SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
NINE DRAGONS WANT TO RULE THE WORLD


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Haiden mengantarkan Istri dan anak-anaknya ke Jepang bersama Arif dan istrinya, Wanti, Fani, Rina dan anak-anak Mereka menggunakan pesawat Pribadi Haiden. Bimo dan empat orang pengawal lainnya juga turut serta guna mengawal mereka semua selama di Jepang.


Sebelum berangkat ke Jepang, Haiden sudah menghubungi Koleganya Akemi Honda sang ketua Yakuza. Haiden mengatakan pada Akemi bahwa dia akan menitipkan keluarganya.


Awal di hubungi Haiden, Akemi terkejut saat Haiden menghubunginya dengan menggunakan bahasa Jepang. Sebab yang dia tahu selama ini Haiden tidak bisa berbahasa Jepang.


Selama berkomunikasi mereka selalu menggunakan bahasa Inggris, sebab Akemi juga tidak mengerti bahasa Indonesia. Akemi sempat mengira nomor Handphone Haiden telah di Hack orang lain saat dia berbicara dengan Haiden yang tiba-tiba menggunakan bahasa Jepang.


Demi meyakinkan dirinya sendiri bahwa yang tengah menghubungi nya itu adalah benar-benar Haiden, akhirnya Akemi memutuskan untuk Video Call. Saat Video Call tersambung dan dia benar-benar melihat Haiden dalam Video Call tersebut, barulah Akemi percaya.


Akemi Honda sebenarnya adalah kolega almarhum kakek Haiden, dan kini menjadi Koleganya. Selain ketua Gangster Yakuza, Akemi Honda juga seorang pengusaha paling sukses di Jepang.


Tiba di Jepang, Akemi Honda sudah menanti di bandara bersama puluhan anggota Yakuzanya. Saat Haiden beserta rombongannya sudah dihadapannya, Akemi Honda memberi Hormat khas Jepang kepada Haiden.


Melihat ketua mereka memberi hormat kepada Haiden, puluhan anggota Yakuza itu pun turut memberi hormat kepada Haiden. Haiden juga melakukan Hal yang sama seperti yang dilakukan Akemi dan anggotanya sebelum mendekati Akemi dan berpelukan dengannya.


"Apa Kabar saudaraku?" Kata Haiden menggunakan bahasa Jepang.


"Baik saudaraku Haiden" Kata Akemi Honda menggunakan bahasa Jepang juga.


Sembari berjalan bersama menuju parkiran Akemi Honda bertanya "Kapan kamu belajar bahasa Jepang, kok tiba-tiba bisa lancar berbahasa Jepang seperti ini saudaraku Haiden?".


Mendengar pertanyaan Akemi Honda kepadanya, Haiden tertawa sebelum menjawab "Kamu pasti tidak akan percaya kalau aku ceritakan saudaraku".

__ADS_1


Jangankan Akemi Honda yang tidak sering bertemu dengannya, Arif, Melani, Wanti, Fani dan Rina juga terlihat bingung melihat dan mendengar tiba-tiba Haiden bisa berbicara pakai bahasa Jepang dengan Akemi Honda. "Kapan Haiden mulai belajar bahasa Jepang?" pikir mereka.


"Kapan Haiden les bahasa Jepang Mel?" Tanya Wanti kepada Melani sembari berjalan disebelah Melani.


"Aku juga ga tahu Ti. Aku juga baru ini melihat dan mendengar papi anak-anakku itu ngomong pakai bahasa Jepang" Jawab Melani.


Tiba di parkiran mobil, Haiden beserta rombongannya langsung masuk kedalam beberapa mobil yang sengaja disediakan Akemi Honda untuk membawa Haiden dan rombongannya ke rumah yang juga sudah di sediakan Akemi Honda. Rumah tersebut cukup megah dan terlihat sangat mewah.


Selain Haiden, ini kali pertamanya Melani dan yang lainnya menumpangi mobil tanpa roda, alias mobil terbang. Meskipun masih ada mobil yang wajib menggunakan roda di jalan raya, tapi rata-rata masyarakat Jepang saat ini sudah menggunakan mobil tanpa roda.


Mobil-mobil tanpa roda ini tidak harus dikemudikan oleh seorang supir, sebab bisa dibuat otomatis menuju ketempat tujuan. Pemilik mobil hanya tinggal memasukkan data tujuannya kedalam sistem yang ada di mobil, maka mobil akan melaju sesuai tujuan.


