SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
MENJALANI HIDUP TIDAK BISA SENDIRI


__ADS_3

"Jadi bagaimana Om. Proyek apa sebenarnya yang ingin Om bangun, dan di mana lokasinya?" Tanya Haiden kepada Papi Melani yang duduk di Sofa, tepat di hadapannya di dalam ruang kerjanya.


Papi Melani tersenyum lalu berkata "Om mau buat Lokalisasi Perjudian yang lengkap dengan fasilitas hiburan lainnya termasuk Prostitusi untuk para wisatawan asing di Indonesia".


"Rencananya setiap Provinsi akan kita bangun Lokalisasi ini. Pembangunan Lokalisasi ini akan kita mulai dari Provinsi kita dulu. Sumatera Utara" Kata Papi Melani melanjutkan persentase nya kepada Haiden.


Haiden tampak serius mendengarkan persentase calon mertuanya itu. Seperti nya Haiden tertarik dengan Proyek yang akan fi bangun Papi Melani.


"Sumatera Utara, di mana rencananya Om?" Tanya Haiden setelah melihat Papi Melani berhenti bicara.


Papi Melani menenggak Kopinya yang ada di meja sebelum menjawab "Rencana Om di Pulau Sembilan, Pangkalan Susu. Kabarnya Pulai sembilan sudah sepi penduduk"


"Banyak penduduk yang sudah keluar dari pulau itu. Jadi akan lebih mudah untuk kita membeli lahan dari sisa penduduk yang ada" Kata Papi Melani lagi.


"Kalau mereka tidak mau meninggalkan pulau itu, bagaimana Om?" Tanya Haiden setelah Papi Melani selesai bicara.


Papi Melani tersenyum lalu menjawab "Mereka ga perlu meninggalkan pulau itu sebenarnya Den. Bagi pemilik tanah yang masuk dalam lokasi proyek dia biasa menjual tanahnya dan bangunan rumahnya saja, bisa juga selain kita berikan uang, kita akan sediakan rumah baru di sana".


"Bahkan mereka bisa bekerja di Lokalisasi itu nantinya kalau mau. Akan banyak lowongan kerja nanti dalam bisnis Lokalisasi itu" Kata Papi Melani menyelesaikan ucapannya.


Haiden tampak semakin tertarik dengan Proyek yang akan di bangun oleh Papi Melani itu. Dia juga sudah mendengar bahwa pemerintah saat ini telah membuat peraturan baru soal bolehnya pembangunan lokasi perjudian dan Prostitusi.


Pemerintah memperoleh kan siapapun pengusaha yang ingin membangun tempat prostitusi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Dalam peraturan baru tersebut juga menyebutkan ada hukuman yang cukup berat bagi yang melakukan Praktik judi dan Prostitusi di luar lokalisasi, karena itu dianggap ilegal.


"Haiden pikir Proyek yang mau Om bangun cukup menarik. Selain menguntungkan kita, juga menguntungkan Negara dan Masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar lokasi Proyek tersebut" Kata Haiden setelah diam sesat saat berpikir.

__ADS_1


"Kapal Pengangkut Manusia di Belawan bisa aktif dengan baik nantinya, dari belawan ke pulau sembilan. Wisata Asing yang mau ke sana Wajib menumpangi kapal dari Belawan" Kata Haiden lagi.


Papi Melani tampak senang mendengar tanggapan Haiden. Dia melihat Haiden seperti nya tertarik dengan calon Proyek yang baru saya ia persentase kan di hadapan calon menantunya itu.


"Jadi bagaimana menurut kamu Den. Layak kita kita kerjakan rencana Proyek yang mau om bangun ini?" Tanya Papi Melani kepada Haiden.


Haiden menenggak kopinya, lalu menjawab "Haiden pikir layak Om. Sekarang Om sudah bisa buat RAB nya, biar bisa Haiden siapkan anggaran nya".


"Serius Den?" Tanya Papi Melani dengan wajah tampak sangat gembira.


"Serius lah Om. Masa' bercanda" Jawab Haiden sembari tersenyum.


"Baiklah kalau begitu" Balas Papi Melani.


"Kalau begitu, Om pamit ya. Om harus segera kekantor Om untuk menyiapkan RAB nya" Kata Papi Melani lagi sembari tetap tersenyum gembira.


