" Jawab Aryo.


"Ga lama lagi itu. Tinggal lima bulan lagi kan?" Kata Haiden membalas jawaban Aryo.


"Iya tuan muda. Mudah-mudahan kalau ga ada Halangan empat bulan lagi saya menikah" Jawab Aryo lagi sembari tersenyum.


Haiden tersenyum mendengar jawaban Aryo lalu berkata "Jangan lupa undang saya ya".


"Ga akan mungkin lah saya lupa ngundang tuan muda" Balas Haiden lalu tertawa bersama dengan Haiden yang turut ikut tertawa juga.

__ADS_1


Meski belum lama kenal tapi Aryo terlihat sangat akrab dengan Haiden, seperti dua orang yang susah berteman lama. Haiden merasa seperti memiliki seorang kakak saat bersama dengan Aryo.


Selain memang lebih tua dari Haiden, Sikap Aryo memang cukup dewasa dalam menyikapi persoalan. Dia menjalankan tugas dengan semestinya, dan tidak pernah terlihat menjilat Haiden meskipun dia tahu Haiden adalah orang super kaya sekaligus keponakan dari atasannya.


__ADS_2