SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
SIKAP SEORANG PEMIMPIN


__ADS_3

"Baiklah pak. Sebentar saya coba hubungi Owner saya dulu" Kata Manager Angga menanggapi permintaan Kurnia, sembari mengambil Handphone nya di atas meja.


Kurnia hanya memperhatikan saat Manager Angga sedang berbicara dengan Owner PT. Naga Terbang Berjaya melalui Handphone nya. Setiap usai bertanya lewat Handphone nya, Manager angga terlihat mengangguk anggukkan kepalanya.


Setelah menutup pembicaraan dengan Owner PT. Naga Terbang Berjaya melalui Handphone nya, Manager Angga berkata "Begini pak Kurnia. Owner saya mengatakan, uang santunan yang sesuai dengan peraturan pemerintah akan kami serahkan besok. Jadi kami sediakan dulu anggarannya pak".


Kurnia mengangguk anggukkan kepalanya lalu berkata "Oke. Jam berapa kalian bisa datang ke kantor Partai Panca Karya Sumatera Utara besok?".


"Pastikan waktunya, biar saya sampaikan juga kepada keluarga almarhum pak Sukirman untuk datang tepat waktu ke kantor Partai Panca Karya Sumatera Utara besok" Kata Kurnia lagi.


"Mungkin agak sore, sekitar jam empat lebih kurang pak" Balas Manager Angga.


"Baik kalau begitu. Kalau sampai jam setengah lima sore kalian tidak ada kabar, maka jangan salahkan kami kalau, nama PT. Naga Terbang Berjaya akan hancur di Dunia" Kata Kurnia sembari memberi sedikit ancaman kepada Manager Angga sebagai perwakilan dari PT. Naga Terbang Berjaya.


"Ba.. Ba.. Baik pak Kurnia" Balas Manager angga terbata-bata.


Usai pertemuan dengan Manager Angga sebagai perwakilan PT. Naga Terbang Berjaya, Kurnia langsung menghubungi Jimmy untuk melaporkan hasil pertemuannya dengan perwakilan PT. Naga Terbang Berjaya hari ini.


"Kau di mana sekarang?" Tanya Jimmy kepada Kurnia usai menerima laporan dari Kurnia lewat Handphone nya.


"Saya sudah di jalan menuju kantor Partai Panca Karya ketua" Jawab Kurnia sembari tetap fokus menyetir mobilnya.


"Kau ga usah kekantor dulu. Kita ketemu di Resto Medan City saja" Kata Jimmy, terdengar di Handphone Kurnia.


"Siap ketua" Balas Kurnia sebelum menutup Handphone nya.


Sementara itu, Mardan dan Haiden juga sedang menuju Resto Medan City dengan mobil masing-masing. Jimmy memang diperintahkan Mardan untuk ke Resto Medan City bersama Kurnia.


Haiden ingin turun tangan setelah mendengar bahwa PT. Naga Terbang Perkasa mengulur-ngulur waktu untuk membayar uang santunan kepada almarhum pak Sukirman dari Mardan. Dia tidak mau Partai Panca Karya di sepelekan oleh siapapun.


Saat Haiden dan Mardan tiba di Resto Medan City, Kurnia masih dalam perjalanan. Jimmy tampak gembira dapat bertemu dengan Haiden, karena sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan Haiden secara langsung.


"Apa kabar ketua Haiden?" Tanya Jimmy saat berjabat tangan dengan Haiden.


"Baik. Apa kabarmu pengacara Jimmy?" Jawab Haiden sembari tersenyum sebelum duduk berhadapan dengan jimmy diseberang meja yang sama.


"Saya juga baik ketua" Balas Jimmy sebelum duduk kembali di tempat duduknya.


Seorang pelayan Resto datang menghampiri Jimmy, Mardan dan Haiden untuk menyodorkan menu makanan dan minuman. Sebari berkata "Silahkan pesan pak", pelayan tersebut menyodorkan menu makanan dan minuman kepada Haiden.

__ADS_1


"Hidangkan saja bakanan utama Resto ini untuk empat orang. Minuman saya jus terong belanda ya" Kata Haiden kepada pelayan itu.


"Baik pak" Kata pelayan itu sembari mencatat dibuku pesanannya.


"Kau minum apa Dan?" Tanya Haiden kepada Mardan.


"Saya Jus Apel ya" Kata Mardan kepada pelan itu.


"Baik pak" Balas pelayan itu sembari mencatat lagi.


"Kau pesan lagi Jim?" Tanya Mardan.


"Enggaklah ketua. Masih banyak ini minuman saya" Jawab Jimmy.


"Ya uda. itu saja dik" Kata Haiden kepada pelayan resto tersebut.


Setelah mencatat semua pesanan Mardan dan Haiden, pelayan tersebut langsung pergi meninggalkan Haiden, Mardan dan Jimmy untuk menyiapkan pesanan yang sudah dicatatnya.


"Mana Kurnia?" Tanya Mardan kepada Jimmy setelah pelayan resto tadi pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Dalam perjalanan kesini ketua" Jawab Jimmy.


"Ada informasi baru ga dari Kurnia?" Tanya Mardan lagi kepada Jimmy yang ada dihadapan nya.


"Kalau besok mereka ingkar lagi, maka langsung buat Konferensi Pers. Sebarkan ke seluruh Media cetak, Media Berita Online dan seluruh Media Sosial sebelum kota minta pemerintah untuk mencabut izin usaha PT. Naga Terbang Berjaya" Kata Haiden di sela pembicaraan antara Jimmy dengan Mardan.


Baru saja Haiden berkata demikian, Kurnia tiba dan langsung berkata "Wah ada ketua Haiden. Apa kabar ketua?" sembari mengulurkan tangan kepada Haiden untuk berjabat tangan dengan Haiden. Haiden pun langsung menyambut jabatan tangan Kurnia dan membalas "Saya baik pengacara Kurnia".


