
Keesokan harinya, Kantor Partai Panca Karya Sumatera Utara hingga pukul lima sore Mardan, Jimmy, Kurnia, istri dan anak almarhum pak Sukirman menanti kedatangan pihak PT. Naga Terbang Berjaya yang tidak kunjung tiba. Mardan terlihat sangat kesal karena merasa di remehkan oleh pihak PT. Naga Terbang Berjaya.
"Perlu saya hubungi Manager PT. Naga Terbang Berjaya itu ketua?" Tanya Kurnia kepada Mardan yang duduk di sofa berhadapan dengannya diruang kerja Mardan.
"Tidak perlu. Yang perlu kau lakukan sekarang panggil wartawan dari seluruh Media. Kita buat Konferensi Pers" Jawab Mardan.
"Siap ketua" Kata Kurnia menanggapi perintah Mardan.
Kurnia langsung mengeluarkan handphone nya dari dalam tas kecilnya untuk menghubungi awak media dari berbagai macam Media cetak, Media Online dan Media Televisi.
Saat Kurnia sedang sibuk menghubungi para Wartawan yang memang sudah sering meliput kegiatan Partai Panca Karya Sumatera Utara diluar ruang kerja Mardan, Mardan berkata "Uang santunan yang seharusnya diberikan oleh pihak PT. Naga Terbang Berjaya kepada ibu selaku keluarga almarhum pak Sukirman, hari ini akan kami talangi dulu sekarang" kepada istri almarhum pak Sukirman.
Mendengar ucapan Mardan itu, istri pak Sukirman spontan bertanya "Yang benar pak?".
Mardan tersenyum lalu berkata "Iya benar bu. Kita juga akan lanjutkan tuntutan perdata dan pidana kita ke pengadilan. Sepuluh kali lipat tuntutan perdata kita dari jumlah yang seharusnya dibayarkan ke keluarga almarhum pak Sukirman".
"Bila tuntutan kita tembus nanti, maka seluruh uang tersebut akan di serahkan ke ibu semua, tapi di potong sejumlah uang yang telah kami serahkan nanti" Kata Mardan melanjutkan penjelasannya.
Istri dan anak pak Sukirman terlihat sangat senang mendengar ucapan Mardan. Dengan mata berkaca-kaca karena perasaan harus, istri pak Sukirman berkata "Saya tidak tahu harus berkata apa selain mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak beserta Partai Panca Karya".
"Sama-sama bu. Partai Panca Karya lahir memang untuk kepentingan seluruh bangsa Indonesia. Masalah rakyat juga menjadi masalah Partai Panca Karya yang wajib diselesaikan" Kata Mardan membalas ucapan istri pak Sukirman.
"Saya sudah hubungi wartawan dari seluruh Media ketua. Saat ini mereka semua dalam perjalanan" Kata Kurnia kepada Mardan di sela pembicaraan Mardan dengan istri almarhum pak Sukirman.
"Kalau begitu, kau suruh OB untuk menyiapkan ruang serba guna kita untuk Konferensi pers" Perintah Mardan kepada Kurnia.
__ADS_1
"Siap ketua" Kata kurnia menuruti perintah Mardan, lalu kembali keluar dari ruang kerja Mardan.
"Jim. Kau siapkan dulu berkas yang perlu ditanda tangani ibu ini sebelum kita serahkan uangnya" Perintah Mardan kepada Jimmy.
"Siap ketua" Kata Jimmy sebelum keluar dari ruang kerja Mardan untuk menyiapkan berkas penyerahan uang santunan kepada keluarga almarhum pak Sukirman di ruang kerjanya.
Setelah Jimmy keluar dari ruang kerjanya, Mardan mengambil Handphonenya yang terletak di atas meja untuk menghubungi Haiden. Dia berniat untuk melaporkan kepada Haiden bahwa pihak PT. Naga Terbang Berjaya kembali ingkar.
"Hallo bro" Kata Mardan saat terhubung dengan Haiden yang saat ini sedang berada di Hotel Admadja Residance bersama Papi Melani.
"Iya Hallo bro. Apa cerita?" Tanya Haiden, terdengar di Handphone Mardan.
"Ingkar lagi PT. Naga Terbang Berjaya bro" Jawab Mardan.
