
Sambil menahan rasa sakit akibat pukulan Haiden tadi, seorang dari sebelas pemuda bertatto itu terlihat sedang menghubungi seseorang melalui Handphone nya. Seperti nya mencoba untuk meminta bantuan.
"Kami butuh bantuan ketua" Kata pemuda bertatto itu kepada orang yang dihubungi nya lewat telepon.
Setelah diam beberapa saat karena mendengar kan ucapan orang yang dihubungi nya lewat Handphone nya itu, pemuda bertatto itu berkata lagi "Baik ketua. Saya share lokasi sekarang".
Setelah menutup pembicaraan dengan orang yang dihubungi, pemuda bertatto itu mengirim share lokasi kepada orang yang dihubungi nya tadi lewat pesan WA nya. Setelah mengirim share lokasi, pemuda bertatto itu mencoba untuk berdiri.
Haiden hanya memperhatikan pemuda bertatto itu mencoba berdiri tanpa berbuat apa-apa. Haiden tidak mau menyerang orang yang sudah tidak berdaya.
"Kau rasakan kekuatan Panca Karya sebentar lagi ya" Kata pemuda bertatto yang bertubuh tinggi besar itu.
Mendengar ucapan pemuda bertatto itu menyebut Panca Karya, Haiden bertanya "Jadi kalian anggota Panca Karya?" pada pemuda bertatto itu.
Pemuda bertatto itu tidak menjawab pertanyaan Haiden. Sepuluh pemuda bertatto lainnya kini sudah bangkit, berdiri menghadap Haiden.
Dari balik kerumunan panjang para wisatawan yang menonton perkelahian Haiden dengan sebelas pemuda bertatto itu, muncul puluhan pemuda bertatto lagi. Mereka berjalan mendekati Haiden dan sebelas orang pemuda bertatto itu.
Setelah puluhan pemuda bertatto itu ada di hadapan Haiden, seorang pemuda bertatto terlihat berjalan dari belakang puluhan pemuda bertatto itu hingga ke depan mereka. Saat dia berada didepan berhadapan dengan Haiden, pemuda bertatto berambut gondrong itu tampak terkejut melihat orang yang ada dihadapannya.
"Ketua Haiden" Kata pemuda bertatto dan berambut gondrong itu, sembari sedikit membungkukkan kepalanya.
Seluruh pemuda bertatto itu spontan ikut sedikit membungkukkan badan mereka untuk memberi hormat kepada Haiden. Seketika susana pantai menjadi hening.
Seluruh wisatawan tidak ada yang mengeluarkan suara ketika mereka menyaksikan seluruh pemuda bertatto itu memberi hormat kepada Haiden. Haiden menepuk bahu pemuda bertatto berambut gondrong itu agar dia berdiri seperti biasa.
Saat pemuda bertatto berambut gondrong itu menatap wajah Haiden, Haiden berkata padanya "Bubarkan anggota mu. Kita bicara setelah itu".
"Siap ketua Haiden" Jawab pemuda bertatto berambut gondrong itu.
Pemuda bertatto berambut gondrong itu langsung melaksanakan perintah Haiden untuk membubarkan puluhan pemuda bertatto itu. Secara serentak, seluruh pemuda bertto itu meninggal pemuda bertatto berambut gondrong itu dengan Haiden.
__ADS_1
Toga nama dari pemuda bertatto berambut gondrong itu. Dia adalah ketua cabang Panca Karya di Kabupaten Toba Samosir.
Saat pelantikan Haiden sebagai Ketua Umum Panca Karya di Jakarta, Toga juga hadir dalam acara tersebut. Dia tidak menyangka hari ini anggota nya membuat masalah dengan Ketua Umum nya sendiri.
Saat ini perasaan Toga cukup takut. Mengingat Ketua Umum Panca Karya sebelum nya yang terkenal kuat, kejam, dan sadis itu mati di bunuh oleh Haiden.
"Maaf kan atas ketidak sopanan anggota saya ketua" Kata Toga setelah ditinggal sendiri oleh seluruh anggota nya.
Haiden tersenyum lalu berkata "Lupakan saja. Nanti malam kita ketemu di Villa saya. Ada hal yang harus saya sampaikan ke kamu".
"Siap ketua" Balas Toga dengan sigap.
