SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
FOKUS


__ADS_3

Beberapa hari di Rumah sakit, kini Mardan sudah bisa tidur terlentang dan sudah bisa duduk. Hari ini dia kedatangan tamu dua petugas polisi yang ingin meminta keterangan perihal penikaman yang ia alami beberapa hari yang lalu.


Wanti, Haiden dan Mama Mardan juga ada di kamar mawar kosong satu itu. Papa Mardan tidak ada di sana karena ia harus bekerja.


Suherman, Melani dan Marwan juga tidak ada di sana karena ada kelas masing-masing di kampus mereka. Hari ini Wanti juga di mintai keterangannya.


Sehari setelah kejadian penikaman mardan itu Wanti tidak jadi dimintai keterangan. Polisi sudah menghubungi Haiden untuk mengkonfirmasi bahwa Wanti akan dimintai keterangan sekalian dengan Mardan.


Poin penting dari keterangan Mardan yang telah disampaikannya adalah masalah pengedaran narkoba. Mardan diserang ketiga pemuda bertato itu karena ia selalu menghalangi mereka untuk mengedar narkoba itu dapat menjadi alasan polisi untuk pengembangan kasus dari kasus penganiayaan, percabaan pembunuhan hingga pengedaran narkoba.


Setelah merasa cukup mendapatkan keterangan dari Wanti dan Mardan, kedua petugas Polisi itu pun langsung undur diri meninggalkan Rumah Sakit dan melanjutkan tugas mereka untuk mengusut tuntas kasus yang tengah mereka tangani.


"Dan, aku harus cabut dulu ni" Kata Haiden kepada Mardan yang sedang duduk ditempat tidurnya.


"Mau kemana kau bro?" Tanya Mardan kepada Haiden.


"Aku harus kekantor. Ada urusan yang harus aku selesaikan di kantor" Jawab Haiden dengan serius.


"Oke bro" Kata Mardan membalas jawaban Haiden tadi.


Setelah itu Hiaden menyalami Mama Mardan dan kemudian berpamitan dengan mereka bertiga. Haiden tampak terburu-buru meninggalkan kamar mawar kosong satu itu menuju Lift untuk turun kelantai dasar.


Sesampainya di lantai dasar Haiden langsung menuju pintu keluar gedung Rumah Sakit untuk segera ke mobil nya yang berada di parkiran. Tak lama setelah Haiden masuk kedalam mobilnya, mobil Haiden pun terlihat melaju keluar meninggalkan Rumah Sakit Amir Hamzah itu.


Seperti biasa, para pengawal Haiden yang setia berjaga di luar Rumah Sakit langsung bergerak mengikuti mobil Haiden dengan mobilnya masing-masing. Satu mobil pengawal Haiden melaju mendahului Haiden untuk mengawal Haiden dari depan.


Salah seorang pengawal Haiden yang berada di depan Haiden menghubungi Haiden melalui Handphone nya "Hallo tuan muda. Kemana kita?".


"Ke kantor Admadja Grup" Jawab Haiden lalu menutup telepon nya.


"Ke kantor Admadja Grup" Kata pengawal yang menghubungi Haiden tadi kepada temannya yang sedang membawa mobil.


"Oke" Jawab pengawal yang membawa mobil.


Sementara itu, Melani yang baru saja selesai kuliah terlihat baru saja keluar dari kelasnya. Sambil berjalan meninggalkan kelasnya, Melani mengeluarkan Handphone dari dalam tasnya dan langsung menghubungi Haiden.

__ADS_1


"Hallo" Kata Melani kepada Haiden yang masih dalam perjalanan ke kantor cabang Admadja Grup Sumatera Utara.


"Hallo. Iya yank" Jawab Haiden setelah mendengar ucapan Melani dalam Handphone nya.


"Kamu di mana yank? Aku sudah selesai kuliah ni" Tanya Melani yang masih berjalan di dalam gedung fakultas nya kepada Haiden.


"Aku lagi jalan mau ke kantor yank. Kamu ke Rumah Sakit bareng Suherman atau Marwan aja ya. Nanti selesai dari kantor aku langsung balik ke Rumah Sakit" Jawab Haiden, terdengar suaranya di Handphone Melani yang berada di telinganya.


"Oh ya sudah. Biar aku hubungi mereka. Kamu hati-hati loh nyetirnya" Kata Melani kepada Haiden, lalu menutup telepon nya.


Setelah menutup pembicaraan dengan Haiden di telepon, Melani menghentikan langkahnya dan langsung menghubungi Suherman. Dia tidak menghubungi Marwan karena dia tahu Marwan jam segini masih ada kelas.


