SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
BUKAN SEKEDAR RUMOR


__ADS_3

"Apakah kita hanya bertahan dan selalu berjaga-jaga saja dari ancaman ini bro?" Tanya Mardan kepada Haiden.


"Tentu saja tidak. Untuk membunuh Naga, kita harus memotong kepalanya" Jawab Haiden.


"Apakah kau sudah mengetahui siapa kepala Dalang dari Oligarki?" Tanya Marwan setelah mendengar jawaban Haiden terhadap pertanyaan Mardan.


"Sudah. Hacker yang ku minta untuk membobol Data para pejabat telah memberitahukan siapa saja tokoh-tokoh di dalam lingkaran Oligarki, dan siapa pimpinan tertingginya" Jawab Haiden.


Suherman terlihat mengernyitkan dahinya sebelum bertanya "Siapa pimpinan tertinggi Oligarki saat ini bro?".


"Purnawirawan Jendral AP" Jawab Haiden.


"Jenderal AP. Mantan Panglima TNI yang sudah renta itu bro?" Tanya Marwan mendengar Haiden menyebut nama pimpinan tertinggi Oligarki.


"Iya. Dia pimpinan generasi ketiga Oligarki, meneruskan mertuanya" Jawab Haiden.


"Artinya saat ini kita sedang berhadapan dengan kekuatan militer bro?" Tanya Marwan kepada Haiden.


"Bisa dikatakan demikian. Sebab selain Jenderal purnawirawan tetap dihargai oleh pasukan militer aktif, Panglima TNI saat ini pun terlibat di dalam lingkaran Oligarki" Jawab Haiden.


"Berarti, kelompok yang kita hadapi saat ini sangat kuat. Apakah kita mampu menghadapi mereka bro?" Tanya Suherman kepada Haiden.


"Kita harus mampu membubarkan Oligarki yang selama ini menjajah bangsanya sendiri" Jawab Haiden.


Di sela pembicaraan antara Haiden dengan ketiga sahabatnya itu, Handphone Haiden berdering tanda panggilan masuk. Haiden langsung mengambil Handphone nya yang terletak di atas meja, setelah melihat Presiden Purwanto yang tengah menghubungi nya.


"Hallo pak Presiden" Kata Haiden saat terhubung dengan Presiden Purwanto.


"Iya Hallo Den. Rencananya besok saya dan Kapolri akan berangkat ke Medan" Kata Presiden Purwanto, terdengar di Handphone Haiden.

__ADS_1


"Siap pak Presiden. Besok kabari saja sebelum berangkat, biar saya sediakan jemputan buat pak Presiden dengan Om Sulistyo" Kata Haiden sembari tersenyum.


"Mungkin sore kami berangkat, usai rapat kabinet mengenai kasus PT. Naga Terbang Berjaya. Tapi tetap akan saya kabari lagi kamu sebelum kami berangkat ya" Kata Presiden Purwanto menanggapi ucapan Haiden.


"Siap pak Presiden" Balas Haiden.


"Ya sudah, saya tutup telepon nya ya" Pamit Presiden Purwanto, terdengar di Handphone Haiden.


"Siap pak Presiden" Balas Haiden sebelum menutup Handphone nya.


"Mau ke Medan pak Presiden bro?" Tanya Suherman saat melihat Haiden menutup pembicaraan dengan Presiden Purwanto melalui Handphone nya.


"Iya. Kemarin aku yang minta beliau dan Om Sulistyo untuk ke sini. Oligarki merencanakan Kudeta terhadap beliau" Jawab Haiden.


"Bah...! Masalah serius ini bro" Kata Marwan menanggapi jawaban Haiden terhadap pertanyaan Suherman.


"Karena masalah serius lah makanya kalian harus dikawal mulai saat ini. Dan karena serius lah Presiden aku minta ke Medan" Kata Haiden menanggapi ucapan Marwan.


"Dari Medan Nona Win melapor kan, orang-orang yang kita bayar untuk menghabisi Haiden semuanya dapat di lumpuhkan oleh Haiden, dan sekarang mereka semua ada dalam tahanannya" Kata Purnawirawan Jenderal AP memberitahukan kepada semua yang hadir dalam pertemuan itu.


"Izin bertanya ketua" Kata salah seorang ketua Partai yang bernama Jatmiko meminta izin bertanya pada Purnawirawan Jenderal AP.


"Silahkan" Balas Purnawirawan Jenderal AP.


"Apakah di saat orang-orang kita itu menyerang Haiden, dia dikawal oleh banyak pengawalnya ketua?" Tanya Jatmiko kepada Purnawirawan Jenderal AP yang memimpin langsung pertemuan antar pembesar Oligarki.


