SI CULUN Sang Pewaris Tunggal

SI CULUN Sang Pewaris Tunggal
HAIDEN SI TANGAN BESI


__ADS_3

Mentari pagi mulai terbit, Haiden segera bergegas meninggalkan taman belakang rumahnya, bersiap-siap berangkat ke kampus bersama Melani. Usai mandi dan berpakaian, Haiden langsung ke ruang makan untuk sarapan.


Setelah itu Haiden langsung keluar rumah untuk menjemput Melani di rumahnya. Seperti biasa, salah satu mobil pengawal mendahului mobil Haiden untuk mengawal didepan, sedangkan mobil pengawal yang satunya lagi tetap melaju di belakang mobil Haiden.


Dirumahnya, Melani sedang sarapan di ruang makan bersama kedua orang tuanya. Mami Melani tampak kelihatan kurang sehat badan.


"Mami sakit?" Tanya Melani karena melihat Mami nya tamak lesu.


"Iya ga tahu ni. Badan Mami gereges rasanya" Jawab Mami Melani.


"Selesai sarapan Papi antar ke rumah sakit ya Mi" Kata Papi Melani ke pada istrinya itu.


"Ga usahlah Pi. Mami mau panggil tukang urut aja. Kayanya Mami masuk angin ini" Balas Mami Melani.


"Yakin?" Tanya Papi Melani.


"Iya yakin Pi" Jawab Mami Melani meyakinkan Papi Melani.


"Ya sudah kalau gitu" Balas Papi Melani.


Saat itu tiba-tiba Bel rumah berbunyi. Melani segera bangkit dari duduknya untuk membuka pintu.


Melani yakin, Orang yang menekan Bel rumahnya adalah Haiden yang sudah berada didepan pintu rumahnya. Seteleh membuka pintu, terlihatlah Haiden yang sudah berada didepan pintu, sesuai dengan keyakinan Melani.


"Masuk dulu yok yank. Pamit sama Papi dan Mami" Kata Melani meminta Haiden masuk.


Haiden menuruti permintaan Melani, dan langsung masuk kedalam rumah. Melani membawa Haiden langsung ke ruang makan bertemu dengan Mami dan Papi Melani.


"Sarapan Den" Kata Papi Melani kepada Haiden setelah Haiden duduk disalah satu kursi makan bersama Melani disampingnya.


"Terima kasih Om. Haiden sudah sarapan tadi di rumah" Jawab Haiden jujur.


Haden melihat Mami Melani yang kelihatan kurang sehat, lalu bertanya "Tante sakit?".


"Iya, agak kurang enak badan tante. Kayanya masuk angin" Jawab Mami Melani.


Setelah mendengar jawaban Mami Melani, tiba-tiba seperti ada suara yang berbisik ditelinga Haiden.


"Sembuh kan dia. Letakkan telapak tanganmu tepat di ubun-ubun nya" Kata suara bisikan yang hanya terdengar oleh Haiden itu.

__ADS_1


Mendengar suara bisikan itu Haiden bertanya dalam hati "Suara siapa ini?"


"Sudah, lakukan saja. Tidak perlu banyak tanya untuk menolong orang" Kata suara bisikan itu kepada Haiden.


Hauden mengernyit kan dahinya. Dia tidak menyangka pertanyaan di dalam hatinya dijawab oleh suara bisikan yang tidak terlihat wujudnya itu.


"Maaf tante. Boleh Haiden coba menyembuhkan tante?" Kata Haiden kepada Mami Melani.


Melani dan kedua orang tuanya tampak terkejut mendengar ucapan Haiden barusan.


Melani menatap Haiden lalu berkata "Kamu bisa yank?"


Haiden tersenyum lalu berkata "Ya di coba dulu yank".


"Ya sudah coba saja kalau kamu yakin bisa Den. Bagaimana caranya?" Kata Mami Melani, sembari bertanya balik kepada Haiden.


"Ya sudah. Tante nyantai aja. pejamkan mata tante. Maaf Haiden pegang kepala tante sebentar ya?" Kata Haiden kepada Mami Melani setelah bangkit dari duduknya dan mendekati Mami Melani.


Mami Melani menenangkan dirinya dengan menutup matanya mengikuti arahan Haiden. Kemudian Haiden meletakkan telapak tangannya tepat di ubun-ubun Mami Melani sesuai arahan pembisik Haiden tadi.


Mami melani merasakan ada energi yang masuk dari ubun-ubun nya. Dia merasa nyaman saat energi dari tangan Haiden masuk kedalam tubuhnya itu.


