
Keesokan harinya, pak Narso terlihat tenang melatih ilmu bela dirinya kepada seluruh anggota Panca Karya dan pengawal Haiden yang akan dijadikan pasukan khusus. Mereka semua juga terlihat sangat tekun menyerap ajaran yang diberikan pak Narso kepada mereka.
Haiden tidak sembarang memilih orang untuk di jadikan pasukan khusus. Bukan hanya secara fisik, kecerdasan pikiran mereka juga di nilai dengan cermat oleh Haiden.
Dilain tempat, di ruang kerjanya Mardan beserta Kurnia dan Jimmy terlihat sedang berbincang dengan Manager Angga dan seorang pria paruh baya. Dia adalah Rendy Chow Owner PT. Naga Terbang Berjaya.
Hari ini Manager Angga dan Owner PT. Naga Terbang berjaya persis seperti seorang pengemis momohon belas kasihan kepada Mardan. Rendy Chow tidak menyangka dalam waktu singkat pemerintah mengeluarkan surat resmi pencabutan izin usaha PT. Naga Terbang Berjaya.
Selain itu, Rendy Chow juga sudah mendapatkan surat panggilan dari pihak kepolisian. Mardan tersenyum jijik melihat wajah memelas Rendy Chow yang duduk di hadapannya.
"Sekali lagi saya mohon kepada ketua Mardan. Cabut laporan Partai Panca Karya ke Polisi dan gugatan pencabutan izin usaha PT. Naga Terbang Berjaya kepada Pemerintah Pusat ketua" Kata Rendy Chow sembari menapak kedua telapak tangannya menjadi satu.
"Ini hukuman buat orang yang tidak bertanggung jawab. Semua hal anda anggpap sepele. Sekarang seperti orang yang tidak tahu malu anda mengemis di hadapan kami" Kata Haiden menanggapi permohonan Rendy Chow.
Mendengar ucapan Mardan, tiba-tiba Rendy Chow sujud di bawah kaki Mardan lalu berkata "Ampun ketua. Jangan hancurkan hidup saya ketua".
"Apa-apaan ini" Kata Mardan sembari mengangkat bahu Rendy Chow sampai berdiri bersama-sama.
Rendy Chow terlihat mengeluarkan air mata. Dia kembali menapakkan kedua telapak tangannya menjadi satu setinggi dada sembari berkata "Saya mohon ketua. Ampuni saya".
"Silahkan anda duduk kembali" Kata Mardan kepada Rendy Chow.
Setelah melihat Randy Chow kembali duduk di sofa tamu yang ada di ruang kerja Mardan dalam gedung Partai Panca Karya itu, Mardan juga kembali duduk lalu berkata "Lebih baik kalian berdua pulang saja dulu. Saya akan diskusikan dulu dengan Ketua Umum Haiden. Karena beliau yang berhak memutuskan".
__ADS_1
Mendengar ucapan Mardan barusan, Rendy Chow menyeka air matanya yang membasahi pipinya sebelum berkata "Saya sangat berharap, ketua Mardan benar-benar bersedia meminta ketua umum Haiden mengampuni saya ketua".
"Apapun syaratnya akan saya penuhi asal ketua dan ketua umum Haiden mau mengampuni saya" Lanjut kata Rendy Chow.
Mardan tersenyum mendengar ucapan Rendy Chow sebelum berkata "Saya akan coba untuk membicarakan nya dengan ketua umum Haiden. Anda tunggu saja kabar dari saya beberapa hari kedepan".
"Baiklah ketua. Kalau begitu kami permisi pamit ketua" Kata Rendy Chow usai mendengar ucapan Mardan.
Di Kantor Admadja Grup Sumatera Utara, Haiden terlihat sedang berbincang dengan Sekertaris Jenderal Partai Panca Karya Pusat dengan dua orang pengurus Partai Panca Karya Pusat lainnya. Mereka bertiga datang dari ibu kota Negara ke Medan karena memang di panggil oleh Haiden.
Saat-saat seperti ini Haiden memang sengaja jarang ke kantor Partai Panca Karya Pusat yang berada di ibu Kota Negara. Dalam pertemuan itu, Haiden sempat menerima laporan dari Sekretaris Jenderal Partai Panca Karya bahwa situasi politik di ibu kota mulai memanas.
