SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
KEPERCAYAAN 2


__ADS_3

"Belum ketua. Datanya masih ditangan keluarga almarhum ketua" Jawab Salah seorang pengurus Partai Panca Karya Sumatera Utara itu pada Mardan.


"Ya sudah. Anda minta perwakilan keluarga almarhum ABK itu kesini besok, bawa data lengkap almarhum sekalian" Kata Mardan menanggapi jawaban salah seorang pengurus Partai Panca Karya Sumatera Utara tersebut.


"Siap ketua" Balas salah seorang pengurus Partai Panca Karya itu.


Usai menutup pertemuan nya dengan seluruh pengurus Partai Panca Karya Sumatera Utara, Mardan langsung meninggal kantor Partai Panca Karya Sumatera utara untuk bertemu dengan Gubernur A Cin di rumah dinasnya. Dirumah dinas Gubernurnya, Gubernur A Cin memang sedang. menanti kedatangan Mardan.


Saat Mardan tiba di rumah dinas Gubernur, Gubernur A Cin terlihat sedang mengobrol dengan tiga orang pemuda yang belum dikenal Mardan. Sebelum Mardan duduk di sofa ruang tamu, Gubernur Acin bangkit dari duduknya untuk menyalami Mardan.


Tiga orang pemuda yang sedang mengobrol dengan Gubernur A Cin itu pun ikut bangkit dari duduk mereka masing, ikut menyalami Mardan. Satu persatu mereka memperkenalkan diri kepada Mardan saat mereka menyalami Mardan.


"Gito Ketua" Kata pemuda yang pertama kali menyalami Mardan, sembari tersenyum.


"Mardan" Balas Mardan juga sembari tersenyum, di susul dengan dua pemuda lainnya. Dua pemuda lainnya bernama Sanusi dan Mikhael.


Saat sudah duduk di Sofa, Mardan langsung memberikan informasi mengenai gambaran jumlah peserta calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang bakal menjadi Rival mereka kepada Gubernur A Cin.


"Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang terlihat aktif mengumpulkan KTP saat ini ada sekitar tujuh Paslon pak Gub. Tapi gambaran besar yang lolos menjadi calon sekitar empat Paslon termasuk kita dan Wakil Gubernur Herianzah" Kata Mardan kepada Gubernur A Cin.


Mendengar penjelasan Mardan barusan, Gubernur A Cin mengangguk anggukkan kepalanya sebelum bertanya "Sudah dapat gambaran partai-partai mendukung Paslon yang mana saja ketua?".


"Ada tiga partai besar terlihat sudah merapat ke Wakil Gubernur Herianzah pak Gub. Yang lainnya belum terlihat" Jawab Mardan.


"Partai-partai yang kita Lobi belum ada yang memberi jawaban pasti. Apakah diantara tiga partai termasuk partai yang kita Lobi ketua?" Tanya Gubernur A Cin kepada Mardan usai mendengar jawaban Mardan.


"Ketiganya termasuk partai-partai yang sudah kita lobi kemarin pak Gub" Jawab Mardan lagi.


Gubernur A Cin kembali mengangguk anggukkan kepalanya setelah mendengar jawaban Mardan. Di diam sejenak untuk memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat berpikir, Gubernur A Cin berkata "Saya pikir tidak menjadi masalah kalaupun tidak ada Partai lain selain Partai Panca Karya yang mau mendukung kita ketua".


"Saya masih yakin, kita bisa menang dengan dukungan Partai Panca Karya. Yang terpenting saksi kita harus kuat, serta jalin hubungan baik dengan KPU dan Bawaslu" Kata Gubernur A Cin meneruskan ucapannya ke pada Mardan.


Mendengar ucapan Gubernur A Cin barusan, Mardan tersenyum lalu berkata "Saya juga yakin pak Gubernur. Tapi kita harus tetap waspada".


"Tentulah kita harus tetap waspada ketua" Balas Gubernur A Cin seraya tersenyum.


"Oh iya ketua. Mereka bertiga ini yang akan bertanggung jawab untuk kampanye kita di Media Sosial Mereka juga yang akan menghalau serangan-serangan Tim rival kita di Media Sosial nantinya ketua" Kata Gubernur A Cin kepada Mardan sembari menunjuk Gito, Sanusi dan Mikhael.


Sembari menatap Gito, Sanusi dan Mikhael, Mardan berkata "Oh ya. Kalau begitu nanti anggota Partai Panca Karya ikut bergabung dengan kalian bertiga ya", kepada mereka bertiaga.


