
Keesokan harinya, sekitar pukul enam sore hari Haiden berangkat ke Pangkalan Udara Soewondo untuk menjemput Presiden dan Kapolri Sulistyo. Khusus hari ini, pengawal yang ikut menjemput Presiden dan Kapolri Sulistyo berjumlah dua puluh empat orang dalam enam mobil.
Tiba di Pangkalan Udara Soewondo, Haiden di sambut oleh Kolonel Pnb Suryono yang saat ini menjabat Komandan Lanud Soewondo. Kebetulan Kolonel Pnb adalah sepupu dari Irjen Aryo, suami dari kakak sepupu Melani.
Haiden mengenal Kolonel Pnb Suryono di pesta pernikahan Aryo dengan Wanda kakak sepupu Melani, sebelum Kolonel Pnb Suryono menjabat sebagai Komandan Lanud Soewondo. Saat Kolonel Pnb resmi dilantik menjadi Komandan Lanud Soewondo, Haiden hadir dalam acara pelantikan tersebut.
"Apa kabar ketua Haiden?" Tanya Kolonel Pnb Suryono kepada Haiden sembari memeluknya.
"Baik Kolonel. Kolonel apa kabarnya?" Balas Haiden sembari bertanya balik saat berpelukan dengan Kolonel Pnb Suryono.
"Silahkan masuk ketua" Kata Kolonel Pnb Suryono kepada Haiden setelah melepas pelukannya.
Haiden mengikuti langkah Kolonel Pnb Suryono masuk kedalam kantor Kolonel Pnb Suryono di samping nya. Sembari berjalan Kolonel Pnb Suryono bertanya "Bagaimana kabar istri dan anak-anak ketua?" pada Haiden.
"Istri dan anak-anak saya baik. Tapi saya minta kolonel panggil nama saya saja tanpa pakai ketua lah" Jawab Haiden sembari meminta Kolonel Pnb Suryono tidak menyebut ketua padanya.
"Baik. Tapi kamu panggil nama saya saja juga, tanpa pakai kolonel" Balas Kolonel Pnb Suryono menanggapi permintaan Haiden, sembari tersenyum.
Tiba di ruang kerja Komandan Lanud Soewondo itu, Haiden dan Kolonel Pnb Suryono duduk berhadapan di sofa yang ada diruangan tersebut. Mereka mengobrol berbagai macam hal sembari menunggu kedatangan Presiden dan Kapolri Sulistyo.
"Sudah lama juga kita ga bertemu ya Den" Kata Kolonel Pnb Suryono kepada Haiden.
"Lumayan jugalah" Balas Haiden sembari tersenyum.
Kolonel Pnb Suryono terlihat tersenyum sebelum berkata "Saya tahu Presiden akan tiba di Medan hari ini, tapi saya tidak tahu kalau beliau ke Medan untuk bertemu kamu, kalau tidak kamu hubungi saya tadi".
"Kalau saya boleh tahu, dalam rangka apa Presiden sampai berkenan ke Medan untuk bertemu kamu Dengan?" Tanya Kolonel Pnb Suryono kepada Haiden.
__ADS_1
"Ada yang perlu kami bicarakan menyangkut pencalonan kami Sur" Jawab Haiden.
Kolonel Pnb Suryono mengernyit kan dahinya lalu bertanya "Jadi benar, kamu akan mendampingi Presiden Purwanto sebagai calon Wakil Presiden dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang akan datang?".
Haiden tersenyum sebelum menjawab "Rencananya demikian Sur. Dan semua masih dalam proses".
"Senang mendengar berita ini langsung darimu Den" Kata Kolonel Pnb Suryono menanggapi jawaban Haiden.
Haiden tidak mau menceritakan masalah yang tengah di hadapi oleh dirinya dan Presiden Purwanto kepada Kolonel Pnb Suryono. Sebab, meskipun Kolonel Pnb Suryono itu sepupu Aryo, tapi dia adalah anggota TNI.
Tidak menutup kemungkinan Kolonel Pnb Suryono juga terlibat dalam lingkaran Oligarki pikir Haiden, mengingat Kolonel Pnb Suryono termasuk petinggi di TNI. TNI aktif wajib tetap hormat kepada para purnawirawan Jenderal TNI.
Sekitar lima belas menitan kemudian, salah seorang prajurit TNI angkatan udara melaporkan bahwa Pesawat yang di tumpangi Presiden Purwanto sudah akan mendarat. Mendengar laporan tersebut, Kolonel Pnb dan Haiden langsung bangkit dari duduknya dan bergegas untuk menyambut Presiden beserta rombongan nya.