Sebelum keluar dari area kantor Admadja Grup, Papi Melani menghubungi istrinya di dalam mobil. Dia ingin berbagi kebahagiaan dengan Mami Melani dengan memberi kabar bahwa Proyek yang akan di bangunnya di terima Haiden.


"Hallo Mi. Papi ada kabar gembira Mi" Kata Papi Melani kepada istri nya.


"Apa itu Pi?" Tanya Mami Melani yang terdengar di Handphone Papi Melani.


"Haiden mau menjadi pendana Proyek Papi Mi" Jawab Papi Melani dengan nada yang sangat gembira.


Di rumahnya, Wajah Mami Melani juga tampak berseri mendengar berita yang di sampaikan suaminya barusan. Bulu kuduk ditangannya sampai merinding.

__ADS_1


Sambil senyum senyum sendiri Mami Melani mengatakan "Syukur lah Pi. Senang kali Mami mendengar nya".


"Ya uda dulu ya Mi. Papi harus ke kantor lagi untuk menyiapkan RAB proyek itu. Biar bisa segera di kerjakan Proyek baru kita itu" Kata Papi Melani kepada isteri nya sebelum menutup telepon nya.


Setelah itu, mobil Papi Melani tampak melaju perlahan meninggalkan kantor Admadja Grup Sumatra Utara itu, menuju kantor di perusahaan nya sendiri. Dan setiba di kantor nya, Papi Melani langsung membuat rapat dadakan untuk membahas RAB dengan karyawan nya.


Mendengar rencana Proyek yang akan di bangun oleh Papi Melani itu akan segera di bangun karena sudah ada pendana nya, seluruh karyawan di perusahaan Papi Melani itu tampak ikut gembira. Karena pasti akan banyak uang masuk buat mereka diluar gaji pokok yang akan mereka dapatkan nantinya.


Apa lagi proyek itu adalah proyek jangka panjang. Perusahaan mereka bukan hanya membangun, tapi juga akan mengelola lokalisasi tersebut. Kesuksesan ada di depan mata kata masing-masing karyawan di perusahaan Papi Melani, dalam benak mereka masing-masing.


Sementara itu, Haiden yang masih ada di ruang kerjanya saat ini kembali membuka berkas-berkas perusahaan. Dia baru sempat untuk kembali menyelidiki dugaan adanya penyelewengan uang perusahaan.


Saat di Jakarta, Tuan Besar sempat mengingatkan Haiden untuk tetap menyelidiki dugaannya tersebut. Tuan besar memaklumi kesibukan Haiden, namun kakek Haiden itu mengingat Haiden bahwa masalah di perusahaan Admadja Grup juga sangat penting untuk diperhatikan dan diselesaikan.


Haiden mulai berpikir untuk mulai mengaktifkan sahabat-sahabat untuk membantu dirinya menyelesaikan masalah di perusahaan nya. Dia berencana akan mengumpulkan sahabat-sahabatnya besok, untuk membicarakan urusan ini.


Pukul tiga sore Haiden keluar dari kantor Admadja Grup, pergi ke kampusnya. Pukul setengah empat sore dia ada mata kuliah di kelasnya.


Melani saat ini ada di kantin kampus bersama Wanti. Mardan juga dalam perjalanan ke kampus dari rumahnya.


Suherman dan Marwan saat ini ada di kelas masing-masing. Suherman dan Marwan tampak serius mendengarkan Dosen mereka masing-masing saat memberikan kuliah dihadapan seluruh mahasiswa nya dikelas masing-masing.


Di perjalanan menuju kampus, Haiden sempat menghubungi Melani. Haiden hanya ingin memastikan keberadaan Melani dan memberitahukan bahwa setibanya di kampus nanti, dia akan langsung kek kelasnya.


"Ya uda ga apa-apa yank. kamu langsung aja ke kelas. Aku sama Wanti kok di kantin" Kata Melani kepada Haiden lewat Handphone nya.

__ADS_1


"Oke, bilang sama Wanti aku titip nona muda ku ya" Kata Haiden dari dalam Mobilnya, sembari tetap fokus menyetir.


Melani tertawa kecil sebelum membalas "Iya aku sampaikan".


__ADS_2