SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
PEWARIS HARTA BELUM TENTU BISA JAYA


__ADS_3

"Wow.. luar biasa bro" Kata Haiden setelah mengetahui dari Arif bahwa dia adalah pemilik Kikombe Coffe.


Arif tersenyum melihat respon Haiden lalu berkata "Biasa ajalah bro. Kalau ga karena warisan Papua ku, ga belum tentu juga aku bisa bangun bisnis ini".


Haiden meletakkan telapak tangannya di bahu Arif, sembari tersenyum Haiden berkata "Berapa banyak orang yang menerima warisan orang tuanya tapi akhirnya hidupnya tetap berantakan, karena dia tidak cara memanfaatkan harta peninggalan orang tuanya itu dengan baik dan benar?".


"Walupun modal usaha kau ini dari warisan Papamu, kau tetap luar biasa. Karena warisan Papamu tidak habis sia-sia" Kata Haiden lagi, sembari melepas telapak tangannya dari bahu Arif.


Baru saja Haiden menyelesaikan tanggapannya kepada Arif, resepsionis cantik tadi datang menghampiri Arif dan berkata "KTV nya sudah siap pak Arif".


"Oke. Sekarang kamu bawa pak Haiden dengan rombongannya ke KTV yang sudah kamu siapkan ya. Layani mereka dengan baik" Kata Arif kepada Resepsionis cantik itu.


"Siap pak Arif" Jawab Resepsionis cantik itu sembari tersenyum.


"Den. Enjoy kalian ya" Kata Arif kepada Haiden dan sahabat-sahabat nya.


"Kau ga ikut gabung bro?" Tanya Haiden merespon ucapan Arif.


Arif tersenyum lalu berkata "Kebetulan hari malam ini aku ada acara makan malam dengan keluarga pacar ku Den. Lain harilah kita sambung lagi ya".


"Mana nomor kontakmu, biar ku Save. Entar kita komunikasi lagi, kapan kita kumpul" Kata Arif lagi sembari meminta nomor kontak Haoden.


Haiden langsung memberikan no kontaknya kepada Arif. Arif langsung mencatat nomor yang disebutkan Haiden kedalam daftar kontak dalam Handphone.


Setelah menyimpan nomor kontak Haiden, Arif langsung me miscall nomor kontak Haiden. Setelah masuk panggilan tak terjawab dari Arif di Handphone nya, Haiden langsung menyimpan nomor Arif tersebut ke daftar kontak dalam Handphone nya juga.


Arif menyalami Haiden, Melani dan keempat sahabat Hiaiden sebelum pergi meninggalkan Hiaiden, Melani.Wanti, Marah, Suherman dan Marwan yang masih berada di Hall Kikombe Coffe. Setelah Arif tak terlihat lagi, Haiden bersama Melani dan keempat sahabat mereka, dibawa Resepsionis cantik itu ke KTV yang sudah disediakan untuk mereka.

__ADS_1


Tiba di dalam KTV yang cukup besar itu, resepsionis cantik itu berkata "Selamat menikmati ya bapak/ibu sekalian".


"Bila perlu apa-apa, bisa pencet Bel yang ada di sebelah pintu ini" Kata resepsionis cantik itu lagi sembari menunjuk bel yang terletak bersebelahan dengan saklar lampu di samping pintu keluar masuk KTV itu.


"Baik. Terima kasih ya" Jawab Haiden yang masih berdiri bersama Melani berhadapan dengan resepsionis cantik itu.


"Sama-sama pak. kalau begitu saya pamit" Kata resepsionis cantik itu sebelum keluar dari KTV VIP itu.


Mardan berduaan dengan Wanti sudah duduk di Sofa di Sofa. Demikian pula dengan Suherman dan Marwan, masing-masing sudah duduk di Sofa duluan disaat Haiden dan Melani masih berbicara dengan resepsionis cantik tadi.


Saat Haiden dengan Melani akan duduk, Suherman berkata pada Haiden "Bro aku tadi WA si Rina, ku suruh kesini. Ga apa-apa kan?".


"Iya aku juga bro. Si Fani ku suruh kesini" Kata Marwan juga kepada Haiden saat Haiden dan Melani baru saja duduk.


"Ya ga apa-apa. Aku aja yang lupa bilang ke kalian berdua untuk ajak Rina dan Fani kesini" Jawab Haiden.


