
Dengan wajah terperangah, Marwan bertanya "Itu artinya, bapak juga abadi, yang hidup sejak masa kerajaan Tarumanagara?" kepada pak Narso.
Mendengar pertanyaan Marwan kepadanya, pak Narso menjawab "Iya benar".
"Ini benar-benar tidak masuk akal" Kata Suherman mendengar jawaban pak Narso atas pertanyaan Marwan.
"Tapi mengapa wujud bapak tidak menghilang seperti buyut saya?" Tanya Haiden kepada pak Narso.
Pak Narso diam beberapa saat sebelum menjawab"Saya juga tidak tahu mengapa saya tidak mengalami nasib yang sama seperti buyut mu, atau seperti para perampok yang kehilangan nyawa mereka".
"Tapi, meski saya hidup abadi tanpa kehilangan wujud saya, saya tidak bisa memiliki anak lagi hingga saat ini. Saya hanya memiliki anak dari pernikahan pertama saya, sebelum saya mengalami kejadian itu" Kata pak Narso melanjutkan cerita nya.
"Ngomong-ngomong buyut saya ada dimana saat ini pak?" Tanya Haiden kepada pak Narso.
Pak Narso tersenyum lalu menjawab "Dia tetap berada di sebelah mu".
"Mengapa saya tidak dapat melihat nya, namun terkadang dia muncul dihadapan saya?" Tanya Haiden lagi usai mendengar jawaban pak Narso.
"Kamu tidak bisa melihat nya, tapi dia bisa memperlihatkan dirinya kepadamu kapanpun dia mau nak Haiden. Tapi setelah kamu menerima ilmu dari saya nanti, kamu akan bisa selalu melihat nya" Kata pak Narso menjawab pertanyaan Haiden.
Haiden mengangguk anggukkan kepalanya karena merasa sudah cukup jelas dengan penjelasan pak Narso. Di sela pembicaraan Haiden dengan pak Narso itu, Suherman bertanya pada pak Narso "Oh iya pak. Ibu kemana kok ga kelihatan?".
Istri saya sudah meninggal" Jawab pak Narso".
"Astaga. Kapan pak?" Tanya Suherman lagi usai mendengar jawaban pak Narso.
"Enam bulan yang lalu nak" Jawab pak Narso lagi.
"Saya turut berduka ya pak" Kata Suherman menanggapi penjelasan pak Narso.
"Saya juga turut berduka ya pak" Kata Marwan kepada pak Narso.
"Iya, saya juga turut berduka pak" Kata Haiden dengan wajah sedih kepada pak Narso.
__ADS_1
Pak Narso tersenyum lalu membalas "Iya, terima kasih ya"
"Saya sudah ratusan kali harus merasa sedih kehilangan istri tercinta. Kehilangan orang-orang yang tulus merawat saya sebagai suami mereka" Kata pak Narso lagi.
"Selama ini apa mata pencarian bapak?" Tanya Haiden kepada pak Narso.
"Saya berkebun nak. Dibelakang rumah ini tanah saya cukup luas" Jawab pak Narso.
"Bagaimana kalau mulai saat ini bapak menjadi penasehat pribadi saya?" Tanya Haiden setelah mendengar jawaban pak Narso.
Pak Narso tersenyum mendengar pertanyaan Haiden lalu menjawab "Kan sudah ada buyut mu yang bisa selalu menjaga dan membimbing mu".
Belum sempat Haiden berkata apa-apa untuk menanggapi jawaban pak Narso tiba-tiba pak Narso kembali berbicara menggunakan bahasa Sanskerta. Suherman, Haiden dan Marwan tidak lagi merasa heran melihat pak Narso berbicara sendiri dengan menggunakan bahasa Sanskerta.
"Baik lah kalau begitu yang mulia" Kata pak Narso membalas ucapan Linggasana.
Sebelum nya Linggasana mengatakan "Terima saja tawaran Haiden tadi" kepada pak Narso.
Ucapan Linggasana itu perintah baginya, sehingga dia tidak kuasa untuk menolak tawaran Haiden. Usai berbicara dengan Linggasana, pak Narso langsung berkata "Saya setuju menjadi penasehat nak Haiden".
Haiden tersenyum lalu berkata "Terima kasih pak. Senang saya mendengar nya" kepada pak Narso.