"Ya sudah, langsung buat Konfirmasi pers dan serahkan uang santunannya ke keluarga ABK yang meninggal itu. Besok aku hubungi Presiden untuk mencabut izin usaha PT. Naga Terbang Berjaya" Kata Haiden menanggapi jawaban Mardan.
"Aku ga bisa ke sana. Ada yang sedang dibicarakan dengan mertua ku saat ini di Hotel Admadja" Jawab Haiden.
"Oh, Oke lah kalau gitu" Balas Mardan sebelum menutup pembicaraan nya dengan Haiden melalui Handphone nya.
Setelah menutup pembicaraan dengan Mardan, Haiden kembali melanjutkan pembicaraan nya dengan mertuanya. Papi Melani melaporkan bahwa pembangunan lokalisasi di seluruh Indonesia sudah rampung.
Bahkan lokalisasi yang sudah rampung terlebih dahulu dibeberapa provinsi berjalan dengan baik. Ekonomi masyarakat setempat mendadak meroket karenanya.
Pengangguran berkurang drastis dampak dari banyaknya lowongan pekerjaan di lokasi tersebut. Para pengerajin setempat semakin giat memproduksi karyanya untuk di jual langsung kepada wisatawan asing yang datang ke lokalisasi.
__ADS_1
Karena adanya lokalisasi di setiap provinsi itu, Bandara di setiap Provinsi pun selalu terlihat ramai oleh wisatawan asing dari berbagai Negara. Bahkan Bali bertambah ramai dengan wisata asing sejak di bangun lokasi lengkap dengan Kasino.
"Berarti semua berjalan lancar tanpa kendala kan Pi?" Tanya Haiden kepada mertuanya setelah mendengar laporannya.
"Sama sekali tidak ada kendala kok" Jawab Papi Melani sembari tersenyum kepada menantunya itu.
"Oh iya Pi. Mulai sekarang Papi dan Mami kemana-mana akan di kawal oleh pengawal ya Pi" Kata Haiden kepada mertuanya.
"Loh kenapa Den, kok tiba-tiba Papi dan Mami harus dikawal pengawal?" Tanya Papi Melani menanggapi ucapan Haiden.
"Ga apa-apa Pi. Hanya saja, situasi Politik semakin memanas. Untuk jaga-jaga saja Pi" Jawab Haiden berusaha untuk tidak membuat mertuanya merasa panik.
"Oh begitu. Kalau menurut kamu itu yang terbaik, Papi nurut" Kata Papi Melani menanggapi penjelasan Haiden.
Di kantor Partai Panca Karya Sumatera Utara, para Wartawan dari semua Media Berita terlihat susah berkumpul di ruang serba guna Partai Panca Karya Sumatera Utara.
Mardan, Jimmy, Kurnia beserta istri dan anak almarhum pak Sukirman baru saja memasuki ruang serba guna tersebut, dan kini duduk berhadapan dengan seluruh Wartawan dari berbagai Media Berita.
Mardan memberi kata sambutan kepada para wartawan yang duduk berhadapan dengannya sebelum menyerah kan Mikrofon kepada Jimmy untuk menjelaskan kronologi kasus yang tengah ditangani oleh Partai Panca Karya.
Usai di paparkan oleh Jimmy, para wartawan yang hadir di dalam ruang serba guna Partai Panca Karya itu di persilahkan oleh Jimmy untuk bertanya atau pun mewawancarai pihak Partai Panca Karya dan pihak keluarga almarhum pak Sukirman.
Kurang lebih tiga puluh menit sesi tanya jawab antara para wartawan dengan pihak Partai Panca Karya dan pihak keluarga almarhum pak Sukirman berlangsung. Tidak memakan waktu lama, berita ingkar terhadap tanggung jawab sesuai peraturan pemerintah yang di lakukan oleh PT. Naga Terbang Berjaya pun tersebar di semua Media Berita Online.
Dan berita-berita tersebut pun akhirnya di sebarkan oleh Netizen di seluruh Media Sosial seperti Facebook, Twitter, You tube dan lain-lain. Mengetahui nama perusahaan nya tersebar di Media Berita Online dan Media Sosial, Owner PT. Naga Terbang Berjaya mulai panik.
__ADS_1
Atas perintah Owner PT. Naga Terbang Berjaya, Manager Angga mencoba untuk menghubungi Kurnia. Tapi, berkali kali Manager Angga mencoba untuk menghubungi Kurnia lewat Handphone nya, tidak ada jawaban dari Kurnia.