
Hidup adalah suatu anugerah yang di berikan oleh sang pemilik kehidupan dan setiap insan yang bernyawa harus mensyukurinya.Seperti sekarang ini yang dilakukan oleh pasangan muda Arlita dan Pramudya.
Kedua pasutri itu mengundang anak-anak yatim piatu juga para janda ke rumahnya dalam rangka aqiqah untuk putrinya yang baru satu dia lahir kan.
Sungguh baginya tidak ada nikmat yang terindah jika tidak berbagi.
Arlita kini sedang bersiap-siap untuk keluar dari kamarnya untuk menuju tempat acara.Ibu muda itu keluar sambil menggendong putri kecilnya yang sudah rapi dengan pakaian untuk keluar dari kamarnya.
Saat ibu muda itu keluar dari kamar sang suami sudah menunggu nya dan dia pun langsung mendekati nya lalu mengambil putri kecilnya untuk di gendongnya.
"Tamunya sudah datang semuanya Mas? tanyanya sambil ikut berjalan fi samping suaminya.
" Alhamdulillah sudah semuanya yang."katanya sambil berjalan ke tempat acara yang bertempat di halaman samping rumah.
"Ayah sama Ibuku apa mereka sudah datang Mas?
" Sudah mereka semua sudah menunggu kedatangan kita karena sebentar lagi acaranya akan segera di mulai ".ucapnya memberi tahu dan istrinya pun mengangguk kan kepala mya tanda mengerti.
Sampailah kedua pasutri itu di tempat acara dan keduanya pun menempati tempat duduk yang telah di sediakan untuk mereka berdua.Kedua matanya memandang semua dekorasi untuk acara anak bungsunya.Sungguh dirinya tidak menyangka ternyata suaminya menyiapkan acara aqiqah putri bungsunya dengan sangat mewah.
Dan itu sungguh-sungguh membuat hati ibu muda itu begitu bahagia setelah melalui masa-masa sulit saat dirinya kecil dulu telah berganti menjadi kebahagiaan.Kini dirinya menyadari bahwa doa-doa kepada Allah kini sudah di kabulkan dan itu terbukti dirinya kini begitu sangat bahagia dengan kehadiran orang-orang baik di sekelilingnya.
Sungguh tak ada kata yang bisa kini di ucapkan oleh ibu muda itu hingga tanpa sengaja tiba-tiba butiran-butiran bening itu pun jatuh dari kedua sudut matanya.
"Sayang".panggilnya pelan dan istri nya pun langsung menoleh kepadanya dengan mata yang masih terlihat basah.
" Kamu menangis?tanyanya sambil mengusap air mata yang mengalir dari kedua matanya dengan tisu.
__ADS_1
"Iya".
" Kenapa kamu menangis sayang?
"Karena sekarang ini hatiku benar-benar sangat bahagia. Ini air mata bahagia Mas".ucapnya sambil melihat kearah suaminya.
Laki-laki itupun tersenyum lalu tanpa kata dia pun memeluk istrinya untuk menguatkan nya setelah terlebih dahulu menidurkan bayi perempuan yang di gendongnya tadi di tempat tidur bayi yang sudah di siapkan.
"Terima kasih".ucapnya sambil menghapus air matanya.
" Sama-sama sayang ".balasnya sambil mengusap-usap punggung istrinya.
Setelah beberapa saat kemudian acara tasyakuran aqiqah juga pemberian nama pun akhirnya di mulai.Nama keempat mereka adalah Shaila Zahra
Acara tasyakuran pun akhirnya berjalan lancar.
"Alhamdulillah akhirnya acaranya berjalan lancar".katanya sambil melihat semua tamu undangan sudah pulang dan hanya tinggal keluarga besar saja.
Pramudya pun menghampiri istrinya yang kini sedang menggendong putri bungsunya.Wanita nya pun tersenyum
" Makasih ya Mas ".
" Sama-sama ".ucapnya sambil mengusap-usap kepala putri bungsunya itu dengan lembut.
Hingga terdengar suara teriakan ketiga anaknya mendekati keduanya.
" Papah, Mamah".ucapnya sambil bergelayut manja di kaki keduanya.
__ADS_1
"Mamah lihat dede bayi".ucap di sulung Hemy.
Arlita pun kini duduk di kursi lalu menyuruh ketiga anaknya mendekat
" Sini".katanya dan ketiga anaknya itupun langsung mendekati Mamah nya yang sedang duduk sambil mengendong adik bayi.
"Halo dede bayi".sapa ketiga nya.
Kedua pasutri itupun tersenyum melihat tingkah ketiga anaknya.
" Mah".panggil si tengah Hema.
"Iya kenapa kak".
" Kakak lagi bicara sama dede bayi tapi kok dede diam aja sih".ucapnya sambil menoel-noel pipi gembul dede bayinya.
Semuanya yang mendengarkan ucapan anak balita itupun sontak tertawa lucu dan dengan gemas Pramudya pun langsung mengendong putri kecilnya itu dia pun menciumnya.
"Kakak Hema lucu".ucap Papah muda itu sambil berkali-kali menciumnya karena gemas.
" Papah kakak geli".ucap anaknya sambil berusaha melepaskan pelukan Papah nya.
"Biarin kan kakak Hema bayinya Papah".
"Bukan Papah kakak bukan bayi".ucapnya dan membuat semua keluarga yang melihat nya pun tertawa.
bersambung
__ADS_1