Mobil-mobil terbang tersebut juga di lengkapi dengan sensor yang dapat menghindari tabrakan terhadap apapun, termasuk sesama kendaraan. Itu sebabnya Haiden mendukung junior-junior nya yang bertekad ingin membuat mobil terbang sendiri.


Tiba di rumah yang telah disiapkan Akemi Honda untuk keluarga Haiden, Akemi Honda tidak langsung meninggalkan Haiden dengan keluarganya. Haiden dan Arif terlihat akrab mengobrol dengan Akemi.


Haiden tidak lagi menggunakan bahasa Jepang saat mengobrol bertiga dengan Akemi dan Arif. Sebab Arif tidak mampu berbahasa Jepang. Jadi mereka menggunakan bahasa Inggris.


"Sepertinya masalah mu cukup berat di Indonesia, hingga harus mengamankan keluarga mu di sini ya saudaraku Haiden?" Kata Akemi Honda bertanya pada Haiden menggunakan bahasa Inggris.


"Benar saudara Akemi. Rumah mertuaku kemarin di Bom dengan menggunakan Bom Waktu untuk membunuh aku. Aku terlambat datang menghadiri acara makan malam di rumah mertuaku sehingga aku selamat. Tapi kedua mertuaku yang menjadi korban" Jawab Haiden dengan menggunakan bahasa Inggris juga.


"Sembilan Naga memang biadab saudara ku Haiden. Kami Yakuza terkenal kejam, tapi kami punya etika dan tidak asal bunuh" Kata Akemi Honda menanggapi jawaban Haiden.

__ADS_1


"Oh iya. Ada orang Indonesia yang menempah mobil anti peluru lengkap dengan persenjataannya di sini. Apakah kau tahu soal ini saudaraku Haiden?" Tanya Akemi Honda kepada Haiden.


Haiden tertawa mendengar pertanyaan Akemi Honda kepadanya sebelum menjawab "Sebenarnya yang membuat mobil anti peluru itu aku saudaraku Akemi".


Mendengar jawaban Haiden barusan, Akemi Honda mengernyitkan dahinya lalu bertanya kembali "Kok ga ngabar ngabarin aku saudaraku Haiden?".


"Aku sengaja tidak mengabari mu saudaraku Akemi. Orang yang ku suruh untuk mencari tempat dimana bisa membuat mobil anti peluru juga tidak kuberi tahu kalau perusahaan mobil yang dia datangi itu semua milikmu. Milik kolegaku yang ada di Jepang ini. Dia juga ku larang untuk menyebut namaku" Kata Haiden menjawab pertanyaan Akemi Honda.


"Kenapa begitu saudaraku Haiden? Apa kau tidak percaya padaku?" Tanya Akemi Honda lagi setelah mendengar jawaban Haiden.


Haiden tersenyum lalu menjawab "Kalau aku tidak percaya padamu, tidak akan mungkin aku percayakan keluarga ku padamu saudaraku Akemi. Oligarki Sembilan Naga ada dimana-mana, aku hanya berjaga-jaga untuk memastikan bahwa Jepang bebas dari Sembilan Naga".


"Sekarang aku sudah memastikan bahwa Jepang bebas dari Sembilan Naga, makanya aku yakin untuk mengamankan keluarga ku di sini. Di tambah dengan pengawalan mu, aku bisa tenang menghadapi mereka di Indonesia" Lanjut kata Haiden kepada Akemi Honda.


Mendengar penjelasan Haiden kepadanya, Akemi terlihat mengangguk anggukkan kepalanya tanda memahami alasan Haiden. Akemi Honda memahami kecemasan Haiden atas keselamatan keluarganya.


"Kalau begitu, aku akan mengembalikan semua uang yang sudah diserahkan anggota mu ke perusahaan ku untuk membuat mobil pesananmu itu saudaraku Haiden. Anggap mobil itu bantuan dari saudaramu ini" Kata Akemi Honda kepada Haiden.


"Tidak saudaraku Akemi. Aku tahu, modal untuk membuat mobilku itu cukup besar" Kata Haiden menanggapi ucapan Akemi Honda.


"Baiklah saudaraku Haiden. Tapi kalau kau butuh sesuatu yang lainnya, katakan saja jangan sungkan-sungkan" Kata Akemi Honda.


"Kau berkenan menjaga keluarga ku saja, aku sudah sangat bersyukur saudaraku Akemi. Aku tidak tahu apakah kedepannya aku mampu membalas kebaikanmu ini atau tidak" Balas Haiden sembari tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2