
"Besok kamu ada kuliah yank?" Tanya Melani kepada Hauden.
"Ada, tapi Sore jam dua. Kenapa yank? Jawab Haiden kemudian balik bertanya.
"Mmmm...! Besok pagi aku sendirian dong jemput kampus jadinya" Balas Melani.
Haiden tersenyum, kemudian merangkul bahu Melani sembari berkata "Aku tetap jemput kamu, lalu antar kamu ke kampus. Setelah ngantar kamu aku harus ke kantor Admadja Grup".
Melani tersenyum senang lalu berkata "Terima kasih tuan muda ku"
"Sama-sama nona muda ku" Balas Hiden sambil mencubit mesra hidung Melani.
"Oh iya yank. Kemarin aku ada belikan sesuatu buat kamu, sebelum aku berangkat ke Jakarta. Belum sempat aku berikan ke kamu" Kata Haiden kepada Melani.
"Apa itu yang? Mana dia?" Tanya melani penasaran.
Haiden tersenyum, lalu menjawab "Ada di kamar, dalam lemari ku. Entar aku ambil dulu sebentar ya".
Saat Haiden bangkit dari duduknya, berniat mengambil sesuatu yang akan diberikan ke Melani di kamarnya, Melani berkata "Aku ikut ya yank".
Haiden tidak menolak keinginan Melani ikut bersamanya ke kamar. Mereka berdua melangkah bersama menuju kamar Haiden.
Di dalam kamarnya, Haiden langsung membuka lemari pakaiannya untuk mengambil sesuatu yang akan diberikannya ke pada Melani. Sedangkan Melani duduk di Sofa yang ada di kamar Haiden.
"Ini dia yank" Kata Haiden menunjukkan sebuah kalung emas yang dihiasi dengan berlian yang melekat pada liontin nya.
Melani berdiri dari duduknya. Wajahnya tampak girang melihat kalung yang tampak indah di tangan Haiden itu, lalu bertanya "Kalung itu buat aku yank?"
Haiden tersenyum sembari menjawab "Iya sayank".
Melani langsung memeluk Haiden dan berkata "Terima kasih sayank".
"Iya sama-sama. Sini aku pakaikan dulu kalung nya" Kata Haiden sembari melepas pelukan Melani dengan lembut.
Haiden berdiri dibelakang Melani untuk memakai kan kalung tersebut. Melani terus tersenyum bahagia saat Haiden memakai kan kalu mewah itu.
Setelah kalungnya terpasang, Melani kembalikan tubuhnya menghadap Haiden. Bibir lembut nya menyerang bibir Haiden sembari tetap memeluk erat tubuh Haiden.
__ADS_1
Haiden membalas serangan cinta Melani dengan penuh perasaan cinta juga. Pertarungan cinta yang mirip dengan pertarungan ikan ****** itu berlangsung beberapa menit, hingga akhirnya tubuh Melani dan Haiden jatuh di tempat tidur.
Pertarungan mereka belum selesai. Mereka memulai pertarungan cinta yang lebih sengit lagi di tempat tidur Haiden itu.
Seluruh Tatto yang memenuhi tubuh Haiden terlihat setelah Haiden melepas pakaiannya. Sambil tetap bergumul, Haiden juga melepas seluruh pakaian Melani.
Nafsu sudah menyelimuti jiwa kedua insan yang saling mencintai itu, hingga akhirnya pedang perkasa Haiden menemukan sarungnya. Melani merintih saat Haiden memasukkan pedang kedalam sarungnya.
Maklum, ini pengalaman pertama sarung pedang Melani bertemu dengan pedangnya. Demikian pula sebaliknya, baru kali ini pedang Haiden bertemu dengan sarungnya.
Setelah beberapa saat bertarung sengit di atas tempat tidur yang empuk itu, akhirnya Haiden dan Melani tergeletak lemas berdampingan tanpa busana. Haiden menatap wajah melani, kemudian kembali memeluk nya dan berkata "I Love You".
Mendengar ucapan Haiden, melani tersenyum lalu mengecup dahi Haiden dan berkata "I Love U To Much".
Tak terasa, Haiden dan Melani sama-sama tertidur dalam dekapan hangat mereka berdua. Hari ini kamar Haiden menjadi saksi bisu ikatan cinta Haiden dan Melani yang semakin dalam.
Makanan untuk Haiden dan Melani sudah dihidangkan oleh asisten rumah tangga Haiden. salah seorang asisten rumah tangga Haiden ke ruang tamu untuk memberitahukan bahwa makanan sudah dihidangkan, siap untuk di santap.