"Tidak. Haiden hanya di kawal oleh delapan orang pengawalnya saja" Jawab Purnawirawan Jenderal AP.


Seluruh peserta dalam pertemuan itu terkejut mendengar jawaban Purnawirawan Jenderal AP. Sebab mereka tahu tiga puluh dua orang yang mereka utus untuk menghabisi Haiden seluruhnya adalah ahli bela diri dari berbagai daerah se_Indonesia.

__ADS_1


Sangat tidak masuk akal tiga puluh dua ahli bela diri bisa dilumpuhkan oleh sembilan orang saja. "Sekuat apa sebenarnya Haiden dengan pengawal-pengawalnya itu?" pikir mereka.


"Bagaimana mungkin tiga puluh dua ahli bela diri itu bisa dilumpuhkan oleh Haiden bersama delapan orang pengawalnya saja ketua?" Tanya salah seorang ketua partai lainnya yang bernama Sunandar kepada Purnawirawan Jenderal AP.


Mendengar pertanyaan Sunandar barusan, Purnawirawan Jenderal AP tersenyum dingin sebelum menjawab "Artinya kehebatan bertarung Haiden itu bukan sekedar rumor belaka. Menurut informan Nona Win yang memantau pertarungan mereka, dua puluhan orang Haiden sendiri yang melumpuhkan nya".


Para pembesar Oligarki itu terlihat semakin terkejut mendengar jawaban Purnawirawan Jenderal AP. Tidak mungkin ada manusia sekuat itu pikir mereka.


Mau tidak percaya, tapi ini benar-benar terjadi. Tidak mungkin seorang Purnawirawan Jenderal AP mendongeng kepada mereka, pikir para pembesar Oligarki dalam pertemuan itu.


Melihat reaksi para pembesar Oligarki yang ada dihadapannya, Purnawirawan Jenderal AP tertawa sebelum berkata "Saya tahu perasaan kalian saat ini antara percaya tidak percaya mendengar kehebatan bertarung Haiden. Awalnya saya juga demikian sebelum saya melihat Video pertarungan mereka".


Mendengar ucapan Purnawirawan Jenderal AP, salah seorang ketua Partai yang bernama Sahut bertanya "Ada Videonya ketua?".


"Ada. Kalian lihat sendiri di layar TV itu" Jawab Purnawirawan Jenderal AP sembari menunjuk TV berukuran enam puluh dua inch yang baru saja dihidupkannya melalui remote Tv di tangannya.


Dengan serius para pembesar Oligarki tersebut menyaksikan pertarungan Haiden bersama delapan orang pengawalnya melawan tiga puluh dua orang ahli bela diri yang mereka utus untuk menghabisi Haiden. Mata mereka tak berkedip melihat kecepatan gerakan Haiden saat menghindari serangan lawannya, dan kecepatan nya saat menyerang balik lawan-lawannya.


Yang membuat mereka sangat terkejut adalah ketika kedua tangan Haiden beradu dengan senjata tajam lawan-lawannya. Suara yang keluar saat senjata-senjata itu beradu dengan kedua tangan Haiden seperti suara besi bertemu dengan besi.


Kedua tangan Haiden juga tidak terlihat terluka oleh senjata-senjata tajam milik para ahli bela diri yang mereka utus untuk menghabisi Haiden. Mereka seperti menonton Film menyaksikan pertarungan Haiden dalam TV di dalam ruang pertemuan itu.


"Haiden punya ilmu kebal ketua?" Tanya Jatmiko kepada Purnawirawan Jenderal AP, usai menonton Video pertarungan Haiden bersama pengawalnya melawan puluhan ahli bela diri urusan mereka.


"Kabarnya Haiden memiliki kekuatan tangan besi. Saya juga belum tahu, apakah tubuhnya juga kebal, atau hanya tangannya yang kebal, kuat seperti besi" Jawab Purnawirawan Jenderal AP.


"Sepertinya sangat sulit untuk kita menghabisi Haiden ketua" Kata Sunandar menanggapi jawaban Purnawirawan Jenderal AP atas pertanyaan Jatmiko.


Mendengar ucapan Sunandar kepadanya, Purnawirawan Jenderal AP berkata "Memang tidak mudah. Kalau untuk melumpuhkan pengawal-pengawalnya saja itu tidak terlalu sulit. Tapi tidak dengan Haiden sendiri".

__ADS_1


"Lantas apa yang harus kita lakukan selanjutnya untuk menghabisi Haiden ketua?" Tanya salah seorang ketua Partai lainnya yang bernama Hendri.


__ADS_2