"Hallo. Di mana kau Man?" Tanya Wanti kepada Suherman setelah mendengar suara Suherman yang mengatakan "Hallo" terlebih dahulu di Handphone nya.


"Aku baru saja duduk di kantin ni. Nunggu Marwan biar berangkat bareng ke Rumah Sakit" Jawab Suherman yang berada di kantin.


Setelah mendengar jawaban Suherman, Melani melanjutkan langkahnya sembari berkata "Oke aku kesana" kepada Suherman.


"Oke" Kata Suherman kepada Melani lalu menutup teleponnya.


Beberapa saat kemudian Melani terlihat berjalan masuk kedalam kantin dan langsung duduk semeja dengan Suherman. Mereka duduk berhadapan.


"Dia ga bisa jemput. Ada urusan di kantor nya. Aku bareng sama kalian ke Rumah Sakit ya" Jawab Melani.


"Oh ya uda kita bertiga bareng aja naik mobil Marwan" Kata Suherman membalas ucapan Melani.


Mendengar ucapan Suherman Melani mengernyitkan dahinya lalu bertanya "Kau ga bawa mobil Man?".


"Enggak. Di pinjam abang aku. Ada barang yang harus dibawanya pakai mobil. ga bisa pakai kereta (motor) kataya" Jawab Suherman.


Melani mengangguk anggukan kepalanya dan berkata "Ohh..!".


"Kau ga mau makan dan minum Mel?" Tanya Suherman kepada Melani.


"Ini baru mau pesan" Jawab Melani.

__ADS_1


Kemudian Melani memanggil salah seorang pelayan kantin. Pelayan yang di panggil Melani pun segera datang menghampiri Melani.


"Pesan apa kak?" Tanya pelayan kantin itu kepada Melani.


"Aku pesan Ayam Penyet sama Jus Apel ya" Jawab Melani.


"Kau ga pesan lagi Man?" Tanya Melani kepada Suherman setelah menyebutkan pesanannya kepada pelayan kantin itu.


"Enggak" Jawab Suherman sembari menggelengkan kepalanya.


Setelah mendengar jawaban Suherman, Melani menatap wajah pelayan kantin itu dan berkata "Ya uda itu aja mbak" kepada pelayan kantin itu.


"Oke kak" Jawab pelayan kantin itu dan langsung berlalu meninggalkan Melani bersama Suherman untuk menyampaikan pesanan Melani tadi kepada Koki kantin.


Tak lama kemudian Marwan terlihat baru saja memasuki kantin dan langsung bergabung dengan Suherman dan Melani. Marwan duduk di antara Suherman dengan Melani di kursi bermeja yang berbentuk segi empat itu.


"Mana Haiden, Kok belum kelihatan?" Tanya Marwan kepada Melani yang ada di sebelah kirinya.


"Dia ga kesini. Ada urusan di kantor katanya. Dia minta aku bareng kalian ke Rumah Sakit. Nanti dia nyusul" Jawab Melani menjelaskan.


"Ohhh..! Tapi aku makan dulu ya. lapar aku" Kata Suherman setelah mendengar penjelasan Melani.


"Ya makanlah. Pesanan aku aja belum datang" Kata Melani membalas ucapan Marwan.


"Oh iyanya" Kata Marwan dan kemudian dia memanggil pelayan kantin yang melayani Melani tadi.


Pelayan kantin itupun segera datang menghampiri Marwan dan bertanya "pesan apa bang?"


"Aku pesan Nasi Goreng pakai telur setengah masak ya. Sama teh manis dingin" Jawab Marwan kepada pelayan kantin itu.


"Itu aja bang?" Tanya pelayan kantin itu lagi setelah mencatat pesanan Suherman di buku pesanannya.


"Iya. itu aja dulu" Kata Marwan.


Setelah mendengar jawaban Marwan, pelayan kantin itu pun berlalu meninggalkan Marwan bersama Suherman dan Melani untuk memberitahukan pesanan Marwan kepada kok kantin.

__ADS_1


Di lain tempat, Haiden yang sudah berada di ruangan nya kelihatan sibuk melihat-lihat berkas perusahaan. Beberapa hari yang lalu kakeknya mengatakan bahwa dia curiga ada laporan data keuangan yang tidak wajar.


Haiden mulai menyelidiki untuk membuktikan apakah kecurigaan kakeknya itu benar atau tidak. Wajah Haiden tampak sangat serius membaca isi berkas yang berada di tangannya saat ini.


__ADS_2