
Haiden duduk bersebelahan dengan Melani disalah satu meja. Beberapa meja lain di kantin kampus sudah terlihat terisi oleh mahasiswa dan mahasiswi.
Winda tampak berjalan mendekati Haiden dan Melani, kemudian langsung duduk di hadapan Haiden. Melani mengernyitkan dahinya sambil menatap wajah Winda.
Dalam hati Melani berkata "Ga tahu diri amat ni cewek. Ga punya malu".
"Haiden..! ini aku, Winda" Kata Winda lalu bertanya "Kamu tidak ingat?".
Haiden tersenyum dan berkata "Ingat..Sangat ingat. Kamu dan teman-teman mu adalah cewek-cewek yang pernah menolak aku untuk berkenalan dengan cara yang sangat menyakitkan dulu".
"A.. aa.. aku minta maaf Haiden. Itu semua kan ulah teman-temanku. Aku tidak ada berkata apa-apa saat itu" Kata Winda menjelaskan kepada Haiden.
Haiden kembali tersenyum kemudian berkata "Kamu memang tidak berkata apa-apa. Tapi kamu tidak ada sedikitpun mencegah teman-temanmu untuk tidak menghina aku terus".
"Maafkan aku Haiden. Aku menyesal" Sahut Winda setelah mendengar ucapan Haiden.
"Sudahlah lupakan saja. Lebih baik kamu pergi dari sini. Aku harus menjaga persaan pacarku" Kata Haiden kepada Winda.
"Pacar. Siapa pacarmu?" Tanya Winda seakan tak percaya tapi juga penasaran dengan apa yang dikatakan Haiden barusan.
"Ini disebelah aku. Kamu anggap apa dia?" Kata Haiden dengan wajah serius.
Mendengar ucapan Haiden Melani menoleh dan sekilas menatap sebelah kiri wajah Haiden, kemudian kembali ke posisi semula. Hatinya berdebar-debar mendengar ucapan Haiden.
Winda menatap Melani sebentar kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berlalu meninggalkan Haiden dengan Melani tanpa berkata apa-apa. Hatinya sangat kesal mendengar semua ucapan Haiden tadi.
Setelah Winda keluar dari kantin dan tak terlihat lagi, Melani bertanya pada Haiden "Apa maksud mu mengatakan aku ini pacarmu Haiden?".
Haiden menoleh dan menatap wajah Melani. Sambil tersenyum Haiden menjawab "Aku memang ingin kamu menjadi pacar ku. Itupun kalau kamu mau".
Melani berusaha menahan senyum dari rasa gembira dalam hatinya, kemudian ia bertanya lagi "Kenapa kok tiba-tiba kamu mau jadi pacarku?".
"Sebenarnya beberapa waktu setelah aku dihina oleh Winda dan teman-temannya aku mulai suka denganmu Mel. Tapi aku tidak memiliki kepercayaan diri untuk menyatakannya padamu" Jawab Haiden.
__ADS_1
Haiden tersenyum lagi pada Melani lalu berkata lagi "Kalau kamu ga mau jadi pacarku juga gapapa. Yang penting aku sudah sampaikan. Bagaiman, kamu mau ga jadi pacarku?".
Melani tersenyum setelah mendengar penjelasan Haiden. Hatinya kini berbunga-bunga.
"Sebenarnya aku juga sudah lama suka denganmu Haiden. Sejak beberapa waktu setelah kita berkenalan dulu" Kata Melani.
"Masa' sih. Jadi kenapa kamu ga pernah bilang padaku?" Tanya Haiden setelah mendengar ucapan Melani.
"Ga mungkin dong aku yang ungkapin duluan. Aku kan cewek" Jawab Melani Spontan setelah mendengar pertanyaan Haiden.
"Iya pula ya" Kata Haiden sambil menggaruk-garuk kepalanya, kemudian dia bertanya "Intinya kamu mau ga jadi pacarku?".
"Iya aku mau" Jawab Melani sambil tersenyum dengan wajah ceria.
Sejak saat ini Haiden resmi menjadi pacar Melani. Dan sejak saat inj pula kemesraan mereka menjadi buah bibir di kampus mereka.
Beberapa hari setelah Haiden dan Melani saling mengungkapkan perasaannya Haiden dan Melani mengumpulkan sahabat-sahabat mereka untuk merayakan hari jadian mereka berdua di sebuah Cafe Live Musik.
Malam ini Suherman dan Marwan membawa pasangannya. Sedangkan Mardan dan Wanti datang tanpa ada pasangannya masing-masing.
