SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
DIA BUKAN SI CULUN LAGI


__ADS_3

Beberapa hari setelah penyelidikan dugaan penyelewengan dana perusahaan yang dilakukan Direktur Anto dengan beberapa kepala perusahaan di bawah naungan Admadja Grup, diam-diam Haiden dengan sahabat-sahabat melaporkan dugaan tersebut ke POLDA Sumatera Utara. Laporan Haiden dengan sahabat-sahabatnya itu langsung di respon dengan baik oleh pihak POLDA Sumatera Utara.


Sebelum ke POLDA Sumatera Utara, Haiden sudah menghubungi Jenderal Sulistyo. Untuk mengusut kasus tersebut, Jenderal Sulistyo mengatakan pada Haiden akan mengutus Aryo ke Medan.


Haiden langsung sepakat dan merasa senang ketika Jenderal Sulistyo mengatakan akan mengutus calon iparnya itu ke Medan. Haiden merasa cocok bekerja sama dengan Aryo di Jakarta tempo hari, sehingga dia yakin Aryo bisa membantu mengusut kasus ini dengan baik cepat.


Usai mengetik laporan Haiden dengan sahabat-sahabat nya di laptop nya, Juru Periksa di Kepolisian daerah Sumatera Utara itu berkata "Baik pak Haiden. Laporan anda sudah kami terima, dan kita pastikan akan segera memprosesnya".


"Siap pak" Tanggap Haiden.


"Kalau begitu kami izin keluar dari sini ya pak" Kata Haiden lagi kepada Juru Periksa itu, sembari tersenyum.


Setelah menyalami Juru Periksa POLDA Sumatera Utara itu, Haiden beserta sahabat-sahabat nya langsung pergi meninggalkan Kantor Polisi Daerah Sumatera Utara. Dua mobil yang di kendarai Haiden dan Mardan tampak melaju dengan lamban saat melewati pos penjagaan Polisi.


Saat sudah keluar dari dalam Kantor POLDA Sumatera Utara itu, dua mobil pengawal Haiden yang menunggu diluar langsung melaju mendahului mobil Haiden dan Mardan untuk mengawal mereka di depan. Dua mobil pengawal lainnya tetap dibelakang mobil Haiden dan Mardan.


Di dalam mobilnya Haiden hanya berdua dengan Melani. Wanti, Suherman dan Marwan ada di dalam mobil Mardan.


"Rencana selanjutnya apa yank?" Tanya Melani yang ada jok mobil di belah jok mobil Haiden.


"Masalah di Admadja Grup kita tunggu reaksi POLDA sembari menunggu mas Aryo tiba di Medan lah yank" Jawab Haiden.


"Selanjutnya kita siapkan acara pelantikan ketua Panca Karya Medan" Kata Haiden lagi kepada Melani sembari tetap fokus menyetir mobilnya.


"Rencanamu kapan di laksanakan yank?" Tanya Melani lagi kepada Haiden.


"Minggu depan yank. Ga usah nunggu la mah lama lagi" Kata Haiden merespon pertanyaan Melani.


Melani dan sahabat-sahabat nya masih belum tahu rencana besarnya terhadap Panca Karya. Haiden mau menguasai Gangster berkedok Organisasi Kepemudaan itu bukan hanya asal menguasai.

__ADS_1


Ada rencana besar yang ingin dia lakukan untuk bangsa dan negaranya. Dia ingin menjadi manusia yang benar-benar bermanfaat bagi bangsa dan negaranya.


"Jadi mau kemana kita sekarang yank?" Tanya Melani.


"Kita ke Kikombe Caffe. Refreshing dulu di KTV nya" Jawab Haiden sembari tersenyum.


"Asyik...!" Kata Melani merespon jawaban Haiden.


Sebelum berangkat ke POLDA Sumatera Utara, Haiden sudah mengatakan pada pengawalnya, setelah dari POLDA mereka akan ke Kikombe Coffe tanpa setahu Melani dan sahabat-sahabat nya. Mardan yang menyetir mobilnya di depan Haiden hanya mengikuti mobil pengawal Haiden tanpa tahu tujuannya.


Mardan, Wanti, Suherman dan Marwan tadinya berpikir setelah dari POLDA mereka semua akan ke kantor Admadja Grup untuk membicarakan rencana pelantikan Mardan sebagai ketua Panca Karya Sumatera Utara. Saat tiba di parkiran Kikombe Coffe, Mardan, Wanti, Suherman dan Marwan tampak senyam senyum karena senang.