"Elektabilitas ketau saat ini semakin tinggi, bahkan melebihi elektabilitas Presiden Purwanto. Apa tidak sebaiknya, ketua mencalonkan diri sebagai Presiden saja ketua?" Tanya Sekertaris Jenderal Partai Panca Karya yang bernama Triman itu.
Haiden tersenyum mendengar pertanyaan Triman sebelum menjawab "Saya sudah membuat kesepakatan dengan Presiden Purwanto untuk menjadi calon Wakil Presiden nya. Presiden Purwanto itu teman saya, dan saya tidak akan mengkhianati teman saya".
"Politik itu ibarat sebuah pisau yang bisa digunakan untuk mengiris sayuran, tapi bisa juga digunakan untuk membunuh orang. Politik adalah alat mencapai kekuasaan. Untuk meraih apapun termasuk meraih kekuasaan tidak ada kewajiban bagi kita untuk melakukan hal-hal yang tidak benar" Kata Haiden menanggapi ucapan Triman.
Triman terdiam tak bisa membantah ucapan Haiden lagi. Dalam hatinya Triman berkata "Dia bukan Politikus, dia Negarawan".
Triman bergabung di Panca Karya semenjak Panca Karya menjadi Partai Politik. Usia Triman lebih tua dari pada usia Haiden, tapi dia sangat mengagumi kedewasaan dan kecerdasan Haiden.
Triman tidak pernah menjadi kader Partai apapun sebelumnya. Sebelum bergabung dengan Partai Panca Karya, Triman seorang aktivis yang aktif di salah satu LSM di Indonesia.
__ADS_1
Triman di nilai cukup cerdas dan cukup memiliki wawasan Politik, makanya Haiden mengangkat nya menjadi Sekertaris Jenderal Partai Panca Karya Pusat. Dan semenjak diangkat menjadi Sekertaris Jendral hingga saat ini, Triman tidak pernah mengecewakan Haiden.
"Saya memanggil kalian bertiga kesini karena ada yang harus kalian kerjakan segera" Kata Haiden kepada Triman dan dua pengurus Partai Panca Karya Pusat yang ada di ruang kerja Haiden saat ini.
"Apa itu ketua?" Tanya Triman.
"Bentuk segera Organisasi kepemudaan sayap Partai Panca Karya. Kader Partai Panca Karya tidak boleh menjadi pengurus dan kader di Organisasi tersebut" Jawab Haiden.
"Apa nama Organisasi nya ketua?" Tanya Triman lagi kepada Haiden.
"Buat saja Pemuda Pancasila Karya. Semua pengurus dan kader Panca Karya wajib bertatto" Kata Haiden menjawab pertanyaan Triman.
"Ada batas minimal dan maksimal usianya bagi pengurus dan kadernya ga ketua?" Tanya salah seorang pengurus Patai Panca Karya Pusat yang bernama Junaidi.
Junaidi menjabat sebagai Ketua Bidang OKK di Partai Panca Karya pusat. Junaidi juga bergabung di Panca Karya saat Panca Karya sudah menjadi Partai Politik.
Sebelum bergabung di Partai Panca Karya, Junaidi tercatat sebagai pengurus di salah satu Partai Politik yang sudah ada sejak Era Orde Baru. Jam terbangnya di Dunia Politik cukup tinggi.
"Batas usia yang di terima maksimal empat tahun, minimal dua puluh tahun. Selanjutnya, seluruh kader termasuk pengurusnya otomatis tidak tercatat lagi di keanggotaan dan di kepengurusan saat berusia empat puluh lima tahun" Kata Haiden menjawab pertanyaan Junaidi.
"Satuan Mahasiswa dan Pelajar Panca Karya tidak kita bentuk ketua?" Tanya Monang kepada Haiden.
Monang sudah lama bergabung di Panca Karya. Dia sempat menjadi pengurus Panca Karya di masa Panca Karya menjadi Gangster berkedok Organisasi kepemudaan dibawah pimpinan Johan.
__ADS_1
Tubuh kekarnya penuh dengan tatto, rambutnya tetap gondrong. Wajah tampannya seimbang dengan Haiden.
Monang menjabat sebagai ketua bidang kepemudaan dan olah raga di Partai Panca Karya pusat. Diluar Panca Karya, Monang memiliki usaha Gym di beberapa kabupaten kota di Provinsi ibu kota Negara.