Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
87


__ADS_3

Suasana di dalam restoran begitu ramai karena begitu banyaknya yang sedang makan siang sampai-sampai semua kursi dan meja yang tersedia pun semuanya telah terisi.


Didalam sebuah ruangan khusus tamu VIP tampak ada beberapa orang sedang makan bersama.


"Makanannya enak".kata Tea.


" Iya makanannya semuanya enak".kata Gea menimpali.


"Makasih".balas Pramudya sambil melihat istrinya yang kini sedang asyik menikmati makanannya.


" Sayang pelan-pelan makannya nanti tersedak".ucapnya saat melihat istrinya memakan makanannya dengan cepat.


Si bumil cuma mengangguk lalu kembali melanjutkan makannya dengan pelan dan tidak tergesa-gesa.


Keempat temannya hanya tersenyum melihat pasangan suami istri itu lalu melanjutkan makan mereka yang tertunda tadi.


Arlita melihat kearah ke dua sahabatnya yang sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Apa ada yang ingin kalian katakan sama gue? tanyanya sambil menyeruput minumannya.


Kedua sahabatnya melihat kearah si bumil, terus terang mereka berdua menjadi sedikit takut melihat tatapannya yang mulai terlihat sedikit galak seperti ingin menerkam mereka hidup-hidup.


Keduanya pun hanya cengengesan.


Si bumil kesal melihat kedua sahabatnya, dia pun menggebrak meja sambil melemparkan tatapan tajam yang siap menerkam keduanya.


" Maaf bumil kita berdua ngga menyembunyikan sesuatu percaya deh sama kita suer".jawab Gea sambil mengangkat jarinya membentuk huruf v.


" Jangan bohong ,karena gue ngga percaya ".kata si bumil dan itu membuat keempat sahabatnya itu menjadi salah tingkah.


" Jujur aja,itu lebih baik".


Akhirnya mereka berdua berkata jujur bahwa mereka sedang berpacaran karena kebetulan mereka kuliah di tempat yang sama jadi mereka menjadi dekat lalu mereka memutuskan untuk berpacaran.


"Puas lo".ucap Tea.

__ADS_1


Si bumil tersenyum.


" Sangat puas sekali.Gue doakan semoga hubungan kalian sampai ke jenjang pernikahan aamiin ".


" Aamiin ".jawab keempat sahabatnya berbarengan.


Pramudya hanya bisa tersenyum melihat kelakuan istrinya yang akhir-akhir ini seringkali terlihat jahil, entah dirinya yang sedikit usil atau bawaan calon baby nya.


"Udah sayang jangan interogasi mereka terus nanti mereka jadi ngga nyaman".kata suaminya dengan lembut.


" Iya. Maaf ya".ucapnya dengan sedikit memelas.


Keempat temannya pun langsung mengangguk.


"Iya tidak apa-apa kami mengerti".jawab Teo mencairkan suasana.


Acara makan siang pun selesai, sehabis mereka bertukar cerita keempat sahabatnya itu pun meninggalkan restoran.


Pramudya mengajak sang istri untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.


Suaminya membantu melepaskan sepatunya karena kondisi perut istrinya yang sedang hamil besar membuatnya susah untuk berjongkok.


"Sudah selesai".ucapnya lalu ikut duduk di dekat istrinya.


" Terima kasih suamiku sayang ".balasnya sambil memegang tangan suaminya.


" Sama-sama sayang.Makin gemes deh aku".ucapnya sambil mencubit hidung kecil istrinya.


"Ih sayang sakit tau".jawab istrinya dengan wajah sedikit cemberut.


" Ah... ah.. ah".suaminya tertawa melihat wajah cemberut istrinya.


"Terus tertawakan aku,siap-siap saja kamu ngga akan dapat jatah".ancamnya dengan nada sedikit ketus.


Wajah suaminya berubah menjadi sedikit frustasi saat istrinya mengatakan kata ancaman itu.Dalam hidupnya baru kali ini dirinya benar-benar merasakan rasa takut itu.

__ADS_1


"Sayang maafkan aku ya".ucapnya merayu istrinya yang masih mode marah.


Istrinya hanya diam dan seolah-olah tidak mendengarkan suaminya berbicara dia pura-pura tidur.


" Sayang kok aku di cuekin?


Pramudya mengusap wajahnya dengan sedikit kasar.Lalu dia pun mempunyai sedikit ide dan dia pun tersenyum.


"Sayang kamu benar-benar ngga mau maafin aku".


Si bumil itupun hanya diam tak mendengarkan dirinya masih saja berpura-pura tidur.


" Baiklah, aku mau tau sebatas mana kamu akan mendiamkan aku".ucapnya sambil


mengelitiki pinggang istrinya hingga sang istri mendadak kegelian.


"Sayang hentikan ini geli sekali".pintanya sambil tertawa.


" Aku ngga akan hentikan kalau kamu menarik kata-kata kamu tadi".balasnya masih terus mengelitiki nya.


"Baik, baik aku akan menarik kata-kata aku tapi hentikan dulu ya aku capek tertawa terus".ucapnya pasrah.


Akhirnya laki-laki itu menghentikannya dan langsung memeluk tubuh istrinya yang sedikit lemas karena kebanyakan tertawa.


" Jangan kelitikin aku lagi ya".ucapnya dengan napas terengah-engah.


"Maaf sayang".ucapnya sambil mengusap rambut panjang istrinya itu dengan sayang lalu dia pun melihat wajah istrinya yang terlihat begitu lelah.


"Istirahat lah aku kerja dulu".katanya sambil membaringkan tubuh istrinya itu kembali di sofa.


Istrinya pun hanya mengangguk lalu dia pun memejamkan kedua matanya dan tak lama kemudian terdengar suara nafas istrinya yang teratur si bumil pun akhirnya tertidur.


Pramudya pun tersenyum lalu mencium kening istrinya.


"I love you".ucapnya lalu dia pun kembali ke meja dan mengambil laptopnya, dia memutuskan untuk bekerja di samping istrinya yang kini sedang tertidur.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2