SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
MASALAH BELUM SELESAI


__ADS_3

Di perjalanan menuju rumah sakit, Marwan yang sedang mengendarai mobil berkata "Sepertinya ada yang mengikuti kita deh" kepada Suherman yang berdasarkan disampingnya dan Melani yang ada di belakang.


Mendengar ucapan Marwan, Suherman melihat kaca spion yang ada dibalik pintu mobil untuk memastikan kecurigaan Marwan. Melani yang duduk di Jok barisan kedua di mobil itu menoleh kebelakang untuk memastikan kecurigaan Marwan juga.


"Mobil yang mana yang kau curigai mengikuti kita Wan?" Tanya Melani kepada Marwan.


"Itu sedan yang warna merah. Pas kita keluar dari kampus dia ada di dekat halte. Setelah melewati kita melewatinya mobil itu pun ikut bergerak" Jawab Marwan menjelaskan.


"Coba tes kita belok kiri ke jalan di depan itu Wan. Tetap ngikutin ga dia" Kata Suherman kepada Marwan.


Marwan pun mengikuti saran Suherman untuk belok ke jalan yang di maksud Suherman. Ternyata benar, mobil yang dikatakan Marwan tadi benar-benar mengikuti mereka.


"Iya benar, mereka memang sedang mengikuti kita Wan" Kata Melani ke pada Marwan.


"Tandai plat mobilnya Man" Kata Marwan kepada Suherman.


"Suherman pun segera mengeluarkan Handphone dalam saku depan celananya untuk mencatat nomor plat mobil tersebut agar tidak lupa.


Setelah mencatat plat nomor mobil itu Suherman bertanya "Lalu apa yang harus kita lakukan?" kepada Marwan.


"Kita tetap jalan saja ke rumah sakit. Kita tidak bisa berbuat apa-apa kalau mereka tidak berbuat apa-apa" Kata Marwan sembari tetap melakukan mobilnya.


Ketika Marwan memasukan mobilnya kedalam area rumah sakit mobil yang mengikuti mobil mereka perlahan berhenti di depan rumah sakit. Setelah mobil terparkir, Marwan, Suherman dan Melani langsung keluar dari mobil.


Mereka mencoba melihat keluar rumah sakit untuk melihat mobil yang mereka curigai mengikuti mereka tadi. Tapi mobil tersebut tidak terlihat oleh mereka.


Karena merasa tidak di intai lagi, Marwan, Suherman dan Melani pun bergegas masuk kedalam gedung rumah sakit. Di dalam gedung rumah sakit, mereka bertiga terlihat berjalan sedikit cepat menuju Lift.


Di dalam Lift Suherman masih memikirkan kira-kira siapa yang mengikuti mereka tadi. Dia Khawatir orang yang ada didalam mobil itu ada hubungannya dengan ketiga pemuda yang telah menikam Mardan.

__ADS_1


Saat Lift berhenti di lantai dua, Marwan, Suherman dan Melani pun keluar dari dalam Lift dan langsung berjalan menuju kamar pasien mawar kosong satu. Suherman langsung membuka pintu kamar saat mereka bertiga sudah tiba di depan pintu kamar pasien blok mawar nomor kosong satu itu.


Ketika pintu terbuka, Marwan, Suherman dan Melani melihat Wanti sedang menyuapi makan Mardan. Melani menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang telah membuka pintu kamar.


"Cieee....! mesranya buat iri aja ni tuan dan nyonye Mardan" Kata Suherman menggoda Mardan dan Wanti sembari masuk kedalam bersama Marwan dan Melani.


"Ga aci angeklah, wek...!" Sahut Wanti mendengar ucapan Suherman, lalu menjulurkan sedikit lidahnya.


"Berdua aja ni. Mama mu mana Dan?" Tanya Melani yang masih berdiri kepada Mardan.


"Keluar tadi. Katanya ada yang mau dibeli" Jawab Mardan.


"Haiden mana. Kok ga bareng Haiden kau Mel?" Tanya Mardan balik ke Melani.


"Ada yang di urus nya di kantor katanya. Makanya aku bareng Suherman dan Marwan" Jawab Melani.