Setelah beberapa saat, Haiden melepas tangannya dari kepala Mami melani lalu bertanya pada Mami Melani "Bagaimana rasanya tubuh tante sekarang?".


Mami Haiden menoleh kebelakang untuk menatap wajah Haiden yang sedang berdiri di belakangnya lalu menjawab "Aneh. Badan tante langsung enakan Den. Segar".


"Syukurlah" Kata Haiden.


Melani dan Papinya tertegun menyaksikan perubahan wajah Mami melani yang tadinya pucat sekarang terlihat cerah. Mereka tidak menyangka Haiden benar-benar bisa menyembuhkan Mami Melani dengan cepat.


"Sejak kapan kamu bisa kayak dukun gini yank" Tanya Melani kepada Haiden.


"Nanti aku ceritakan ya" Jawab Haiden sembari tersenyum.


"Om juga penasaran. Kamu kok bisa menyembuhkan tanpa pakai obat. Belajar di mana kamu Den?" Tanya Papi Melani kepada Haiden.


"Nanti Haiden cerita ya Om. Sekarang Haiden dan Melani harus berangkat kuliah dulu, takut telat" Jawab Haden sambil tersenyum garing.


"Beneran nanti cerita ya Den. Tante juga pengen tahu. Dan terima kasih sudah menyembuhkan tante" Kata Mami Melani kepada Haiden.

__ADS_1


"Iya tante" Jawab Haiden sembari tersenyum.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tua Melani, Haden bersama Melani langsung bergegas keluar rumah menuju mobil Haiden. Satpam yang melihat Haiden dan Melani sudah masuk ke dalam mobil, segera membukakan pintu gerbang.


Haiden membunyikan klakson mobilnya saat melewati pos Satpam. Dua orang Satpam yang ada di Pos Satpam itu pun melambaikan tangan mereka.


Di perjalanan, Melani kembali menanyakan perihal kemampuan baru Haiden, yaitu menyembuhkan orang sakit tanpa pakai obat-obatan.


"Sejak kapan sih kamu bisa menyembuhkan orang sakit, kayak dukun gitu yank?" Tanya Melani kepada Haiden.


Haiden tersenyum lalu menjawab "Sejak tadi".


Mendengar jawaban Haiden, Melani mengernyitkan dahinya sembari bertanya " Tadi? Kapan belajarnya?".


"Ga pernah" Jawab Haiden sembari tersenyum dan tetap fokus menyetir mobilnya.


Mendengar jawaban Haiden, bukannya tercerahkan, perasaan Melani malah bertambah penasaran. Dia terus bertanya sangking penasarannya.


"Ga pernah belajar tapi bisa? Serius dong jelasin nya yank" Kata Melani yang terlihat semakin penasaran.


"Nanti aku ceritain kamu ga percaya" Jawab Haiden.


"Aku pasti akan percaya dengan semua cerita mu yank" Kata Melani membalas jawaban Haiden tadi.


Haiden tersenyum mendengar ucapan Melani tadi, lalu berkata "Nanti saja ya. Kita sudah mau nyampek kampus".


Karena memang sudah dekat dengan kampus mereka, Melani menuruti kata Haiden. Dia tidak ngotot minta penjelasan lagi pada Haiden.


Melani menganggukkan kepalanya lalu menjawab "Benar ya, nanti pulang kuliah kamu harus ceritain semuanya".


"Iya loh sayank" Jawab Haiden dengan mesra.


Meskipun Haiden telah berjanji akan menceritakan nanti, tapi rasa penasaran melani semakin besar. Tapi karena sudah dekat, dan sekarang sudah memasuki area kampus, Melani terpaksa harus memendam rasa penasaran hingga pulang kuliah nanti.


Setelah mobil di parkir kan, Melani dan Haiden langsung berjalan kearah kelas mereka masing-masing. Setiap Hari senin, Haiden dan Melani memiliki waktu kuliah yang sama.


Di rumah sakit Amir Hamzah, Mama dan Papa mardan mendapat berita baik dari Dokter. Mardan sudah bisa pulang hari ini.


Setelah diberitahukan Dokter bahwa Mardan sudah bisa pulang, Mama Mardan langsung menghubungi Wanti untuk memberitahukan bahwa Mardan sudah bisa pulang. Tentu saja Wanti merasa sangat bahagia mendengar kekasih nya sudah bisa pulang.

__ADS_1


__ADS_2