
"Berarti target utama untuk di bunuh dengan menggunakan Bom Waktu tersebut adalah ketua Haiden pak?" Tanya Jimmy kepada Irjen Daud.
"Dugaan sementara yang kita kutip dari keterangan saudari Suryani, ketua Haiden memang target utama pembunuhan berencana tersebut" Jawab Irjen Daud.
"Kalau begitu, kami percayakan kepada pak Kapolda untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ketemu siapa dalang pembunuhan berencana ini" Kata Haiden kepada Irjen Daud.
"Kita akan terus menyelidiki kasus ini ketua. Saat ini kita tengah melakukan pengembangan" Kata Irjen Daud menanggapi ucapan Haiden.
Di perumahan khusus pengawal Haiden terlihat Irjen Aryo di dampingi ketiga bawahannya tengah berbicara dengan seratus orang yang telah di latih mereka berempat.
"Kini kalian sudah siap untuk terjun ke medan pertempuran. Kemampuan kalian dalam menggunakan senjata juga sudah cukup bagus. Apakah kalian sudah siap berjuang demi bangsa dan Negara?" Kata Irjen Aryo sembari bertanya dengan suara tegas dan lantang kepada seratus orang pasukan khusus untuk menghadapi Oligarki yang ada dihadapan nya itu.
"Siap Jenderal" Sahut seratus pasukan khusus itu dengan suara lantang.
Haiden dan seluruh orang-orang terdekat nya saat ini tidak mengetahui bahwa Oligarki juga sudah mempersiapkan pasukan khusus. Oligarki mendatangkan Tentara bayaran yang dinaungi oleh Gangster Dunia.
Tentara bayaran tersebut bernama Naga Hitam yang di naungi oleh Sembilan Naga. Naga Hitam dengan Oligarki sebenarnya sama-sama di naungi oleh Sembilan Naga.
Sembilan Naga awalnya hanyalah Gangster yang ada di China. Seperti Yakuza yang ada di Jepang.
Tapi Sembilan Naga berhasil menjadi Gangster terbesar di Dunia. Sejak tahun sembilan puluhan Sembilan Naga sukses mengembangkan saya hampir ke seluruh dunia termasuk Indonesia.
Negara China sendiri sebenarnya dikendalikan oleh Oligarki China yang di naungi oleh Sembilan Naga. Pemulihan Presiden di China juga hanyalah Formalitas, sebab siapapun calon Presiden yang bertarung dalam pemilihan Presiden, yang menang tetap Oligarki dan yang kalah Rakyatnya.
Kemampuan tentara bayaran Naga Hitam tidak bisa di anggap enteng. Personil Naga Hitam berasal dari berbagai Negara.
__ADS_1
Naga Hitam tercatat sebagai tentara bayaran yang tidak pernah gagal melaksanakan tugas mereka. Sudah banyak Rival Kuat Oligarki dibeberapa Negara yang menjadi korban keganasan Naga Hitam.
Rival kuat Oligarki yang berpotensi mengalahkan Calon yang di usung oleh Oligarki di beberapa Negara akhirnya tidak ikut dalam kompetisi pemilihan pemimpin Negara. Ada yang terpaksa menyerah, dan tidak sedikit yang berakhir dengan kematian misterius.
Beberapa hari kemudian, A Cun kembali dari Jepang. Saat bertemu dengan Haiden, A Cun melaporkan bahwa dalam waktu seminggu mobil anti peluru lengkap dengan persenjataan nya sudah jadi.
A Cun juga memperlihatkan Video 3D mobil anti peluru yang akan digunakan Haiden nantinya. Haiden tampak serius melihat Video bakal mobil anti peluru nya itu di layar Laptop A Cun.
"Bagus. Modelnya tidak mencolok. Tidak ada yang akan mengira kalau mobil ini adalah mobil anti peluru lengkap dengan senjata api di dalamnya" Kata Haiden setelah melihat Video 3D tersebut.
"Saya ikut senang kalau ketua puas" Kata A Cun sembari tersenyum, menanggapi ucapan Haiden.
Malam harinya Haiden kembali menemui Pak Narso untuk menyempurnakan ilmu yang diberikan pak Narso kepadanya. Di temani delapan orang pengawalnya Haiden tiba dirumah pak Naro.