Tapi ternyata Haiden dan Melani sudah tidak ada di ruang tamu. Asisten rumah tangga itu mencoba mencari Haiden dan Melani hingga ke kolam renang yang berada di atap rumah, tetap tidak menemukan Haiden dan Melani.
Dia takut Haiden marah kalau ternyata nanti dia dianggap mengganggu saat memanggil tuan mudanya itu. Tapi kalau tidak di panggil, makanan yang dihidangkan akan dingin dan tidak enak di santap lagi.
Setelah berpikir cukup lama, asisten rumah tangga itu akhirnya memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Haiden sembari berkata "Tuan muda, makanan tuan muda sudah dihidangkan".
Melani tersentak bangun, dan langsung membangunkan Haiden yang masih terlelap dalam tidurnya. Setelah beberapa kali di tepuk lembut pipinya oleh Melani, barulah Haiden terbangun, dan langsung duduk berhadapan dengan Melani.
"Ada apa yank?" Tanya Haiden.
"Asisten rumah tangga kamu manggil tu yank" Jawab Melani.
Setelah mendengar ucapan Melani, barulah Haiden tersadar dan mulai mendengar suara asisten rumah tangganya yang masih mengetuk-ngetuk pintu kamarnya dari luar kamar.
"Iya ada apa Bi?" Tanya Haiden dengan suara sedikit teriak kepada asisten rumah tangganya itu.
"Makanan tuan muda sudah dihidangkan. Kalau lama disantap takutnya dingin, ga enak lagi disantap tuan muda" Jawab asisten rumah tangga Haiden dari luar kamar.
"Oh iya bi. Kami segera ke ruang makan" Jawab Haiden dari kamarnya.
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban Haiden, asisten rumah tangga itu pun beranjak pergi dari depan kamar Haiden, kembali ke dapur. Haiden dan Melani bangkit dari tempat tidur langsung ke kamar mandi bersama.
Kini mereka bagai sepasang suami istri. Mandi bersama, saling menyabuni pasangannya.
Haiden menyabuni seluruh tubuh Melani yang mulus dan seksi itu di bawah siraman air yang keluar dari shower. Seluruh tubuh atletis Haiden yang dipenuhi dengan tatto itu juga di sabuni oleh Melani.
Usai Mandi dan berpakaian, Haiden dan Melani langsung keluar dari kamar Haiden menuju ruang makan untuk menyantap makanan yang telah dihidangkan oleh para asisten rumah tangga Haiden. Melani duduk disebelah Haiden saat menyantap makanan yang sudah ada di piring mereka masing-masing.
Melihat rambut Haiden dan Melani yang masih basah, para asisten rumah tangga Haiden masing-masing berpikir curiga bahwa tuan muda mereka itu pasti telah melakukan hubungan intim dengan Melani.
Tapi mereka tidak berani bertanya tentunya. Mereka hanya bisa menyimpan kecurigaan mereka dalam hati saja, dan membayangkan betapa beruntung nya Melani bisa menikmati surga dunia dengan tuan muda mereka yang tampan itu.
Sambil makan Haiden bertanya kepada para asisten rumah tangganya "Kalian sudah makan bi?"
"Sudah tuan muda" Jawab seluruh asisten rumah tangga Haiden serentak.
"Itu satpam dan pengawal sudah pada makan?" Tanya Haiden lagi.
"Sudah tadi tuan muda" Jawab salah seorang asisten rumah tangga Haiden.
"Saya dengar anak bi Narsih mau menikah. Minggu depan. Benar bisa?"
"Benar Tuan muda" jawab salah seorang asisten rumah tangga Haiden yang bernama Narsih itu".
"Di mana pestanya bi?" Tanya Haiden lagi.
"Di Bogor tuan muda. Makanya saya mau izin pulang kampung dua hari sebelum acara nikahan. Tapi ga pesta kok tuan muda. ga ada duit" Jawab Narsih dengan jujur.
"Hari ini saya kasih uang buat pesta. Bi Narsih kirim ke kampung biar keluarga bisa Narsih bisa menyiapkan pestanya. Jadi bisa Narsih pulang nanti, biar Narsih ga perlu repot mempersiapkan pesta" Kata Haiden ke pada Narsih.
Mata Narsih berkaca-kaca nyaris mengeluarkan air mata mendengar ucapan Haiden, lalu berkata "Terima kasih banyak tuan muda".
"Sama-sama. Tapi maaf, saya ga bisa ke sana ya" Kata Haiden membalas ucapan Narsih.
Bukan hanya semua asisten rumah tangga Haiden saja yang merasa terharu, Melani juga terharu menyaksikan Haiden memperlakukan asisten rumah tangga nya itu.
"Aku benar-benar beruntung bisa menjadi pendamping mu Haiden" Kata Melani dalam hatinya.
__ADS_1