Pacar Suherman bernama Rina, sedangkan pacar Marwan bernama Fani. Rina kuliah disalah satu Universitas Swasta yang cukup ternama di Sumatra Utara. Sedangkan Fani kuliah di Universitas Swasta tertuah di Sumatra Utara.
Tidak ada orang lain dalam Cafe tersebut selain mereka berdelapan dengan Band Cafe dan para pelayan. Khusus malam injeksi Cafe Live Musik itu hanya dibuka untuk Haiden bersama kekasih dan sahabat-sahabatnya.
Mardan, Wanti, Suherman, Marwan, Rina dan Fani tampak duduk semeja menikmati minuman dan makanan mereka sembari menikmati alunan Musik dan lagu yang dinyanyikan Band Cafe.
Dilain meja dengan sahabat-sahabatnya, Haiden yang sedang duduk berduan dengan Melani diam-diam memperhatikan Wanti yang kedapatan sering mencuri-curi pandang kepada Mardan. Tapi tampaknya mardan tidak sadar bahwa Wanti bolak balik memperhatikannya.
"Yank.. Yank...! Kamu ada perhatikan tingkah Wanti ga?" Tanya Haiden kepada Melani.
Melani yang sedang duduk sambil memeluk lengan kanan Haiden menjawab "Engga. Kenapa yank?" Kata Melani kemudian bertanya balik kepada Haiden.
"Coba kamu perhatiin deh si Wanti. Aku lihat dia bolak balik memperhatikan Mardan. Kayanya dia naksir Mardan" Jawab Haiden.
__ADS_1
Melani menegakkan posisi duduknya untuk melihat Wanti yang kebetulan sedang melirik Mardan. Sedangkan Mardan sedang asyik melihat dan mendengarkan Band Cafe yang sedang menghibur mereka dengan berbagai macam lagu.
Setelah melihat tingkah Wanti, Melani berkata "Iya. Benar yang kamu bilang kayanya yank".
"Bagaimana kalau kita bantu mereka yank?" tanya Haiden meminta pendapat Melani.
"Bantu gimana maksud kamu yank?" kata melani balik bertanya pada Haiden.
"Bantu mereka jadian loh yank" Jawab Haiden.
Mendengar jawaban Haiden, Melani diam sejenak memikirkan sesuatu. Beberapa saat kemudian Melani bertanya lagi "Apa Mardan naksir Wanti juga yank?" kepada Haiden.
"Ya ga tahu juga sih yank. Tapi kita ga akan pernah tahu kalau tidak kita coba cari tahu" Jawab Haiden.
"Aku ikut kamu sajalah yank. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Melani lagi.
Haiden terdiam untuk memikirkan langkah selanjutnya. Langkah menyatukan Wanti dengan Mardan.
Setelah beberapa saat berpikir akhirnya Haiden berkata "Kita kemeja mereka. Kamu duduk bersama Wanti, aku duduk bersama Mardan".
"Kamu duluan ke sana. aku mau keatas pentas dulu untuk Request lagu yang cocok untuk joget" Kata Haiden lagi kepada Melani.
Menuruti kata kekasihnya itu Melani pun bangkit dari tempat duduk, kemudian ia berjalan menuju meja sahabat-sahabatnya. Haiden juga bangkit dari tempat duduknya, kemudian melangkah menuju pentas untuk Request lagu.
Setelah menyampaikan Request beberapa lagunya kepada Band Cafe Haiden langsung turun dari atas pentas untuk bergabung dengan sahabat-sahabatnya. Haiden duduk tepat disamping Mardan.
Sambil merangkul Mardan, Haiden berkata "Masih betah menjomblo aja kau ku lihat bro" kepada Mardan.
Mardan tersenyum, menoleh kesamping untuk menatap wajah Haiden dan berkata "Mentang-mentang uda punya pacar ngeledek kau bro", lalu tertawa.
Haiden juga tertawa bersamaan dengan Mardan. Karena mendengar tawa mereka berdua spontan Wanti, Melani, Suherman, Marwan, Rana dan Fani menoleh untuk melihat Mardan dan Haiden yang sedang tertawa lepas.
"Ada apaan sih, kok kayanya seru kali pembahasan kalian berdua sampai ketawa lebar gitu" Tanya Wanti kepada Mardan dan Haiden.
__ADS_1
"Ga ada apa-apa. Cuma pembicaraan antara laki-laki dengan laki-laki saja" Jawab Haiden sembari tersenyum.