Seperti biasa, empat orang pengawalnya berjaga di teras rumah pak Narso dan empat orang pengawal lainnya tetap berada di ruang tamu pak Narso. Haiden bersama pak Narso terlihat duduk bersila berhadapan dengan mata terpejam.
"Buka matamu perlahan nak Haiden" Kata pak Narso kepada Haiden.
Perlahan Haiden membuka matanya sesuai dengan perintah pak Narso kepadanya. Saat matanya sudah terbuka lebar, Haiden kembali terkejut seperti saat dia tiba-tiba berada di tengah hutan rimba dan bertemu dengan Harimau bunian yang kini menyatu dengan dirinya.
Tapi kali ini Haiden bukan berada di hutan. Saat ini dia berada di pedesaan yang terlihat sepi.
Ada beberapa rumah terlihat oleh Haiden. Rumah-rumah yang terbuat dari anyaman babu beratapkan rumbia.
Dari salah satu rumah, terlihat seorang pria paruh baya dan seorang gadis cantik keluar dari dalam rumah tersebut. Keduanya mengenakan pakaian adat batak.
__ADS_1
Pria paruh baya dan gadis cantik itu sepertinya sudah mengetahui keberadaan Haiden, sehingga mereka langsung berjalan mendekati Haiden yang kini sudah berdiri tegak memperhatikan pria paruh baya dan gadis cantik itu berjalan kearahnya.
Saat kedua orang itu berdiri berhadapan dengan Haiden hanya berjarak sekitar dua meter, tiba-tiba gadis cantik itu menyerang Haiden dengan sangat cepat. Tinju tangan kanan gadis itu tepat mendarat di perut Haiden.
Seketika itu kedua lutut Haiden menyentuh tanah karena tubuh mendadak terasa lemah. Muntahan dari dalam mulut Haiden menyembur keluar dari mulutnya.
"Kuat sekali gadis ini" Kata Haiden dalam hatinya sembari menatap wajah gadis cantik itu.
Haiden berusaha bangkit kembali sembari tetap menatap wajah gadis cantik itu. Saat sudah tegak, Haiden bertanya "Siapa kalian?" pada gadis cantik dan pria paruh baya yang berdiri dihadapannya itu.
Bukannya mendapatkan jawaban, Haiden kembali diserang. Gadis cantik itu melompat setinggi kurang lebih sekitar empat meter, lalu menerjang Haiden dengan kedua kakinya yang dirapatkan. Kali ini Haiden mampu menghindari serangan gadis cantik itu.
Saat melihat gadis itu sudah menapakkan kakinya di tanah, Haiden langsung balik menyerang. Tapi Haiden tidak menggunakan seluruh tenaganya saat menyerang dengan pukulan tangan besi, karena dia tidak ingin melukai seorang perempuan.
Tinju Haiden melesat kearah perut gadis cantik itu, namun ternyata dengan sangat mudah gadis cantik itu menangkis pukulan Haiden dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya melesat tepat kewajah Haiden.
Haiden terjungkal terbelakang sehingga dia jatuh ketanah dengan posisi terlentang. Hidungnya terlihat mengeluarkan darah segar.
Haiden merasa sempoyongan saat berusaha bangkit untuk duduk. Dalam posisi duduk, telapak tangan Haiden menutupi wajahnya yang terasa sangat sakit.
Pria paruh baya itu terlihat berjalan mendekati Haiden. Di hadapan Haiden pria bayu itu jongkok lalu berkata "Selamat datang anak muda", menggunakan bahasa batak.
Haiden mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan pria paruh baya itu. Haiden merasa aneh mendadak dia mengerti bahasa batak.
"Siapa kalian?" Tanya Haiden menggunakan bahasa batak kepada pria paruh baya dan gadis cantik itu.
__ADS_1
Setelah bertanya, Haiden kembali merasa heran. Dalam hatinya Haiden bertanya "Kok tiba-tiba aku bisa berbahasa batak?".
"Aku Toga, sahabat buyutmu Linggasana. Dan dia ini putriku Morlan" Jawab pria paruh baya itu sembari memperkenalkan gadis cantik yang berdiri disamping nya.