SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
TELEPATI 2


__ADS_3

Setelah melihat Haiden sudah masuk kedalam rumah, Melani berkata pada Riko dan Rika "Kalian berdua dengan kak Indah dan Kak Heni dulu ya. Mami mau ke kamar dulu sebentar".


"Iya Mi" Jawab Rika dan Riko bersamaan.


"Kalian lanjut temani Rika dan Riko bermain ya" Kata Melani kepada kedua Babysitter Riko dan Rika yang bernama Indah dan Heni itu.


"Baik nyonya besar" Kata Indah dan Heny menuruti perintah nyonya besarnya.


Saat Melani masuk kedalam kamarnya, Melani melihat Haiden tengah duduk bersila ditengah tengah tempat tidurnya. Matanya terpejam, kedua tangannya berada di atas pahanya.


Melani tidak mengurungkan niatnya untuk bertanya soal apa yang dibicarakan Haiden dengan Irjen Aryo.tadi. Dia duduk di sofa sembari tetap memandangi Haiden seperti orang yang sedang semedi.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Melani melihat Haiden mulai membuka matanya. Haiden sudah tahu Melani masuk ke dalam kamar dan duduk di Sofa sejak tadi.


Bahkan Haiden juga tahu kalau Mepani menyusulnya ke kamar karena penasaran dengan apa yang dibicarakan nya dengan Irjen Aryo.tadi. Melani tersenyum saat melihat Haiden sudah membuka lebar matanya dengan posisi masih duduk bersila.


"Papi ngapain barusan?" Tanya Melani kepada Haiden.


Haiden tidak langsung menjawab pertanyaan Melani. Dia bangkit dari duduknya, lalu turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati Melani.


"Tadi mas Aryo kasi kabar, bi Suriyani meninggal Dunia karena keracunan. Jadi papi mencoba untuk mencari tahu apa penyebab bi Suriyani keracunan".


Mendengar penjelasan Haiden barusan, Melani terlihat sangat terkejut, lalu bertanya ""Bi Suriyani keracunan di dalam penjara Pi?".


"Iya mi. Dia di racun oleh salah seorang Polisi yang bertugas" Jawab Haiden.


"Mas Aryo yang bilang Pi?" Tanya Melani lagi setelah mendengar jawaban Haiden.


Haiden tersenyum sebelum menjawab "Enggak Mi. Mas Aryo tadi cuma ngabarin bi Suriyani meninggal karena keracunan tanpa tahu dia bunuh diri atau di racuni orang lain".


Melani mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Haiden lalu kembali bertanya "Lalu tahu dari mana Papi kalau bi Suriyani diracuni petugas Polisi?".

__ADS_1


"Papi sekarang memiliki kekuatan Telepati. Papi bisa melihat apa yang telah dan akan terjadi" Jawab Haiden.


"Benarkah Pi? Itu kekuatan yang disalurkan pak Narso kepada Papi? Tanya Melani lagi kepada Haiden.


"Iya Mi" Jawab Haiden sembari tersenyum.


Haiden tidak mungkin menceritakan bahwa kekuatannya itu sebenarnya di dapatkannya setelah dia menikahi seorang gadis Bunian kepada Melani.Rahasia yang hanya di ketahui oleh dirinya dengan pak Narso saja.


"Jadi papi sudah tahu siapa yang telah nyuruh bi Suriyani memasukkan Bom Waktu itu kedalam rumah almarhum papi dan almarhumah mami Pi?" Tanya Melani kepada Haiden.


"Sudah Mi. Pelakunya adalah Oligarki." Jawab Haiden.


"Lalu apa yang akan Papi lakukan sekarang?" Tanya Melani setelah mendengar jawaban Haiden.


"Perang akan segera di mulai. Mimi, Wanti, Fani, Rina dan anak-anak harus segera papi ungsikan keluar Negeri sebelum perang di mulai" Kata Haiden menjawab pertanyaan Melani.


"Kalau itu yang terbaik menurut Papi, Mami ikut apa kata Papi. Bagaimana dengan istri Arif Pi?" Tanya Melani lagi menanggapi jawaban Haiden.


"Arif dan istrinya ikut Mami nanti. Biar Arif, Bimo dan beberapa pengawal lainnya yang akan menjaga kalian di luar Negeri nanti" Kata Haiden menjawab pertanyaan Melani.


