
Mobil spot yang di kendarai Pramudya itu sudah memasuki halaman sekolah. Setelah selesai memarkirkan mobilnya, pasangan suami istri pun keluar dari dalam mobil.
Pramudya melihat istrinya berjalan sambil berlari-lari itu membuatnya sedikit khawatir di karenakan sang istri baru saja sembuh dari sakitnya.
"Sayang jangan lari nanti kamu jatuh".ucap suaminya.
Arlita berhenti dan melihat sekelilingnya ternyata sekolahnya belum terlalu ramai jadi dia aman saat sang suami memanggilnya dengan sebutan sayang.
" Pram ini sekolah jangan panggil aku dengan sebutan sayang!.pintanya
"Loh memangnya kenapa?jawab suaminya dengan tatapan bingung.
" Aku takut nanti di serang sama para fans kamu".
"Fans aku! Siapa?Aku kok tidak pernah tahu".
"Kamu itu tidak akan pernah tahu kamu itukan orangnya ngga peka."ucap istrinya.
Suaminya hanya mengerutkan keningnya.Itu membuat istrinya berkata lagi
"Sudahlah nanti juga kamu tau sendiri ngga usah kebanyakan mikir cukup yang ada dipikiran kamu itu hanya ada aku, awas saja kalau kamu selingkuh, aku akan buat hidup kamu menderita".ancam istrinya.
"Astaghfirullah al azim, kamu kalau lagi cemburu serem banget sayang,aku jadi takut".
" Makanya mulai hari ini kamu berjanji sama aku jangan pernah coba-coba melakukannya".
"Insya Allah aku tidak akan seperti itu sayang".ucapnya meyakinkan istrinya.
" Baiklah sampai di sini aku percaya.Ayo cepat jalannya aku mau bertemu sama Tea dan Gea".istrinya berkata sambil berjalan cepat di depan suaminya.
Pramudya hanya menggelengkan kepalanya lalu mengikuti istrinya dari belakang.Sampai di dalam kelas Arlita langsung melihat keberadaan 2 sahabatnya yang sedang mengobrol.
"Tea, Gea!panggilnya langsung berlari ke tempat ke dua sahabatnya duduk.
Kedua sahabatnya pun langsung berdiri dan memeluk Arlita. Mereka bertiga berpelukan dengan sangat lama.
"Kita kangen banget sama elo Ta".ucap Tia dan Gea berbarengan setelah melepaskan pelukannya.
" Gue juga kangen banget sama kalian berdua".
Suaminya hanya menggelengkan kepalanya saat melihat istri dan kedua sahabatnya berpelukan. Mereka saling melepaskan rindu setelah beberapa hari tidak bertemu.
__ADS_1
Pramudya langsung menuju tempat duduknya dimana kedua temannya sudah anteng di tempatnya.
" Baru datang Pram?
"Iya.Kalian sudah lama datang?tanya Pramudya balik.
" Kami baru saja sampai".
"Asyik ya melihat mereka".ucap Gio.
" Siapa? tanya Pramudya.
"Itu mereka cewek-cewek cantik".ucap Teo sambil menunjuk ke arah istrinya dan kedua temannya.
Pramudya hanya diam tapi tatapan matanya selalu melihat ke arah istrinya.
Sementara itu Arlita dan kedua sahabatnya masih saling mengobrol.
" Maaf ya Ta kemarin kita belum sempat jenguk elo!Sebenarnya hari ini kita baru mau jenguk sesudah pulang sekolah,ngga taunya elo sudah masuk hari ini".ucap Gea sedih.
"Itu benar Ta. Kemarin kami bertanya sama Pramudya elo sudah bisa di jenguk belum, tapi kata Pramudya belum bisa jenguk jadi kita tidak jadi jenguk." kata Tea.
Arlita tersenyum"Ngga apa-apa makasih sudah khawatir sama gue".
"Hanya kecapean saja, mungkin sementara ini gue memang harus banyak istirahat ".
" Syukurlah,elo ngga terkena penyakit berbahaya kita sampai kaget saat elo masuk rumah sakit".
Arlita terharu mendengarkannya. Ternyata mereka memang benar-benar tulus berteman dengannya.
"Tapi elo ngga marah sama kitakan karena belum sempat jenguk elo di rumah sakit kemarin!tanya Gia.
" Ya ngga lah.Kalian sudah peduli sama gue aja,gue sudah senang banget.Kalian berdua adalah sahabat gue, sampai kapan pun kita adalah sahabat iya kan?
"Iya sahabat selamanya".ucap mereka bertiga sambil saling berpelukan kembali.
Suaminya hanya melihatnya dari tempat duduknya.Senyum terlihat dari sudut bibirnya.
"Selalu bahagia sayang ,aku akan selalu ada di samping kamu."
ucapnya dalam hati.
__ADS_1
Jam pelajaran pertama pun di mulai dengan pelajaran Matematika hingga pelajaran selanjutnya.
Suara bel berbunyi tanda istirahat.
Pramudya berjalan keluar kelas bersama Teo dan Gio menuju kantin.Sedangkan sang istri kini sudah duduk manis di kursi kantin sambil menikmati makanan bersama kedua sahabatnya.
Laki-laki itu hanya bisa melihat sang istri dari jauh,karena dirinya hanya ingin memberikan sedikit kebebasan untuk istrinya dengan syarat yang sudah mereka setujui bersama.
"Pram elo mau pesan apa? tanya Teo.
" Samain aja sama pesanan kalian, jangan lupa sekalian minumnya nanti aku yang bayar."
"Kita di traktir nih?
" Iya aku traktir ".
"Makasih Pram, sering-sering aja traktir kita".ucap Teo dan Gio sambil berjalan menuju ke tempat pemesanan.
Pramudya hanya mengangguk.
Sambil menunggu Teo dan Gio yang sedang memesan makanan dia pun mengecek pekerjaannya dari handphonenya.
Sekarang ini dia sedang mengecek usaha baru yang lainnya yaitu Bengkel mobil untuk servis.Dia menyerahkan usahanya ini kepada orang kepercayaan nya.Dia hanya memantaunya dari jauh.
Kini dia sedang membuka cabang mudah-mudahan akan cepat berkembang.
Dalam sekejap saja kini dia telah berganti status menjadi menikah. Kini dia telah mempunyai tanggung jawab untuk menafkahi istrinya.
Kini Pramudya bukan hanya seorang pelajar sekaligus pengusaha kini dia mempunyai status baru yaitu bertambah menjadi sebagai seorang suami.
Teo dan Gio yang dari tadi memperhatikan Pram yang senyum-senyum sendiri merasa sedikit heran.
"Hey Pram,kenapa senyum-senyum sendirian? tanya Gio.
Pramudya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dirinya kini sangat malu.
" Santai aja bro ".ucap Gio sambil makan.
" Ayo makan Pram nanti makanannya keburu dingin."
Tiga laki-laki itu pun menyantap makanan mereka sambil sesekali bersenda gurau.
__ADS_1
bersambung