SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
SELAMAT DATANG KESATRIA NUSANTARA 3


__ADS_3

Pak Narso tersenyum mendengar pertanyaan Suherman sebelum menjawab "Nak Suherman bukan baru terbangun dari mimpi, Nak Suherman baru saja kembali dari Dimensi Bunian".


Mendengar jawaban pak Narso, Suherman mengernyitkan dahinya lalu kembali bertanya "Maksud bapak saya benar-benar baru saja bertarung dengan seekor Simpanse di Dimensi lain selain Dimensi kita saat ini?".


"Benar. Dimensi Bunian adalah Dimensi yang tidak dapat dilihat dengan pengelihatan Manusia pada umumnya" Jawab pak Narso.


"Kalau pertarungan saya dengan Simpanse tadi benar-benar nyata, lantas mengapa semua luka-luka di tubuh saya tidak ada lagi?" Tanya Suherman lagi kepada pak Narso.


Mendengar pertanyaan Suherman, pak Narso kembali tersenyum lalu menjawab "Itu salah salah satu kelebihan dari kekuatan yang nak Suherman miliki sekarang. Tubuh nak Suherman bisa terluka tapi tubuh nak Suherman mampu menyembuhkan sendiri luka tersebut dengan segera".


Mata Suherman terbelalak mendengar jawaban pak Narso dan spontan bertanya "Benarkah?".


"Benar. Dan masih banyak kemampuan dan kekuatan yang nak Suherman miliki setelah Simpanse Bunian itu bersatu dengan jiwa raga nak Suherman" Jawab pak Narso.


Suherman kembali mengernyitkan dahinya lalu kembali bertanya "Berarti Simpanse Bunian yang bertarung dengan saya tadi saat ini berada dalam tubuh saya?".


"Benar. Kalian bertiga saat ini dijaga oleh Hewan Bunian sesuai dengan karakter masing-masing. Kalian bertiga bisa mengendalikan Hewan Bunian kalian masing-masing sesuai dengan kehendak kalian" Kata pak Narso kepada Suherman, Marwan dan Mardan.


"Sesuai kehendak kami masing-masing?" Tanya Mardan setelah mendengar penjelasan pak Narso.


"Ya nak Mardan. Untuk itu bapak berharap, gunakan kekuatan kalian di jalan yang benar. Jangan sampai menggunakan kekuatan kalian untuk hal-hal yang tidak benar" Jawab pak Narso.


"Saya berjanji, saya akan pergunakan kekuatan yang miliki saat ini untuk memberantas kejahatan yang terjadi di Negeri ini pak" Kata Mardan menanggapi harapan pak Narso.


"Saya juga berjanji, saya akan mengamalkan kekuatan saya sesuai dengan harapan bapak" Kata Suherman kepada pak Narso sembari tersenyum.


"Saya juga pak" Kata Marwan menimpali ucapan Mardan dan Suherman.


Pak Narso tersenyum sembari menganggukkan kepalanya setelah mendengar janji Mardan, Marwan dan Suherman, sebab pak Narso dapat mendengar ketulusan dari isi hati Mardan, Marwan, dan Suherman.

__ADS_1


Dalam keheningan sejenak usai pembicaraan antara Mardan, Suherman dan Marwan dengan pak Narso tiba-tiba dari atas mereka turun sosok berpakaian ala Ninja dari Jepang. Spontan mereka berempat berdiri berhadapan dengan sosok Ninja tersebut.


"Siapa kau?" Tanya Mardan kepada Ninja yang berdiri tegak di hadapan mereka berempat.


Tanpa menjawab pertanyaan Mardan, sosok Ninja itu langsung menyerangnya. Mardan tidak menghindari serangan Ninja itu.


Tangannya secepat kilat menepis setiap gerakan tangan Ninja tersebut. Serangan tangan Ninja tersebut sungguh cepat, namun dapat di imbangi dengan pertahanan dari tangan Mardan.


Suherman, Marwan dan pak Narso hanya memperhatikan pertarungan Mardan dengan sosok Ninja misterius itu. Mardan bertarung dengan beringas bagaikan seekor Beruang jantan yang sedang memburu mangsanya.


Sosok Ninja misterius itu tidak terlihat kewalahan menghadapi Mardan. Dengan tenang dia terus menyerang Mardan hingga Mardan terlihat sedikit kewalahan.


Dengan satu tendangan yang cukup keras di Dadanya, tubuh Mardan terpental beberapa meter. Ninja tersebut tidak lagi menyerang Mardan yang baru saja terjungkal.