Setelah berjabatan tangan dengan Haiden, Kurnia juga berjabatan tangan dengan Jimmy dan Mardan sebelum duduk di sebelah Jimmy tepat berhadapan dengan Mardan Haiden di sebrang mejanya. Sama seperti Jimmy, Kurnia juga terlihat sangat gembira dapat bertemu dengan Ketua Umum Partainya Haiden.


"Saya dengar dari ketua Mardan, kalian berdua sudah membuat laporan ke Polisi dan Disnaker. Benar demikian?" Tanya Haiden kepada Jimmy dan Kurnia.


"Benar ketua" Jawab Jimmy dan Kurnia bersamaan.


Di sela pembicaraan Haiden dengan Jimmy dan Kurnia, pelaya resto tadi datang menghampiri membawa pesanan Haiden dan Mardan tadi bersama seorang pelayan lainnya. Usai meletakkan semua pesanan Haiden dan Mardan tadi, Haiden berkata pada Kurnia "Pengacara Kurnia mau minum apa, bilang saja sama adik-adik ini".


"Siap ketua" Kata Kurnia menanggapi ucapan Haiden.


"Saya pesan jus Wortel pakai susu ya" Kata Kurnia kepada salah seorang pelayan resto itu.

__ADS_1


"Baik pak" Balas pelayan itu sebelum mereka berdua bergegas pergi meninggalkan Mardan, Haiden, Jimmy dan Kurnia.


Sambil menyantap makanan yang sudah terhidang di meja mereka, Haiden kembali bertanya pada Jimmy dan Kurnia "Oh iya, apa tanggapan pihak kepolisian dengan Disnaker?"


"Mereka baru menerima laporan dari kita ketua. Kita belum tahu apakah sudah mereka proses atau belum kita belum dikasi kabar ketua" Jawab Jimmy.


Haiden terlihat mengangguk anggukkan kepalanya sebelum berkata "Besok pagi kalian datangi lagi pihak kepolisian dan Disnaker. Pastikan sudah atau belum mereka proses".


Jangan lupa bawa beberapa Wartawan untuk meliputi. Jam berapa besok janji pihak PT. Naga Terbang Perkasa menyerah kan uang santunan ke keluarga almarhum ABK itu?" Kata Haiden lagi sembari bertanya pada Kurnia.


"Sekitar jam empat lebih kurang ketua" Jawab Kurnia saat salah seorang pelayan tadi kembali mengantarkan pesanan Kurnia.


"Terima kasih" Kata Kurnia kepada pelayan resto itu.


"Sama-sama pak" Balas pelayan resto itu sebelum kembali pergi meninggalkan Kurnia, Jimmy, Mardan dan Haiden.


"Kalau begitu, sampai jam lima mereka tidak menyerahkan uang santunan untuk keluarga almarhum ABK tersebut, kalian buat konferensi pers. Saya akan minta Presiden Purwanto untuk mencabut izin usaha PT. Naga Terbang Perkasa" Kata Haiden menanggapi jawaban Kurnia usai pelayan yang mengantar minuman Kurnia pergi meninggalkan mereka.


"Siap ketua" Kata Kurnia menanggapi ucapan Haiden.


"Tapi ketua. Kalau kita tutup perusahaan PT. Naga Terbang Berjaya, bagaimana dengan uang santunan keluarga pak Sukirman ketua?" Tanya Jimmy kepada Haiden.


Haiden tersenyum sebelum menjawab "Proses hukum kan tetap berjalan. Tuntut mereka di pengadilan untuk membayar santunan keluarga pak Sukirman sepuluh kali lipat".


"Benar yang ketua katakan. Tapi proses di pengadilan belum tentu bisa cepat ketua. Kasihan keluarga pak Sukirman. Mereka sangat membutuhkan uang tersebut" Kata Jimmy menanggapi ucapan Haiden.


Haiden kembali tersenyum mendengar tanggapan Jimmy sebelum membalas "Dibayar atau tidak oleh PT. Naga Terbang Berjaya besok, serahkan uang santunan mereka sesuai dengan peraturan pemerintah".


Jimmy mengernyit kan dahinya sebelum membalas "Maksudnya ketua?".


"Kalau seandainya besok PT. Naga Terbang Berjaya tidak juga menyerahkan uang santunan itu, kita yang akan memberikan uang tersebut ke keluarga pak Sukirman ketua?" Tanya Jimmy kepada Haiden untuk memastikan maksud ucapannya.


Haiden tersenyum lalu berkata "Iya. Kalau besok PT. Naga Terbang Berjaya tidak juga mebayar uang santunan itu, besok serahkan uangnya pakai uang saya dulu".


"Seberapapun uang yang kita menangkan di pengadilan nanti, serahkan kepada keluarga pak Sukirman setelah dipotong dengan uang saya yang sudah kita serahkan kepada keluarga pak Sukirman" Kata Haiden mengakhiri penjelasan nya.


"Baiklah kalau begitu ketua" Kata Jimmy setelah mendengar penjelasan Haiden.


"Jadi besok,jangan lupa kalian suruh keluarga pak Sukirman ke kantor kita jam empat sore" Kata Mardan di sela pembicaraan antara Haiden dengan Jimmy dan Kurnia.

__ADS_1


"Siap ketua" Kata Jimmy dan Kurnia bersamaan, membalas perintah Mardan.


"Ya sudah. Kalian sudah bisa meninggalkan kami berdua. Ada yang harus saya bicarakan dengan ketua Mardan berdua saja" Kata Haiden kepada Jimmy dan Kurnia.


__ADS_2