
Beana dan Faiz kini sedang duduk di dalam kafe. Suasana kafe tidak terlalu ramai karena kafe baru saja buka.
Faiz duduk di depan sang kakak yang sedang sibuk dengan handphone nya.
"Kak".panggilnya.
" Iya".sahutnya tanpa melihat.
"Kita ngapain sih di sini?
Arlita melihat kearah adik laki-laki nya yang benar-benar polos dan dia pun sampai menggeleng-gelengkan kepalanya karena sikap polos adiknya.
"Iz kakak minta nanti kamu itu ikutin apa yang akan katakan kalau perlu kamu itu jawabnya hanya mengangguk saja saat kakak bicara nanti, bisa?
"Baiklah.Tapi sebenarnya kita mau melakukan apa? tanyanya dengan wajah sedikit bingung.
"Kakak akan membasmi hama".
" Apa... membasmi hama?
"Iya jadi nanti kamu cukup diam ikuti instruksi kakak,oke".
ucapnya sambil kembali membuka handphonenya.
Laki-laki itupun hanya mengangguk iya.
Hingga tak lama kemudian terlihat dua orang wanita berbeda usia memasuki kafe tempat di mana Arlita dan adiknya berada.
Kedua wanita itu pun duduk dan tak lepas dari pantauan Arlita.Semua pembicaraan keduanya pun diam-diam telah di rekam sebagai bukti.
Arlita tersenyum smirk.
"Bersiaplah kalian sebentar lagi akan aku buat hidup kalian menderita. " gumamnya dalam hati.
Saat adiknya ingin berbicara Arlita meletakan kedua jarinya di bibirnya untuk memberitahukan kepada adiknya agar dia tidak berbicara dan adiknya pun menurutinya.
Kini Arlita mengirimkan pesan wa kepada kedua orang tuanya agar kedua nya datang ke kafe secepatnya.
__ADS_1
Setelahnya dia pun mengirimkan pesan kepada orang suruhannya untuk segera datang untuk menjalankan tugasnya.
Kedua wanita itu kini mulai sedang menikmati makanan dan minuman yang di pesannya.Mereka tidak tau saja kalau keduanya kini sedang dalam masalah besar.Tanpa mereka berdua sadari.
Arlita tersenyum smirk saat kedua matanya melihat kedatangan kedua orang tuanya begitu juga orang suruhannya kini sedang menunggu perintah darinya.
Saat keduanya masuk wanita muda itupun melihatnya.
"Tante".panggilnya.
" Hem".jawab Tantenya tanpa melihatnya.
"Sarah melihat Om Mahesa bersama istrinya".ucapnya dan membuat Tantenya itupun terkejut.
"Di mana? katanya sambil menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya agar tidak terlihat.
" Dia sedang berjalan ke arah sini Tante".
"Apa?
" Cepat kamu tegur dia agar laki-laki itu tidak melihat ku, kalau sampai mereka melihat ku maka rencana kita bisa gagal. Tante akan bersembunyi di dalam toilet ".ucapnya dengan nada sedikit panik.
Wanita muda itupun menurut
" Baiklah Tante".
Lalu wanita itupun melakukan tugasnya kini dirinya sedang bersiap-siap menyambut kedua calon mertuanya itu sambil tersenyum.Tapi saat wanita yang di sebut Tante itu mulai mau melangkah tiba-tiba terdengar suara seseorang
"Mau kemana Tante?ucap seseorang yang sedang duduk tidak jauh darinya.
Dan wanita itupun tidak jadi melangkah saat mendengar suara itu. Ya suara seseorang yang sangat di kenalinya. Dirinya sama sekali tidak berbalik karena dirinya takut terlihat oleh mantan suaminya yang kini sedang berdiri tidak jauh darinya.
Tok... tok... tok(terdengar Arlita mengetuk-ngetuk kan mejanya)
Dirinya masih duduk santai di membelakangi nya.
"Kenapa tidak jadi pergi Tante? Ucapnya dan membuat wanita muda yang berada di dekatnya pun bertanya sambil berbisik.
__ADS_1
"Wanita itu siapa Tante?
" Dia kakaknya Faiz ".
" Ah apa kakaknya Faiz? Memangnya Faiz mempunyai kakak Tante?
"Ada".
" Terus kenapa Tante seperti ketakutan? tanyanya karena melihat wanita yang berada di depan nya itu terlihat gemetaran.
"Karena dia pernah melakukan sesuatu kepada Tante".katanya dan membuat wajah keponakan nya itu terlihat resah karena kini keduanya mulai merasakan bahwa sesuatu akan terjadi dengan mereka berdua.
Semuanya pun terdiam dan Arlita pun berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati meja wanita itu.
Wanita yang bernama Sarah itupun melihat ke arah Arlita dan dia pun terkejut saat melihatnya.
" Bukankah wanita itu istri CEO dari perusahaan terbesar di kota ini?tanyanya dalam hati.
Arlita pun tersenyum devil
"Apa kabar Tante?Tanyanya sesudah sampai di dekat mantan Ibu Tirinya.
Wanita itu tidak menjawabnya dan terlihat tubuhnya tiba-tiba gemetaran.
" Tante lupa dengan apa yang pernah aku ucapkan dulu? tanyanya.
"Sudah aku bilang jangan ganggu keluarga ku!Tapi kenapa Anda masih saja melakukan nya?Apakah Anda tidak kembali lagi masuk ke dalam jeruji besi?
Semua pertanyaan yang di ajukan nya seakan akan membuat dirinya dalam bahaya.
" Apa yang harus aku lakukan? tanyanya dalam hati sambil kedua tangannya memegangi meja dengan sangat erat karena takut jatuh.
Dan Arlita pun melihat semuanya tingkah mantan Ibu tirinya dengan tatapan membunuh seakan akan memakannya hidup-hidup.
"Aku takut dengan tatapan matanya?
bersambung
__ADS_1