Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
72


__ADS_3

Menyesal itulah kata-kata yang sekarang ada di hati Pramudya, seandainya saja dirinya tidak mengizinkan istrinya untuk mengangkat telepon nya pasti sekarang keadaan istrinya masih baik-baik saja.


Dengan langkah gontai dia berjalan menuju ruangan di mana istrinya kini mendapatkan perawatan intensif.


Ceklek (suara pintu di buka dari luar)


Laki-laki itu melangkah masuk dan mendekati istrinya yang sedang tertidur di ranjang dengan jarum infus di tangan kanannya.


Wajahnya sangat begitu sedih tanpa terasa dia pun menangis melihat istrinya dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.


"Maafkan aku sayang, ini semua salahku".ucapnya sambil mencium kening istrinya lalu dia pun duduk di kursi dekat tempat tidur istrinya.


Di genggam nya tangan kiri istrinya lalu mencium punggung tangannya dengan lembut.


Sesaat dia pun teringat dengan perkataan Dokter barusan.


Flashback on


"Bagaimana keadaan istri saya Dok? tanyanya setelah Dokter yang memeriksa istrinya sudah keluar dari ruangan pemeriksaan.


Dokter itu pun terdiam sebentar lalu dia pun langsung berbicara dan menjelaskannya.


"Tekanan darah istri anda sangat tinggi dan itu sangat berbahaya. Di karenakan istri anda saat ini dalam keadaan kondisi hamil itu sangat berisiko nantinya. Kalau keadaannya masih sama mungkin saja istri anda akan mengalami keguguran." kata Dokter menjelaskan.


Pramudya sedikit sok saat mendengar kata keguguran.Dirinya benar-benar terkejut sekali mendengar penjelasan dari Dokter tadi.


"Apa Dok keguguran?tanyanya hampir tidak percaya.


" Iya itu adalah kemungkinan terburuk nya yang akan terjadi, jadi untuk itu istri anda harus segera mendapatkan penanganan medis untuk itu istri anda akan di rawat intensif agar kami bisa mengontrol keadaannya ".


Pramudya pun mengerti


"Baik Dok lakukan yang terbaik untuk istri saya".


Flashback of.


Pramudya menarik napas panjang dan menghembuskan nya,hingga dia pun mendengar suara pintu di buka dari luar lalu dia pun melihat nya, tampaklah ada tiga orang yang sangat di kenalnya langsung berjalan mendekati brangkar di mana seseorang sedang tertidur di atasnya.


"Assalamualaikum".


" Waalaikumsalam bu".balas Pramudya sambil mencium tangannya lalu kedua adik ipar nya salim kepada nya.


"Gimana keadaannya Pram? tanyanya dengan raut khawatir.

__ADS_1


Pramudya pun menjelaskannya dan wanita itu pun mendengarkannya.


" Kok bisa?tanyanya setelah mendengarkannya.


"Maafkan saya bu, ini semua kesalahan saya".ucapnya dengan wajah menyesal.


Wanita itu pun tersenyum lalu kemudian dia kembali fokus kembali kepada putri nya.


Faiz dan Mutia hanya bisa terdiam, mereka hanya sibuk dengan pikiran mereka tanpa ingin berkata apapun.Mereka hanya menggenggam tangan sang kakak dengan hati yang sedikit sedih.


Pramudya melihat kesedihan di mata ke tiganya.


"Bu bisa ikut saya sebentar".pintanya kepada ibu mertua nya.


Wanita itu melihatnya lalu mengangguk.Keduanya pun langsung keluar dari kamar rawat setelah meminta kedua adik ipar nya untuk menjaga istrinya di dalam.


Setelah keduanya berada di luar ruangan Pramudya langsung mengajak ibu mertuanya menuju ruangan di mana ayah mertua nya kini dirawat.


Tanpa bertanya Ibu mertuanya pun mengikuti langkah menantunya yang berada di depannya.


Tidak beberapa lama mereka pun sampai di depan pintu tempat seseorang yang dalam perawatan intensif yaitu ruangan ICU.


"Kenapa Pramudya mengajak ku kesini? Siapa yang sedang di rawat di dalam sana?tanyanya dalam hati.


Semua pertanyaan kini tiba-tiba merasuk di hatinya


Pramudya melihat kebingungan di raut wajah ibu mertuanya.Dia pun tersenyum.


"Masuklah bu,semua jawabannya ada di dalam sana".ucapnya kepada mertuanya.


" Tapi, siapa yang di rawat di dalam sana?tanyanya sambil melihat menantunya.


"Seseorang yang sangat ibu kenal.Ayo kita masuk bu".


Wanita itu pun masuk mengikuti sang menantu yang sedang berjalan di depan nya.Akhirnya keduanya pun masuk setelah memakai pakaian khusus sebelum nya.


Pramudya mendekati brangkar tempat di mana ayah mertuanya kini di rawat.Ibu mertuanya pun berjalan mendekati menantunya.


Sebelum dirinya bertanya dirinya sangat terkejut saat melihat seseorang yang sangat di kenalnya sedang terbaring lemah dengan begitu banyak alat-alat medis.


"Mas Hendra".ucapnya sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


Pramudya hanya terdiam sambil terus melihat ke arah ayah mertuanya.

__ADS_1


"Kenapa bisa seperti ini yah, bukankah tadi saat aku pamit untuk pulang,ayah masih dalam keadaan yang baik-baik saja lalu kenapa sekarang bisa dalam keadaan kritis".ucapnya dalam hati.


"Pram".panggil mertuanya.


Pramudya melihat ke arah mertuanya.


" Iya bu".


"Dia kenapa?


" Ayah kecelakaan bu".


Wanita itu memegang dadanya yang tiba-tiba berasa sesak.


Pramudya yang melihat ibu mertuanya seperti itu pun langsung mengajak nya keluar dari ruangan itu.


Kini mereka berdua sedang duduk di kursi tunggu.


"Minum dulu bu".katanya sambil memberikan sebotol air mineral kepada ibu mertua nya.


Ibu mertuanya pun mengambilnya dan langsung meminumnya hingga air di botol isinya menjadi setengah.


"Apa sudah jauh lebih baik?


Wanita itu pun mengangguk.


" Alhamdulillah ".


Mendadak suasana menjadi hening hingga pemuda itu kembali membuka pembicaraan.


" Ayah mengalami kecelakaan tunggal tadi pagi dan dia mengalami pendarahan di bagian kepala sehingga hari itu juga ayah harus menjalani operasi.Saya juga baru mendapatkan kabar nya pada saat dalam perjalanan untuk berangkat bekerja.


Sebenarnya sehabis operasi ayah sudah sadar dan banyak berbicara sama saya tapi entah mengapa tiba-tiba kondisinya menjadi drop."ucap Pramudya menjelaskan.


"Apa Arlita sudah mengetahuinya?


Pramudya mengangguk.


" Iya bu. Maaf ini semua adalah kesalahan saya, seandainya saya tadi melarang nya untuk mengangkat telepon dari rumah sakit mungkin Lita sekarang ini masih baik-baik saja".ucapnya merasa bersalah.


Ibu mertua nya mengerti lalu dia pun berkata


"Ini bukan salah kamu, ini semua mungkin sudah takdir dari Allah, sekarang ini lebih baik kita banyak berdoa lalu menjalaninya dengan hati ikhlas".

__ADS_1


Pramudya terdiam tanpa terasa dia pun menangis saat melihat keadaan istri nya. Hatinya sangat sedih.Ibu mertua nya hanya bisa terdiam tanpa terasa dia pun ikut menangis.


bersambung


__ADS_2