Di hadapan mereka telah terhidang berbagai macam minuman termasuk Bir dan Wine, makanan ringan dan juga buah-buahan. Setelah meminum sedikit Wine, Wanti memulai karaoke duluan.


Dia menyanyikan lagu romantis sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Mardan. Mardan membalas dengan merangkul bahu Wanti.


Suara Wanti terdengar merdu saat bernyanyi itu Wajar. Wanita memang seorang Vokalis soalnya.


Setelah bernyanyi dua lagu, Melani meletakkan mikrofonnya di meja. Suherman mengambil mikrofon yang satunya lagi sebelum memulai bernyanyi.


Ternyata suara Suherman tidak jelek saat bernyanyi. Meskipun suaranya tidak tinggi, namun dia mampu mengontrol suaranya untuk menyesuaikan lagu yang di nyanyikan nya.


Di lagu kedua, Rina mengambil mikrofon yang di pakai Wanti tadi untuk bernyanyi duet dengan Suherman. Sambil saling merangkul, Suherman tampak asyik bernyanyi duet dengan kekasihnya Rina.

__ADS_1


Usai duet Suherman dengan Rina, giliran Marwan yang bernyanyi duet dengan Fani. Suara Marwan dan Fani juga terdengar tidak jelek saat mereka melantunkan sebuah lagu lawas.


Usai duet Marwan dengan Fani, Marwan menawarkan Mardan untuk bernyanyi. Tapi Mardan menolak, sebab dia merasa tidak bisa menyanyi.


Tapi Wanti menyemangatinya, dan berjanji akan membantunya bernyanyi. Berkat bujukan Wanti, dan juga pengaruh Wine yang di minumnya, Mardan akhirnya mau bernyanyi.


Ternyata suara Mardan juga tidak jelek. Hanya saja tempo nya sering tidak tepat saat bernyanyi di awal lagi.


Namun berkat bantuan Wanti, akhirnya Mardan dapat bernyanyi dengan cukup bagus hingga akhir lagu. Wanti memberi hadiah kecupan di pipi atas keberanian Mardan bernyanyi tadi.


Setelah itu Mardan menyerahkan mikrofon kepada Haiden. Melani dan yang lainnya tidak menyangka Haiden tidak menolak mikrofon yang diserahkan Mardan kepadanya.


Sebab mereka ingat betul dulu Haiden menolak bernyanyi bila mereka karaokean di Karoke keluarga. Setiap karoke di karoke keluarga dulu, Mardan dan Haiden tidak pernah mau bernyanyi.


Yang membuat mereka terkejut lagi, ketika Haiden memilih lagu Happy Metal yang di populerkan Band legendaris Indonesia tahun sembilan puluhan. Ketika Haiden mulai bernyanyi, bukan hanya Melani, Mardan, Wanti, Suherman dan Marwan saja yang terlihat melongo.


Fani dan Rani yang tidak pernah tahu Haiden bisa bernyanyi atau tidak pun ikut melongo mendengar suara Haiden yang begitu tinggi saat menyanyi kan lagu tersebut. Haiden bangkit dari duduknya sembari tetap bernyanyi.


Haiden beraksi bagaikan Rocker Profesional saat bernyanyi sambil berdiri. Melihat aksi Haiden, Melani pun ikut berdiri lalu melingkar kan tangannya ke pinggang Haiden.


Saat Melani melingkarkan tangannya ke pinggang Haiden, Haiden membalas dengan merangkul bahu Melani. Melihat Haiden asyik bernyanyi sambil bergoyang dengan Melani, Mardan dan Wantipun ikut berdiri dan bergoyang mengikuti irama musik dan lagi yang dinyanyikan Haiden.


Marwan dan Suherman juga tidak mau kalah. Marwan mengajak Fani untuk berdiri, demikian pula dengan Suherman mengajak Rina untuk berdiri dan bergoyang.


Suana di dalam KTV itu menjadi sangat meriah. Setelah dua lagi dinyanyikan Haiden, Melani mengambil mikrofon yang satunya lagi untuk duet bernyanyi dengan Haiden.


Haiden dan melani menyanyikan lagu pop romantis. Dan ternyata suara Haiden tetap terdengar bagus saat menyanyikan lagu pop dengan Melani.

__ADS_1


Mereka berdelapan saling berpelukan dengan pasangan masing-masing saat Haiden dan Melani bernyanyi. Musik yang di nyanyikan Haiden dengan Melani memang sangat cocok untuk berdansa sambil berpelukan.


__ADS_2