"Siap ketua" Jawab Gito, Sanusi dan Mikhael nyaris serentak.


Mardan memang baru ini mengenal Gito, Sanusi dan Mikhael. Tapi Gito, Sanusi dan Mikhael sangat mengenal Mardan.


Siapa yang tidak kenal dengan Mardan saat ini. Tokoh pengusaha muda, sekaligus ketua Partai baru tapi namanya sedang menggema di seluruh Indonesia.


"Kami butuh tempat dan Tim dilengkapi dengan Handphone dan Laptop masing-masing ketua" Jawab Mikhael.


"Oke. Di Perumahan Medan Asri ada rumah saya yang tidak saya tempati, tapi ada dua orang asisten rumah tangga saya yang merawat rumah tersebut dan ada Satpam yang menjaga. Kalian bisa tempati rumah itu nanti selama masa kampanye".


"Siap ketua" balas Gito, Mikhael dan Sanusi bersamaan.


"Laptop dan Handphone juga akan saya berikan nanti, setelah terbentuk Tim kalian" Kata Mardan.


Mendengar ucapan Mardan, Gubernur A Cin menyela "Laptop dan Handphone mereka biar saya saja yang sedia kan ketua".


Mardan tersenyum saat menatap Gubernur A Cin lalu bertanya "Yakin pak Gub?".

__ADS_1


Gubernur juga tersenyum mendengar pertanyaan Mardan lalu menjawab "Yakinlah ketua. Berbagilah kota mengeluarkan uang. Inikan untuk kita bersama".


"Ketua kan sudah banyak keluar uang juga selama ngumpulin KTP masyarakat. Saya tahu jumlahnya ga sedikit itu" Kata Gubernur A Cin lagi kepada Mardan, sembari tersenyum.


Mardan juga tersenyum, lalu membalas "Baiklah kalau begitu".


"Oh iya, kalau tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, saya undur diri duluan ni pak Gub" Kata Mardan kepada Gubernur A Cin.


"Loh kok buru-buru kelihatan nya ketua?" Balas Gubernur A Cin dengan bertanya kepada Mardan.


"Iya, saya ada janji ketemu lagi dengan Haiden. Saya harus kasih laporan juga mengenai perkembangan bursa calon Presiden dan Wakil Presiden pak Gub" Jawab Mardan.


"Oh gitu. Baiklah kalau begitu ketua. Sampaikan salam saya pada ketua Haiden ya ketua" Kata Gubernur A Cin menanggapi penjelasan Mardan.


Setelah menyalami Gubernur A Cin, Mikhael, Sanusi dan Gito satu persatu, Mardan langsung meninggalkan rumah dinas Gubernur Sumatera Utara itu. Dia langsung menuju kediaman Haiden.


Sebelum ke rumah dinas Gubernur Sumatera Utara, Mardan memang sudah membuat janji bertemu dengan Haiden di rumahnya Haiden. Di rumahnya, Haiden sedang menanti kedatangan Mardan sambil minum kopi di taman belakang rumahnya bersama Melani dan Arif.


"Jadi apa kata Dokter saat kalian cek kesehatan?" Tanya Haiden kepada Arif.


"Katanya aku kurang istirahat" Jawab Arif.


"Kalau gitu kau kurangilah aktifitas kau bro. Untuk sementara ga usah dulu selalu keluar kota. Kan masing-masing tempat sudah ada Manager di Kikombe" Kata Haiden menanggapi jawaban Arif.


"Iya. Kayanya harus begitu bro. Tapi aku ga puas kalau selalu memantau Kikombe" Balas Arif.


Mendengar ucapan teman SMP nya itu, Haiden tersenyum lalu berkata "Aku tahu kau orang yang sangat bertanggung jawab dengan apa yang kau kerjakan. Tapi kau harus ingat tanggung jawab mu kepada rumah tangga mu".


"Istrimu juga butuh teman bila kau ga ada. Kalau kalian punya anak, anak kalian bisa menjadi temannya di saat kau beraktifitas diluar rumah. Apa lagi kau bisa berminggu-minggu ga pulang kalau sudah keliling Indonesia" Kata Haiden lagi berusaha menasehati Arif sebagai sahabat lamanya.

__ADS_1


Arif tersenyum lalu membalas "Benar yang kau bilang bro. Thanks atas perhatian mu sama aku bro".


Haiden tersenyum sebelum berkata "Thanks apaan. Kita ini bersahabat sejak kecil. Sudah selayaknya kita saling memberi masukan".


__ADS_2