"Papi lihat dulu dengan Telepati, dimana kira-kira tempat yang aman buat kalian nantinya" Jawab Haiden.


"Baiklah Pi. Mami nurut apa kata Papi saja" Kata Melani menanggapi jawaban Haiden.


Setelah menutup pembicaraan dengan Melani, Haiden langsung menghubungi Mardan, Suherman, Marwan dan Arif. Haiden meminta mereka berkumpul dua hari lagi di Hotel Admadja Residance Medan pukul delapan malam.


Dan dua hari kemudian pukul delapan malam, Mardan, Suherman, Marwan dan Arif pun datang menemui Haiden di Hotel Admadja Residance. Haiden menunggu mereka berempat di kamar khusus milik Haiden.


Kamar tersebut dua kali lipat luasnya dari kamar VIP yang ada di Hotel Admadja Residance. Di dalam kamar tersebut terdapat sofa yang membentuk lingkaran dan terdapat sebuah meja bundar di tengahnya.


Mereka berenam kini duduk di sofa tersebut saling berhadapan membentuk lingkaran mengikuti bentuk sofa tersebut. Kamar khusus untuk Haiden itu baru saja dibuat dari dua kamar VIP yang di gabungkan menjadi satu.

__ADS_1


"Bagus juga kamar barumu ini bro. Desainnya keren" Kata Suherman kepada Haiden, menilai kamar yang baru di lihatnya itu.


"Memang keren bro. Dan kamar ini kenang-kenangan dari almarhum mertuaku bro. Beliau yang desain kamar ini" Kata Haiden menanggapi penilaian Suherman.


"Pantas keren. Almarhum mertuamu itu benar-benar multitalent bro. Sayang terlalu cepat beliau meninggalkan kita" Kata Arif kepada Haiden.


"Iya. Dan aku sangat merasa bersalah atas tragedi yang menimpa kedua mertuaku. Karena akulah penyebab ledakan Bom Waktu di rumah mereka" Kata Haiden menanggapi ucapan Arif.


"Kau jangan merasa seperti itu bro" Kata Suherman setelah mendengar ucapan Haiden.


"Sebenarnya target utama Bom Waktu itu adalah aku. Andai aku tidak mau mencalonkan diri menjadi wakil Presiden, mereka tidak akan menjadi korban" Kata Haiden mengungkapkan rasa bersalahnya.


"Tetap itu bukan salahmu bro. Itu salah Oligarki. Jadi kau ga perlu bersalah terus. Yang harus kita lakukan adalah secepatnya membasmi Oligarki, agar tidak ada korban lagi" Kata Mardan kepada Haiden.


"Ya. Kau benar bro. Itu sebabnya kalian aku minta berkumpul di sini" Kata Haiden menanggapi ucapan Mardan.


"Apa rencanamu bro?" Tanya Mardan kepada Haiden.


"Perang segera di mulai. Pasukan khusus kita sudah siap, tapi mereka juga sudah menyiapkan pasukan mereka. Aku mau istri dan anak-anak kita berangkat ke luar Negeri dalam waktu dekat ini untuk mengamankan diri" Kata Haiden menjawab pertanyaan Mardan.


"Kau dan istrimu ikut serta bersama istri dan anak-anak kami Rif. Ada beberapa pengawal ku juga yang akan membantumu menjaga istrimu beserta istri dan anak-anak kami" Kata Haiden kepada kami.


Mendengar ucapan Haiden kepadanya, Arif bertanya "Apa tidak sebaiknya aku tetap di Indonesia bro?".


"Dari banyaknya orang yang ku percaya di Dunia ini, hanya kalian yang ku percaya bro. Aku memintamu untuk menjaga istri dan anak-anak ku itu karena aku sangat percaya padamu" Jawab Haiden.


"Baiklah kalau begitu bro" Kata Arif menanggapi ucapan Haiden ke pada nya.


"Kira-kira mau di amankan kemana istri dan anak-anak kita bro?" Tanya Suherman kepada Haiden.


"Jepang. Nanti aku minta kolegaku Akemi Honda untuk mengirimkan anggota nya untuk menjaga istri dan anak-anak kita juga" Jawab Haiden.

__ADS_1


"Akemi Ketua Yakuza itu?" Tanya Marwan kepada Haiden.


"Iya" Jawab Haiden.


__ADS_2