
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi ketiga gadis cantik kini sedang dalam perjalanan menuju Mall.Arlita duduk di samping Gea yang mengemudi sedangkan Tea duduk sendiri di belakang.Wajah ke tiganya sangat bahagia sekali.
"Akhirnya kita bisa hangout bareng lagi ya, rasanya udah lama banget kita ngga hangout bareng".kata Tea.
"Iya bener banget yang elo katakan Tea barusan memang kita bertiga udah lama ngga jalan bareng, terutama elo tuh Ta".kata Gea.
" Loh bukannya kalian sudah tau alasan kenapa gue ngga bisa ikut jalan bareng sama kalian".ucap Arlita membela diri.
"Iya sih,kita sebenarnya sudah tau kok alasannya,laki elo tuh yang bucin nya minta ampun sampai dia ngelarang kita hang out bareng. Bingung gue jadinya,walaupun kita memang tidak memungkiri sih semenjak elo sudah nikah sama si Pramudya elo tuh di batasi untuk ngga selalu bisa jalan ma kita berdua".ucap Gea.
"Nah itu kalian sudah tau jadi ngga usah protes.Sekarang ini semua waktu yang gue punya kebanyakan buat laki gue dan sekolah. Maaf ya bestie!
" Iya kita berdua udah mengerti jadi kita berdua sudah memaafkan sebelum elo minta maaf".
"Eh Ta kalau boleh tau laki elo tadi pagi-pagi udah ganteng banget mau pergi ke mana? tanya Tea penasaran.
"Laki gue mau ke bengkel pusat biasa mau sidak katanya."
"Pantesan laki elo pakai pakaian resmi semakin terlihat perfect".puji Tea tanpa sadar dan membuat Arlita melemparkan sebungkus permen ke arah nya.
"Kamu kenapa sih Ta kok gue di timpuk sih".
"Habis gue kesel sama elo".
" Lah emang salah gue apa? tanyanya tanpa salah.
"Salah elo adalah muji-muji laki gue, jangan-jangan elo naksir ya?
" Ha...".kata Tea.
Gea hanya tertawa
"Dasar lemot elo Te,udah tau si bumil itu lagi sensitif apalagi kalau ini mengangkut lakinya dan elo terus aja mancing-mancing membuat hati nya kesal".
__ADS_1
Arlita mengerutkan bibirnya tanda kesal dan membuat Tea nyengir sambil mengangkat tangannya membentuk huruf v.
" Sorry Ta, gue khilaf".pintanya dengan muka sedih itu membuat hati Arlita menjadi luluh.
"Iya tapi jangan di ulangi lagi".
" Iya gue janji bumil".
Akhirnya mereka bertiga sampai di Mall setelah memarkirkan mobil barulah mereka bertiga masuk ke dalam Mall.
"Kita kemana dulu? tanya Gea.
" Kita nonton yuk nanti habis nonton baru shoping ".ucap Arlita.
" Gue setuju kita nonton dulu".kata Tea.
"Biar gue yang beli tiket nya, elo Tea tugas elo membeli popcorn sama minum".
" Tugas elo duduk aja sambil memberi keputusan film apa yang akan kita tonton hati ini dan tugas yang lainnya biar semua nya kita berdua yang handle oke".ucap Gea bijak.
"Aneh banget deh tapi tidak apa-apa gue nurut aja".ucapnya sambil melihat-lihat film yang akan mereka tonton.
Setelah memilih filmnya ketiga gadis cantik itu memasuki gedung bioskop.
Film yang mereka tonton adalah film bernuansa romantis.
Selesai menonton mereka berbelanja pakaian dan kebutuhan lainnya barulah mereka makan siang di tempat biasa mereka makan.
Ketika mereka sedang asyiknya makan tiba-tiba terdengar suara dari arah depan meja tempat mereka makan.Terlihat di hadapan nya seseorang yang sangat di kenalinya sedang berbicara dengan seorang pelayan di sana.
"Maaf bu kartu anda tidak bisa di gunakan lagi".ucap pelayan itu membuat wanita sok.
"Coba pake kartu yang ini".ucapnya sambil memberikan kartu dari dalam dompetnya.
__ADS_1
Pelayan itu menerima nya namun beberapa menit kemudian pelayan itu datang lagi.
" Maaf bu kartu ini juga tidak di bisa pergunakan".
Wanita itu semakin sok, wajahnya terlihat kesal lalu dia menelpon seseorang tapi ternyata nomornya sudah diblokir.
"Sial".ucapnya kesal.
Teman laki-laki nya berada di hadapan nya menjadi bingung.
" Sayang ada apa?tanya laki-laki itu penasaran.
Wanita itu melihat ke arah nya.
"Maaf sayang kartu aku bermasalah jadi aku tidak bisa membayarnya. Bisa tidak sekarang kamu yang bayarin makanan sama minuman nya".ucapnya dan membuat laki-laki itu terkejut lalu berdiri dari duduk nya.
" Apa aku yang bayar enak saja, kan kamu yang ajakin aku makan di sini jadi maaf aku pergi".
"Tapi sayang".
" Jangan panggil aku sayang karena mulai hari kita putus ".ucap laki-laki itu lalu berjalan meninggalkan wanita sendiri.
Akhirnya wanita itu membayarnya dengan mencuci piring di tempat dia makan tadi.
Arlita tersenyum mengejek dan itu membuat kedua sahabatnya menjadi bingung.
" Sepertinya elo tuh senang banget melihat wanita itu menderita ".ujar Gea.
"Memang iya,malahan gue tuh pengen lihat tuh perempuan lebih menderita dari itu".
" Ha.. apa".ucap Gea dan Tea.
bersambung
__ADS_1