"Ya sudah, sekarang kamu boleh pergi. Dan jangan ada anggota Panca Karya yang berkeliaran melakukan pungli" Perintah Hiden kepada Toga.
"Siap ketua" Jawab Toga sebelum meninggal kan Haiden.
Setelah Toga pergi dari pantai itu, seluruh wisatawan yang ada di sana bertepuk tangan untuk Haiden. Usai bertepuk tangan banyak orang yang menghampiri Haiden untuk berkenalan, bahkan banyak orang yang minta foto dengannya.
Haiden mendadak jadi Trending Topik di Media Sosial. Setelah Viral menjadi Trending Topik di Media Sosial, Video dan foto-foto Haiden saat bertarung dengan sebelas anggota Panca Karya di pantai itu menjadi berita Viral di media berita online.
Hangga malam hari saat Haiden bertemu empat mata dengan Toga, ketua Panca Karya Toba Samosir, Haiden dan sahabat-sahabatnya belum mengetahui bahwa Haiden Viral menjadi Trending Topik di berbagai Media Sosial dan di berbagai media berita online.
"Saya mau kamu menghentikan semua kegiatan ilegal di Toba Samosir ini, termasuk pungli" Kata Haiden kepada Toga sang Ketua Panca Karya Toba Samosir.
"Tapi ketua. Pungli salah satu pemasukan terbesar kita ketua" Balas Toga.
Haiden tersenyum lalu berkata "Kalau saya bilang hentikan ya hentikan. Akan banyak peluang lainnya yang bisa menghidupi organisasi kita nanti".
"Usai Rakornas akan banyak hal yang bisa kalian lakukan. Persiapkan dirimu dan seluruh anggota mu untuk menyambut perubahan" Kata Haiden dengan penuh percaya diri.
"Siap ketua" Jawab Toga, tidak berani membantah lagi.
__ADS_1
"Sekarang kirimkan nomor rekening bank mu ke WA saya" Kata Haiden kepada Toga.
Toga tampak terkejut mendengar ucapan Haiden barusan lalu bertanya "Untuk apa ketua?".
"Sudah kirim saja sekarang" Kata Haiden membalas pertanyaan Toga.
"Siap ketua. Tapi saya belum punya nomor WA ketua" Kata Toga.
"Ya sudah, kamu catat nomor saya" Balas Haiden.
"Berapa ketua" Tanya Toga setelah mengambil Handphone dari dalam saku depan celananya.
Haiden langsung memberi nomor WA nya kepada Toga. Togapun mencatat nomor yang diberi Haiden dalam daftar kontaknya, sebelum dia mengetik nomor rekening banknya, untuk dikirim ke WA Haiden.
Setelah menerima nomor rekening bank toga di WA nya, Haiden langsung mengirim sejumlah uang dari mbanking nya ke rekening bank.toga. Setelah terkirim Haiden mengirim bukti transfer ke WA Toga.
Saat melihat isi pesan WA dari Haiden, mata toga terbelalak lalu berkata "Banyak kali ketua. Untuk apa ini ketua?".
"Itu untuk berobat sebelas orang anggota mu tadi. Sisanya untuk kamu traktir anggota mu" Jawab Haiden.
Mendengar ucapan Haiden itu, Wajah Toga tampak sumringah lalu berkata "Terima kasih banyak ketua".
Toga tidak menyangka kalau malam ini dia bakal mendapat rezeki nomplok. Saat dia menuju Villa untuk menemui Haiden, perasaannya sangat galau karena takut Haiden akan menghukum nya habis-habisan.
Apa yang ditakutinya selama di perjalanan ternyata sangat jauh berbeda. Terbalik hingga seratus delapan puluh derajat.
Anggota nya yang membuat masalah dengan ketua umumnya itu malah diberi uang pengobatan, dan dia diberi uang yang cukup banyak untuk mentraktir seluruh anggota nya.
Kalau Johan masih ketua Umum Panca Karya saat ini, pasti Toga dan anggota nya sudah menjalani siksa hukuman karena berani membuat masalah padanya. Dan tidak ada yang namanya uang pengobatan dari Johan.
"Berbeda sekali Ketua Johan dengan Ketua Haiden ini bah...!" Kata Toga dalam benaknya.
__ADS_1