Beberapa saat kemudian, Haiden, Marwan dan Suherman pamit kepada pak Narso untuk meninggalkan kediamannya. Melihat Haiden, Marwan dan Suherman keluar dari dalam rumah pak Narso, para pengawal Haiden yang menunggu diluar rumah pak Narso bergegas masuk kedalam mobil mereka masing-masing.
Satu mobil pengawal melaju duluan sebelum mobil Haiden melaju. Satu mobil pengawal lagi mengikuti laju mobil Haiden meninggal kan area rumah pak Narso.
Pak Narso memperhatikan Haiden, Marwan dan Suherman masuk kedalam mobil. Setelah mobil Haiden dan kedua mobil pengawalnya tidak terlihat lagi, barulah pak Narso masuk kedalam rumahnya.
Di perjalanan Marwan berkata "Ini benar-benar tidak masuk akal, aneh tapi nyata. Mumet kepalaku berpikir, apakah yang dijelaskan pak Narso tadi itu nyata atau tidak".
Sambil tetap fokus menyetir Haiden berkata "Kalau aku tidak mengalami sendiri, aku pasti juga akan seperti kau Wan" menanggapi ucapan Marwan.
"Aku yakin dengan semua yang dikatakan pak Narso, sebab apa yang dikatakan nya dulu benar-benar terjadi. Tapi aku tidak menyangka ada manusia yang benar-benar hidup abadi seperti cerita di film-film" Kata Suherman.
__ADS_1
Di lain tempat, Mardan yang berada di Kantor Partai Panca Karya terlihat sedang berbicara dengan Jimmy di ruang kerjanya sebagai ketua Partai Panca Karya Provinsi Sumatera Utara. Mereka berdua sedang menanti jawaban dari PT. Naga Terbang Berjaya atas surat Somasi yang telah mereka layangkan.
"Sudah lewat satu jam belum juga ada kabar dari pihak PT. Naga Terbang Berjaya. Coba kau hubungi Kurnia, tanya apakah PT. Naga Terbang Berjaya ada hubungi dia" Kata Mardan kepada Jimmy.
"Siap ketua" Kata Jimmy usai mendengar perintah dari Mardan.
Jimmy mengeluarkan Handphone dari saku depan celananya kemudian langsung menghubungi Kurnia.
"Hallo, dimana kau kur?" Tanya Jimmy saat tersenyum dengan Kurnia.
"Saya lagi di jalan menuju kantor Partai Panca Karya ini ketua" Jawab Kurnia, terdengar di Handphone Jimmy.
"Oh. Saya dan ketua Mardan sudah di kantor sari tadi. PT. Naga Terbang Berjaya ada menghubungi mu?" Tanya Jimmy lagi.
"Belum ada ketua" Jawab Kurnia sembari tetap fokus menyetir mobilnya.
"Ya sudh, coba kabur hubungi Manager yang kamu temui di kantor PT. Naga Terbang Berjaya kemarin. Tanya, apa maksud mereka tidak memberi kabar" Kata Jimmy, terdengar di Handphone Kurnia.
"Siap ketua" Jawab kurnia, terdengar di Handphone Jimmy.
Usai menutup pembicaraan dengan Kurnia lewat Handphone nya, Jimmy berkata "Pihak PT. Naga Terbang Berjaya juga tidak ada menghubungi Kurnia ketua. Kurnia saya suruh menghubungkan Manager PT. Naga Terbang Berjaya".
"Dia di mana sekarang?" Tanya Mardan usai mendengar penjelasan Jimmy.
"Kurnia di perjalanan menuju kesini Ketua" Jawab Jimmy atas pertanyaan Mardan.
"Ya sudah, kita tunggu Kurnia sampai disini. Kalau belum ada jawaban juga dari PT. Naga Terbang Berjaya hingga Kurnia tiba disini, segera kalian buat surat laporan ke pihak yang berwajib" Kata Mardan kepada Jimmy.
"Siap ketua" Kata Jimmy menanggapi ucapan Mardan.
"Aku yakin, PT. Naga Terbang Berjaya ini memang tidak mau menunaikan kewajibannya kepada karyawan nya. Dan buka. hanya keluarga almarhum pak Sukirman saja yang menjadi korbannya" Kata Mardan.
"Sepertinya keyakinan ketua tidak salah. Saya juga yakin seperti itu ketua" Kata Jimmy menanggapi ucapan Mardan.
__ADS_1