
Pramudya berjalan mendekati sang istri yang kini sedang duduk di tempat tidur sambil memasukkan semua kebutuhan untuk persiapan melahirkan,kini
semuanya sudah di masukan ke dalam tas besar.
"Perlu di bantuan ngga sayang?tanyanya sambil mengusap kepala istrinya.
Istrinya mendongakkan kepalanya dan terlihat lah wajah suami tampannya itu sedang tersenyum manis kepadanya.
Lalu dia pun memegang tangan kanan suaminya.
"Sudah selesai sayang".ucapnya sambil menunjuk tas yang sudah rapi.
Suaminya pun berjongkok lalu mencium perut buncit istrinya lalu mengusap-usapnya dengan sayang.Tapi tiba-tiba gerakkan tangannya berhenti saat merasakan sesuatu.
" Kenapa sayang? tanya istrinya saat melihat wajah terkejut suaminya.
"Ke dua baby kita bergerak sayang sepertinya tadi mereka menendang".jawabnya dengan wajah yang begitu senang.
"Benarkah?
" Iya,aku merasakannya".
"Alhamdulillah berarti ke dua baby kita sehat sayang dan dia tau kalau papanya ada di sini."
Suaminya pun mengangguk lalu dia kembali menaruh telinganya di perut istrinya.
"Sayang kamu ngapain?
"Aku hanya ingin mendengarkan mereka berdua berbicara".
" Ah apa?
"Kan baby kita kembar sayang siapa tau aja mereka sedang mengobrol".
Istrinya pun tertawa.
" Loh kok kamu tertawa sayang memangnya ada yang lucu?
Istrinya pun berhenti tertawa.
"Suamiku sayang dengarkan aku bicara".
__ADS_1
"Baiklah, aku dengarkan".
Arlita melihat wajah suaminya dan mengusap-usap ke dua pipinya.
" Sayang,kamu harus tahu jika baby masih berada di dalam kandungan dia tidak bisa berbicara,mereka hanya bisa merespons jika seseorang mengajaknya berbicara".ucap istrinya menjelaskan
"Jadi begitu, aku kira mereka di dalam sini sudah bisa mengobrol di karenakan mereka berdua kan kembar sayang".katanya dengan tangannya masih sibuk mengusap-usap perut buncit istrinya.
Istrinya pun tersenyum lalu mengacak-acak rambut suaminya yang sudah rapi kini menjadi berantakan.
" Aku tidak sabar menunggu mereka lahir sayang, pasti mereka berdua lucu apalagi mereka sepasang".
"Sabar sayang, tidak lama lagi mereka pun akan lahir".
" Iya kamu benar sayang aku akan menunggu hari itu.Tapi ada satu hal yang kini sedang mengganggu pikiran aku".
"Boleh aku tau tentang apa?
"Aku takut melihat kamu akan kesakitan saat melahirkan nanti."ucapnya jujur.
Arlita menggenggam kedua tangan suaminya.
"Iya, aku selalu berdoa untuk mu dan kedua baby kita. Semoga Allah selalu menjaga kamu dan ke dua baby kita agar selalu sehat dan kamu bisa melahirkan dengan selamat".
" Aamiin ".
Dalam beberapa menit kemudian ke dua pasangan itu larut dalam suasana haru.
" Kamu ngga berangkat kuliah?tanya istrinya memecah kesunyian.
"Kuliah sayang".
" Kok belum siap-siap?
"Ini baru mau siap-siap".katanya sambil berjalan menuju walk closed untuk berganti pakaian dan setelah selesai dia pun melihat istrinya yang masih duduk di tempat tidur sambil meluruskan ke dua kakinya.
" Sayang".panggil istrinya.
"Iya sayang ada apa?
" Ayah sama bunda tau kita pulang ke rumah ini"
__ADS_1
"Sudah, aku sudah memberitahunya, kemarin bunda telepon dan menanyakan kabar kamu".
"Menanyakan kabar aku".
"Iya katanya bunda sangat rindu sama kamu dan bunda juga minta maaf karena belum bisa pulang".
Istrinya hanya mengangguk.
" Aku berangkat dulu ya".ucapnya sambil mendekati istrinya.
"Biar aku antar ke depan".kata istrinya hendak bangun dari tempat tidur.
" Tidak usah sayang kamu istirahat saja".
"Baiklah, telepon aku jika sudah sampai".
" Iya, aku berangkat. Kamu hati-hati di rumah telepon aku jika terjadi sesuatu ".ujarnya sambil mencium kening istrinya dengan sayang.
" Iya.Salim dulu".
Pramudya mengulurkan tangan kanannya lalu istrinya menciumnya tangannya.
"Assalamualaikum".
" Waalaikumsalam."
Laki-laki itupun berjalan keluar. kamar dan tak lama terdengarlah suara mobil menyala lalu melaju pergi menjauhi halaman rumah.
sehabis mobil suaminya pergi Arlita pun menurunkan ke dua kakinya berjalan menuju laci di dekat meja belajarnya.
Dia mengambil sesuatu di sana lalu dia pun duduk di sofa.
"Maaf suamiku aku terpaksa membukanya karena aku penasaran dengan isinya".
katanya lalu membuka map cokelat itu dengan hati yang berdebar-debar.
Setelah membukanya lalu dia pun membacanya
" Inikan".ucapnya sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
bersambung
__ADS_1