"Ku pikir mau rapat lagi kita. Ternyata mau happy-happy" Kata Suherman sebelum turun dari mobil bersama Mardan, Wanti dan Marwan. Setelah turun dari mobil mereka berempat masuk ke dalam Kikombe Coffe mengikuti Haiden dan Melani dari belakang.


Di dalam gedung Kikombe Coffe terdapat Hall lengkap dengan panggung dan alat musik Band untuk Live musik, selain KTV nya. Saat akan memesan KTV pada resepsionis, Haiden seperti melihat orang yang dia kenal.


Haiden mendekati orang itu lalu bertanya "Kau Arif anak SMP Negeri 1, tamat tahun 2029 kan?".


"Aku Haiden. Kawan sekelas kau dulu loh Rif" Jawab Haiden.


"Haiden? Saya memang pernah sekelas dengan orang yang bernama Haiden. Tapi orang nya bukan seperti anda" Kata Arif menanggapi ucapan Haiden dengan sopan.


Haiden tertawa mendengar ucapan Arif, lalu berkata "Aku tahu, kau pasti mau bilang, Haiden sekelas kau orang nya culun kan?".


Mendengar ucapan Haiden, Arif tampak melongo sebelum mengatakan "Ini benar-benar kau Den?".


"Iya loh Rif. Orang yang sering kau bela kalau aku di bully teman-teman kita yang lainnya" Jawab Haiden sembari tersenyum.


Tamat SMP Hiden dan Arif memang tidak pernah bertemu lagi, sebab Arif di bawa kedua orang tuanya pindah ke Amerika. Saat itu ayahnya mendapat pekerjaan di Amerika.

__ADS_1


Arif kembali lagi ke Indonesia bersama ibunya setelah ayahnya meninggal dunia dua tahun yang lalu. Tak disangka dia bertemu lagi dengan Haiden yang sangat jauh berubah dari Haiden yang dikenalnya dulu saat masih SMS.


"Ya ampun Den. Sumpah, asli ga kenal aku liat kau yang sekarang ini. Kok bisa ganteng kali kau sekarang?" Kata Arif merasa girang bertemu dengan teman lamanya.


"Panjang ceritanya. Kemana kau setelah tamat SMP? Nomor kontakmu pun mendadak ga aktif setelah acara perpisahan kita" Tanya Haiden.


"Aku pindah ke AS. Almarhum Papa ku dapat kerjaan di sana waktu itu. Dua tahun lalu Papa ku meninggal. Ga lama aku dan mama balik ke Indonesia" Jawab Arif.


Saat Haiden tengah asyik ngobrol dengan teman lamanya itu, Melani menghampiri Haiden dan berkata "Jangan asyik sendiri lah yank. Kami ngapain?"


"Astaga. Sampai lupa aku. Maaf ya yank" Balas Haiden.


"Oh iya yank. Kenalin, ini Arif teman SMS ku" Kata Haiden kepada Melani sebelum memanggil sahabat-sahabat nya untuk berkenalan dengan Arif.


Setelah Melani berjabatan tangan dengan Arif sembari menyebutkan nama masing-masing saling berkenalan, Mardan, Wanti, Suherman dan Marwanpun menyusul melani berkenalan dengan Arif. Pembicaraan Arif dengan Haiden akhirnya tertunda.


Ketika Haiden hendak ke Resepsionis untuk memesan KTV, Arif berkata "Mau kemana Den?"


"Mau ke resepsionis Rif, pesan KTV. Kau gabung juga ya" Jawab Haiden.


"Sudah ga usah" Kata Arif sebelum dia melambaikan tangan, memanggil salah seorang resepsionis.


Seorang resepsionis cantik datang menghampiri Arif lalu berkata "Ya pak".


"Tolong kamu siapkan KTV VIP, sekarang ya" Kata Arif kepada resepsionis cantik itu.


"Baik pak Arif" Jawab resepsionis itu sebelum meninggal Arif untuk menyiapkan KTV VIP buat mereka.


Mendengar resepsionis cantik itu menyebut nama Arif, Haiden bertanya pada Arif "Kau Manager Kikombe Coffe Rif?".

__ADS_1


Arif tersenyum lalu menjawab "Bukan. Itu Manager Kikombe" sembari menunjuk seorang pemuda yang cukup tampan.


"Aku pemilik Kikombe Den" Kata Arif lagi.


__ADS_2