
Tiba di rumah sakit Amir Hamzah, A Cun langsung membayar seluruh biaya pengobatan Marwan. Setelah membayar seluruh biaya pengobatan Marwan barulah A Cun ke kamar mawar kosong dua untuk memberi tahukan kepada Haiden bahwa biaya pengobatan Marwan sudah diselesaikannya.
"Semua sudah saya selesaikan ketua. Bang Marwan sudah bisa kita bawa pulang" Kata A Cun kepada Haiden saat dia sudah duduk dihadapan Haiden.
"Paten" Balas Haiden.
"Canggih kali obat di rumah sakit ini, bisa cepat sembuh bang Marwan dibuatnya" Kata A Cun sembari menatap Marwan yang sedang duduk disebelah Fani.
"Canggih kali pun" Balas Marwan sembari tersenyum.
"Karena sudah beres, kita gerak sekarang aja yok" Kata Haiden disela pembicaraan A Cun dengan Marwan.
"Bagaimana Tan, Om?" Tanya Haiden kepada Mama dan Papa Marwan.
"Boleh" Jawab Papa Marwan.
Karena semua sepakat dan tidak ada yang perlu di urus lagi, mereka semua bergerak keluar dari kamar pasien blok mawar nomor kosong dua itu. Saat menuju keluar dari dalam gedung rumah sakit, Suherman dihubungi oleh Rina.
"Ya Hallo yank" Kata Suherman kepada Rina, sambil tetap berjalan kearah pintu keluar masuk rumah sakit.
"Aku mau ke rumah sakit ni yank" Balas Rina yang terdengar di Handphone Suherman.
"Ga usah yank. Kamu langsung ke rumah Marwan saja ya. Ini kami baru keluar dari rumah sakit, antar marwan kerumahnya" Kata Marwan lagi kepada Rina.
"Loh emangnya Marwan sudah sudah sembuh?" Tanya Rina yang berada di dalam kamar kosnya.
"Sudah yank. Makanya pulang" Jawab Suherman yang terdengar di Handphone Rina.
Rina mengernyitkan dahinya lalu berkata "Kok bisa cepat kali yank? Kamu bilang parah si Marwan".
"Nanti saja ceritanya di rumah Marwan ya. Aku sudah didalam mobil ini, mau langsung gerak" Kata Suherman menjawab pertanyaan kekasih nya itu.
"Oke yank" Jawab Rina sebelum menutup Handphone nya.
Di perjalanan ke rumah Marwan, A Cun menghubungi karyawan di Showroom motornya. Dia meminta karyawannya itu untuk mengantarkan satu unit MOGE Sport ke alamat rumah Marwan.
Saat semua sudah berkumpul di rumah Marwan, tiba-tiba Bel rumah Marwan berbunyi. Fani bangkit dari duduknya meninggalkan ruang tamu untuk melihat siapa yang datang.
__ADS_1
"Permisi kak. Saya dari Halilintar Showroom kak" Kata seorang pemuda dihadapan Fani, setelah dia membuka pintu rumah Marwan.
"Ada apa ya bang?" Tanya Fani.
"Saya hanya mengantarkan MOGE Sport itu buat bang Marwan kak" Jawab pemuda itu sembari menunjuk MOGE Sport yang masih terikat di atas bak mobil pikup.
"Yank kesini yank" Teriak Fani memanggil Suherman setelah dia melihat MOGE Sport itu.
"Ada apa yank?" Tanya Suherman sedikit teriak dari ruang tamu.
"Cepat kemari" Kata Fani lagi.
Suherman bangkit dari duduknya kemudian berlari kecil menuju pintu rumahnya. Tiba di pintu rumahnya, Marwan langsung bertanya pada Fani yang sedang berdiri dengan pengantar MOGE di teras rumahnya "Ada apa sih yank?".
"Maaf, ini bang Marwan?" Tanya pemuda itu kepada Marwan.
"Iya, ada apa?" Balas Marwan balik bertanya.
Pemuda itu tersenyum sebelum menjawab "Saya di tugaskan pak A Cun untuk mengantar MOGE itu bang".
