
Pramudya melangkahkan kakinya memasuki gedung kampus, dia berjalan dengan sedikit santai karena masih ada sedikit waktu sebelum pelajaran pertamanya di mulai.
"Pram".panggil seseorang.
Laki-laki itu melihatnya
" Hai Joko,elo baru datang ".sapa nya.
" Iya."balasnya dengan napas yang terlihat gos-ngosan.
"Elo habis lari?
" Iya gue habis di kejar sama orang aneh".
Pramudya mengerutkan keningnya
"Orang aneh? Siapa?
" Biasa cewek yang ngefans sama gue".
Pramudya pun tertawa kecil.
"Harusnya elo terima aja, siapa tau elo sama cewek itu berjodoh".
Joko mengusap wajahnya kasar sepertinya dirinya sedikit kesal mendengar perkataan dari sahabatnya itu.
" Udahlah ngga usah di bahas bikin gue bad mod aja. "katanya sambil berjalan memasuki ruangan karena kelas akan segera di mulai.
Pramudya pun hanya terdiam lalu berjalan mengikutinya masuk ke dalam kelas.
Kelas pertama pun di mulai. Setelah selesai langsung di lanjutkan dengan kelas ke dua.
Akhirnya kelas kedua pun selesai kini Pramudya sedang memasukkan buku dan alat tulisnya ke dalam tas ranselnya dengan cepat dan itu membuat Joko yang melihat nya menjadi heran.
"Buru-buru banget sih bro,elo mau kemana?
"Mau ketemu istri lah".
" Dasar bucin akut".ledeknya.
Pramudya tersenyum
"Biarin kali kan bucin nya sama istri sendiri."balasnya lalu melangkah keluar dari ruangan.
Joko hanya tersenyum lalu berdiri lalu berjalan mengikuti langkah Pramudya yang sudah keluar dari ruangan.
__ADS_1
Sementara itu seseorang sedang melihat interaksi kedua laki-laki tampan yang sedang berjalan keluar ruangan. Dia tersenyum dan membuat temannya pun bertanya-tanya
"Elo benar-benar suka sama Pramudya?
"Ya begitulah".jawabnya santai.
" Tapi gue lihat tuh cowok biasa-biasa aja sama elo Mel".
"Iya gue tau makanya gue harus berusaha lagi buat ngebuat tuh cowok biar lihat gue".
" Bagaimana caranya?
"Nanti gue pikirkan, sekarang ini gue mau ngikutin dia mau pergi ke mana.Elo mau ikut ngga?
"Oke gue ikut".
Akhirnya keduanya berjalan keluar sambil sedikit berlari takut kehilangan jejak laki-laki itu.
Pramudya sudah berada di tempat parkir, dia membuka pintu mobilnya setelah pamitan dengan Joko.
Mobil yang di kendarai Pramudya sudah bergerak meninggalkan halaman kampus lalu mobil itupun melesat cepat membelah jalan ibu kota Jakarta yang sudah padat dengan berbagai macam kendaraan.
Tak lama mobil itu sudah memasuki area parkir di sebuah restoran mewah.Laki-laki itu mematikan mesin mobil dan keluar dari mobilnya untuk menuju pintu masuk restoran.
Seorang wanita separuh baya yang masih cantik di usia senjanya sedang turun dari dalam mobil lalu tak lama wanita itu turun,seorang gadis cantik pun turun ikut turun dari mobil itu.
Wanita separuh baya itupun kembali berjalan setelah mengandeng tangan si gadis cantik.
Pramudya menghampiri keduanya lalu merangkul pundak sang istri.
"Assalamualaikum".salamnya.
" Waalaikumsalam".jawabnya berbarengan.
Pramudya mencium tangan wanita itu untuk bersalaman dan dia pun kembali merangkul pinggang sang gadis dengan posesif seperti takut kehilangan saja.Pembicaraan mereka pun kembali berlanjut.
Dan sementara itu tidak jauh dari mereka ada dua orang wanita sedang memperhatikan mereka.
"Tuh cewek siapa ya, kok Pramudya peluk wanita itu?
Temannya hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau.
" Kita lebih dekat ke sana, sumpah gue benar-benar kepo siapa sih perempuan itu".Ajaknya lalu mereka berdua berjalan lebih dekat untuk bisa mendengarkannya.
Kembali ke Pramudya.
__ADS_1
"Maaf ya sayang,bunda tidak bisa nemenin kamu".ucap ibu mertuanya dengan sedikit sedih.
" Ngga apa-apa bun, kan Lita ngga sendirian ada teman di dalam yang sudah nungguin jadi bunda tidak usah khawatir".ucapnya sambil mengusap-usap tangan wanita itu dengan lembut.
Akhirnya hati sang wanita itupun terlihat sedikit tenang setelah mendengar perkataan dari menantunya.
"Ya udah bunda pamit dulu sudah di tungguin teman arisan
bunda"
" Iya bunda. "
"Oh ya Pram jagain menantu bunda ya".
" Baik bun".
"Bunda pamit dulu, Assalamualaikum".kata bundanya sambil memeluk sang menantu kesayangan.
" Waalaikumsalam,hati-hati di jalan bunda".
Wanita itupun mengangguk lalu kembali masuk ke dalam mobilnya dan tak kemudian mobilnya pun kini sudah bergerak menjauh dari area restoran.
"Masuk yuk sayang".ucap Pramudya setelah mobil sang ibu sudah tak terlihat.
Istrinya pun mengangguk lalu mereka berdua berjalan masuk beriringan ke dalam restoran.
Setelah menguping pembicaraan ke tiga orang tadi seorang gadis terlihat begitu sok.
" Gue ngga salah dengar kan? tanyanya kepada temannya.
"Ngga elo ngga salah dengar tadi itu nyata.Cowok yang elo suka sudah menikah dan sebentar lagi mereka bakalan mempunyai anak".
"Sumpah gue ngga nyangka.
Pantas saja dia ngga ngeliat gue istrinya cantik banget".
" Iya seperti model. Terus lo sekarang apa yang mau lo lakukan?
"Entahlah, gue bingung." jawabnya dengan hati yang sedikit hancur lalu berjalan menuju tempat dimana mobilnya tadi di parkirkan.
Temannya pun mengikutinya dari belakang dalam hatinya dia berkata
"Patah sebelum bertumbuh".
bersambung
__ADS_1