Saat bertatap muka, Presiden Purwanto langsung berjabatan tangan dan berpelukan sebelum berjabat tangan dengan Kolonel Pnb Suryono. Saat Presiden Purwanto berjabatan tangan dengan Kolonel Pnb Suryono, Haiden berjabatan tangan dengan dan berpelukan dengan Om nya yang kini menjabat sebagai Kapolri.
Setelah sekitar tiga puluh menit mengobrol Santai di ruang kerja Kolonel Pnb Suryono, di dampingi oleh Paspampres dan para pengawal Haiden, Presiden Purwanto, Kapolri Sulistyo dan Haiden meninggalkan Pangkalan Udara Soewondo menuju Hotel Admadja Residance.
Di Hotel Admadja Residance, Haiden telah menyiapkan kamar khusus untuk Presiden dan Kapolri Sulistyo. Paspampres juga disediakan kamar masing-masing di Hotel milik Haiden tersebut.
Sebelum masuk kekamar masing-masing Presiden Purwanto dan Kapolri Sulistyo beserta para Paspampres di jamu oleh Haiden di restoran Hotel Admadja Residance. Semua makanan dan minuman handalan Restoran di Hotel Admadja Residance pun terhidang di meja makan Haiden bersama Presiden Purwanto dan Kapolri Sulistyo.
Meja makan pada Paspampres juga tersedia menua yang sama.Sembari menyantap makanan yang tersedia di meja makan, Haiden terlihat santai saat berbicara dengan Presiden Purwanto dan Kapolri Sulistyo.
Haiden memang belum berbicara serius mengenai apa yang akan di sampaikan nya kepada Presiden Purwanto di restoran tersebut. Sebab, yang akan di sampaikan Haiden tidak layak untuk dibicarakan nya dibicarakan secara terbuka.
Paspampres itu bagian dari TNI. Jadi tidak mungkin Haiden membicarakan masalah yang menyangkut dengan Oligarki.
__ADS_1
Usai makan bersama, Haiden membawa Presiden Purwanto dengan Kapolri Sulistyo ke kamar khusus yang sudah disediakan oleh pihak manajemen Hotel atas perintah Haiden. Di dalam kamar tersebut barulah Haiden menyampaikan apa yang diketahui nya kepada Presiden Purwanto dan Kapolri Sulistyo.
"Hal penting apa yang ingin kamu sampaikan sebenarnya Den?" Tanya Presiden Purwanto kepada Haiden yang duduk dihadapannya.
"Oligarki berencana untuk mengkudeta pak Presiden" Jawab Haiden terlihat serius.
Mendengar jawaban Haiden barusan, Presiden Purwanto mengernyitkan dahinya lalu bertanya "Dari mana kamu tahu?".
"Dari Hacker yang saya byar untuk membobol data semua pejabat dan data ketua-ketua Partai pak Presiden. Bahkan saya sudah mulai mereka serang, untuk menghabisi saya" Jawab Haiden menjelaskan.
"Apa? Kamu di serang?" Tanya Kapolri Sulistyo mencemaskan keselamatan keponakan nya itu.
Melihat kecemasan yang terlihat dari reaksi Kapolri Sulistio terhadapnya, Haiden tersenyum sebelum menjawab "Iya Om. Awalnya istri dan anak-anak Mardan hendak mereka culik untuk mengukur kekuatan orang-orang yang diperhitungkan mereka sebagai benteng pertahanan Haiden, termasuk pengawal-pengawal Haiden Om".
"Yang kedua kali, Haiden langsung yang mereka serang. Mereka membayar ahli bela diri dari berbagai daerah se_Indonesia untuk membunuh Haiden om" Kata Haiden melanjutkan penjelasannya.
"Apa mungkin Bin tidak mengetahui rencana Oligarki?" Tanya Presiden Purwanto menanggapi penjelasan Haiden atas pertanyaan Kapolri Sulistyo barusan.
"Saya pikir Bin tahu, sebab..." Kata Haiden menjawab Pertanyaan Presiden Purwanto.
"Sebab apa Den?" Tanya Kapolri Sulistyo kepada Haiden.
"Sebab, Panglima TNi juga ada di dalam lingkaran Oligarki Om. pak Presiden" Jawab Haiden.
Presiden Purwanto terlihat terkejut mendengar ucapan Haiden lalu bertanya "Panglima TNI orang Oligarki?".
"Iya. Itu yang di sampaikan Hacker yang saya bayar untuk membobol data mereka.
__ADS_1