Ninja Misterius itu menoleh kearah Suherman, dan langsung menyerang Suherman. Suherman dengan sigap langsung melawan serangan Ninja Misterius itu.


Tapi kekuatan Ninja tersebut memang tidak dapat di remehkan. Suherman mulai terlihat kelabakan menghadapi serangan yang terus di lancarkan oleh Ninja misterius itu.


Melihat Suherman mulai kelabakan, Marwan tidak tinggal diam. Dia melompat tinggi di udara, sembari mengaum bagaikan seekor Singa jantan yang sedang marah Kaki Marwan melesat dengan sangat cepat kearah Ninja Misterius itu.


Diluar dugaan, serangan Marwan terhenti karena tapak kakinya di cengkram dengan tangan kanan Ninja misterius itu. Lalu tubuh Marwan di campakkan dengan mudah beberapa meter sebelum jatuh ke tanah.


Setelah mencampakkan Marwan, dengan cepat tangan kiri Ninja misterius itu mendarat ke perut Suherman. Tubuh Suherman terpental beberapa meter sebelum jatuh ketanah.


Ninja misterius itu terlihat berdiri tegak lalu tertawa lebar. Tangan kanannya meremas kain yang nutupi kepalanya, lalu membuka seluruh kain yang menutupi kepalanya.


"Kimbek, kau rupanya" Kata Mardan setelah melihat wajah Ninja itu.


Meskipun pun Mardan, Marwan, dan Suherman tidak mengenali bahwa Ninja tersebut adalah Haiden, tapi pak Narso sudah mengetahui sejak awal bahwa sosok Ninja Misterius yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka adalah Haiden yang ingin menjajal kekuatan yang kini tengah dimiliki ketiga sahabatnya.

__ADS_1


"Eeeee... Becanda kau ga lucu lah bro" Kata Marwan saat sudah berdiri berhadapan dengan Ninja yang ternyata adalah Haiden.


"Aku tidak sedang bercanda. Aku ingin melihat seperti apa kekuatan yang kalian bertiga miliki sekarang" Kata Haiden membalas ucapan Marwan.


"Gimana menurutmu bro?" Tanya Suherman kepada Haiden.


"Paten" Jawab Haiden sembari mengacungkan ibu jarinya kepada Mardan, Marwan dan Suherman yang kini berdiri dihadapannya.


"Tapi kekuatan kau jauh lebih tinggi dari kami bertiga bro" Kata Mardan kepada Haiden.


"Kekuatanku tidak lebih tinggi dari kekuatan kalian. Kalian hanya perlu mematangkan teknik bertarung kalian" Kata Haiden kepada Mardan, Suherman dan Marwan.


"Benar kata nak Haiden. Kekuatan kalian itu ibarat pedang yang akan semakin tajam bila terus diasah" Kata pak Narso membenarkan ucapan Haiden.


"Yang terpenting sekarang, aku tidak perlu terlalu khawatir dengan keselamatan kalian dalam pertempuran kita selanjutnya melawan Oligarki" Kata Haiden kepada Suherman, Marwan dan Mardan.


"Tapi ingat. Nak Haiden, nak Mardan, nak Suherman dan nak Marwan jangan pernah menganggap remeh orang lain, termasuk lawan bertarung kalian. Remeh terhadap orang lain itu adalah kelemahan bagi setiap orang" Kata pak Narso kepada Haiden, Marwan, Mardan dan Suherman.


"Siap pak" Respon Suherman, Mardan, Marwan dan Haiden serentak.


Pak Narso tersenyum lalu berkata "Kalian berempat adalah kesatria Nusantara".


"Kesatria Nusantara?" Tanya Mardan mendengar ucapan pak Narso.


"Ya kekuatan kalian saat ini dulunya milik Tujuh Satria Nusantara. Kekuatan yang dimiliki nak Mardan saat ini dulu dimiliki oleh Kesatria Reksa" Kata pak Narso menjawab pertanyaan Mardan.


"Lantas siapa pemilik kekuatan saya, Haiden dan Marwan dulu pak?" Tanya Suherman kepada pak Narso.


"Pemilik kekuatan nak Suherman dulu dimiliki oleh Kesatria Rewanda. Kekuatan yang dimiliki nak Haiden dulu dimiliki oleh kesatria Vyaghraḥ. Dan kekuatan yang dimiliki nak Marwan dulu dimiliki oleh Kesatria Asva Simha" Kata pak Narso menjawab pertanyaan Suherman.

__ADS_1


__ADS_2