Serentak Wanti, Marwan, Suherman dan Melani tertawa setelah mendengar ucapan Mardan. Mardan juga ikut tertawa berbarengan dengan kekasih dan ketiga sahabatnya itu.


Setelah tertawa bersama, Melani pun melangkah untuk duduk di sofa di ikuti oleh Suherman dan Marwan. Setelah duduk Melani mengambil Handphone dari dalam tasnya untuk menghubungi Haiden.


"Hallo. Iya yank" Kata Haiden yang menerima telepon dari Melani di ruang kerjanya.


"Kamu masih di kantor yank" Tanya Melani yang terdengar dari dalam Handphone Haiden.


"Iya yank. Aku masih memeriksa beberapa berkas ni yank" Jawab Haiden.


"Oh ya uda. cuma aku mau bilang, tadi pas kami dari kampus sampai depan rumah sakit kayanya kami di ikuti orang deh yank" Kata Melani sambil mengambil cemilan yang ada di atas meja.


Mardan menoleh melihat Melani yang sedang berbicara lewat telepon dengan Haiden. Mardan mengernyitkan dahinya saat mendengar ketiga sahabatnya itu di ikuti orang saat menuju ke tempat dirinya dirawat.

__ADS_1


Haiden sampai berdiri dari tempat duduknya ketika mendengar kekasihnya dan kedua sahabatnya diikuti orang dan berkata "Serius yank?".


"Serius lah yank" Kata Melani terdengar dari dalam Handphone Haiden yang melekat di telinga nya.


"Ciri-ciri mobilnya ingat yank?" Tanya Haiden kepada Melani.


"Sedan warna merah. Nomor plat nya tadi di catat Suherman. Nanti biar di kirim Suherman ya" Jawab Melani.


"Ya uda. Segera kirim ya, biar segera kita selidiki siapa orang yang ada didalam mobil itu. Tutup dulu telponnya yank" Kata Haiden terdengar dari dalam Handphone Melani yang melekat di telinga nya.


"Oke yank" Kata melani, lalu menutup teleponnya juga setelah Haiden menutup teleponnya.


Tanpa diminta, Suherman langsung mengirim nomor plat mobil yang mereka curigai telah mengikuti mereka sejak dari kampus hingga depan rumah sakit kepada Haiden. Di dalam ruang kerjanya Haiden menerima pesan WA dari Suherman.


Isi pesan WA tersebut adalah BK 8167 ADK. Dan setelah melihat pesan tersebut, Haiden langsung menghubungi pengawalnya yang diperintahkan nya untuk mengawasi rumah sakit.


"Hallo Bim. Coba kau lihat-lihat mobil sedan warna merah, nomor plat nya BK 8167 ADK" Kata Haiden kepada salah seorang pengawalnya yang diperintahkan nya untuk mengawasi rumah sakit bersama tiga orang pengawal lainnya.


"Siap tuan muda" Jawab pengawal Haiden yang bernama Bimo itu didalam mobil yang terparkir tidak juh dari rumah sakit Amir Hamzah.


Setelah mendapat perintah dari Haiden, Bimo dan ketiga temannya langsung keluar dari dalam mobil untuk mencari mobil sedan warna merah bernomor plat BK 8167 ADK. Setelah keluar dari mobil, mereka berempat berpencar untuk mencari mobil yang dimaksud Haiden.


Salah seorang teman Bimo yang bernama Irwan melihat mobil sedan berwarna merah dengan nomor plat BK 8167 ADK. Irwan langsung menghubungi teman-temannya melalui Handphonennya.


Setelah dihubungi oleh Irwan, Bimo dan kedua pewal lainnya kembali berkumpul dengan Irwan di dekat mobil sedan merah Bernomor plat BK 8167 ADK itu.


Mereka berempat bersama-sama mendekati mobil tersebut. Setelah dekat, Bimo mengetuk kaca pintu mobil itu beberapa kali. Kacapun terbuka perlahan.


"Ada apa bro?" Tanya orang yang membuka kaca mobil itu dari dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2