Mata Marwan terbelalak melihat MOGE Sport yang masih di atas bal Pikup itu. Dengan perasaan gembira Marwan berjalan mendekati MOGE Sport barunya itu.
Bersama taman nya, Karyawan Halilintar Showroom itu menurunkan MOGE dari atas bak pikup. Setelah MOGE Sport tersebut diparkirkan di halaman rumahnya, Marwan langsung menaiki MOGE Sport nya lalu menghidupkan nya.
Setelah mesin MOGE Sport itu hidup, Tanpa masuk gigi Marwan menaik turunkan gas MOGE Sport tersebut, sehingga suara MOGE Sport itu menggelegar hingga terdengar ke dalam rumah Marwan.
Mendengar suara MOGE yang menggelegar itu, Haiden, A Cun dan yang lainnya langsung bangkit dari duduk masing-masing untuk melihat keluar. Sa'at Melihat A Cun keluar dari dalam rumah bersama Haiden dan yang lainnya, Suherman mematikan Mesin MOGE Sport barunya itu.
"Terima kasih ya Cun" Kata Marwan kepada A Cun.
"Sama-sama bang. Suka abang kan?" Balas A Cun sembari bertanya kepada Marwan.
"Bukan suka lagi Cun. Senang kali aku" Jawab Marwan lalu tertawa kecil.
"Keren juga ni motor ya" Kata Haiden disela pembicaraan antara A Cun dengan Marwan.
"Besok kau antar ke rumah ku 1, Ke rumah Mardan 1, ke rumah Suherman 1 ya" Kata Haiden lagi ke pada A Cun.
__ADS_1
A Cun terlihat terkejut mendengar ucapan Haiden barusan. Dia tidak menyangka Haiden juga mau MOGE juga, bahkan tiga sekaligus untuk kedua shabat nya yang lainnya.
"Gawat. Rugi besarlah aku kalau begini" Kata A Cun dalam Hatinya.
"Kau kirim no Rekening Bank mu ke WA ku. Berapa total Harganya 3 Unit MOGE Sport yang sama seperti punya si Marwan ini?" Kata Haiden kepada A Cun.
"Serius ketua?" Tanya A Cun kepada Haiden.
"Ya Serius lah. Warna apa saja yang ada selain hitam kayak gini?" Jawab Haiden, lalu balik bertanya sembari menunjuk MOGE Suherman.
A Cun tersenyum lega sebelum menjawab "Ada warna merah, biru putih dan Jingga ketua".
Haiden mengangguk anggukkan kepalanya lalu berkata "Kalau gitu antar yang warna merah ke rumah ku besok ya".
"Kau Warna apa Dan?" Tanya Haiden kepada Mardan.
"Aku warna jingga sajalah" Jawab Mardan dengan wajah ceria.
"Kau Man?" Tanya Haiden kepada Suherman.
"Aku waran biru" Jawab Suherman juga dengan wajah ceria.
"Jadi, kau antar juga ke rumah Mardan besok yang warna jingga. Tempat Suherman yang warna biru ya Cun" Kata Haiden kepada A Cun.
"Siap ketua" Jawab A Acun.
"Jadi berapa semuanya?" Tanya Haiden lagi kepada A Cun.
"Harusnya satu koma dua M ketua. Tapi buat ketua, sembilan ratus juta saja ketua" Jawab A Cun.
Haiden tersenyum lalu berkata "Aku akan tetap kirim satu koma dua M. Kau bisnis jangan sampai ga dapat untung. Sekarang kau sebut no rekening bank mu".
"Siap ketua" Balas A Cun lalu menyebutkan nomor rekening bank nya ke pada Haiden.
Setelah mentransfer uang satu koma dua M, Haiden berkata "Sudah ya", sembari memperlihatkan bukti transfer yang tertera di layar Handphone nya kepada A Cun. Setelah itu Haiden juga mentransfer uang lima ratus juta milik Marwan ke rekening bank nya.
"Uang kemenangan mu sudah ku kirim juga ya Wan" Kata Haiden ke pada Marwan.
__ADS_1
"Oke. Terima kasih ya bro" Balas Marwan.