Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
165


__ADS_3

Pramudya berjalan menuju ke meja makan tanpa berkata dia pun langsung menarik kursi dan dia pun duduk sambil melihat kearah istrinya yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk ketiga buah hatinya.


Setelah selesai Ibu muda itupun langsung mendekati suaminya.


"Mau sarapan apa Mas?tanyanya setelah berada di sampingnya.


Tanpa berkata laki-laki yang bergelar sebagai suami itupun langsung menarik pinggangnya agar tubuh istrinya mendekat kepadanya dan itu membuat istri nya menjadi risih karena mereka berdua masih berada di meja makan di mana kedua mertuanya dan juga ketiga anaknya beserta pengasuh nya kini sedang berada di sana.


"Mas, aku malu".protesnya tapi laki-laki itu malah semakin mempererat pelukan nya.


" Kenapa mesti malu sayang,kita ini adalah pasangan suami istri yang sah lagipula Ayah sama Bunda juga pernah muda jadi santai saja".ucapnya sambil berbisik di telinga istrinya.


"Tapi Mas".


" Ngga usah tapi-tapian, hari ini aku mau ikut aku ke kantor ".katanya masih sambil berbisik.


" Mau ngapain Mas?


"Aku mau kamu menemani aku kerja hari ini, jadi cepatlah bersiap".


Ibu muda itu hanya bisa menarik napas dalam-dalam lalu dia pun menghembuskan nya pelan-pelan.


" Baiklah aku ganti baju dulu, tapi lepasin dulu pelukan Mas".


ucapnya terpaksa mengalah daripada masalah nya jadi panjang dan dia tidak mau itu terjadi


Akhirnya laki-laki itu pun tersenyum penuh kemenangan.


Arlita pun melangkah menuju ke kamar nya dan itu membuat kedua mertuanya pun bertanya-tanya.


"Lita mau kemana Pram? tanya Bundanya.


" Arlita mau ke kamar Bunda".

__ADS_1


"Ke kamar mau ngapain?


" Mau ganti baju,karena hari ini aku mau ajak Lita ke kantor".


Kedua orang tuanya pun terkejut.


"Memang nya dalam rangka apa? tanya Ayah nya.


"Tidak ada acara apa-apa yah hanya ingin di temani kerja aja biar lebih semangat aja kerjanya terus nanti mau sekalian mau periksa kandungan kebetulan hari ini adalah jadwal periksa nya".ucapnya dan kedua orang tuanya hanya mengangguk lalu mereka kembali melanjutkan sarapannya.


Dan tak beberapa lama kemudian terlihatlah sosok Arlita kini sudah berganti pakaian dan berjalan mendekat kearah meja makan.


Laki-laki itu kini melihat kearah nya sambil tersenyum.


"Kamu sudah sarapan belum? tanyanya penuh perhatian.


" Aku sudah sarapan".ucapnya sambil mendekati ke tiga buah hatinya yang kini sedang sibuk belajar makan sendiri.


"Sarapan nya sehabis selesai masak".ucapnya dan laki-laki itupun mengangguk kan kepalanya tanda mengerti.


"Tak terasa ketiga nya sudah besar".Bunda mertua nya berucap.


" Iya Bun,Lita aja tidak menyangka kalau Lita sudah mempunyai anak sebesar mereka ".ucap Ibu muda dengan rasa terharu.


"Bunda yang malah tidak menyangka kalau sekarang Bunda sudah menjadi Nenek dari 3 cucu dan satu lagi masih dalam proses, ngga kebayang deh nantinya rumah ini akan semakin ramai dengan canda tawa mereka. " ucapnya dengan wajah bahagia.


"Bunda benar Ayah saja tidak menyangka kini sudah menjadi seorang Kakek".ucap Ayah mertua nya menimpali.


"Tapi Lita minta maaf".


" Minta maaf untuk apa sayang?


"Lita minta maaf karena sudah banyak merepotkan Bunda dan juga Ayah".

__ADS_1


" Maksud kamu merepotkan apa sayang? tanya Bunda mertuanya.


"Merepotkan dalam mengurus anak-anak".


Kedua mertua nya pun tersenyum.


"Kami tidak merasa direpotkan malah sebaliknya kami merasa sangat senang karena kamu sudah memberikan kami berdua cucu yang sangat lucu, tampan dan juga cantik-cantik. "


"Lagi pula kami tidak mengurus mereka sendirian kan di bantu para pengasuh".ucap Bunda mertua nya.


Arlita pun tersenyum lalu dia pun mencium ketiga buah hatinya secara bergantian.


"Mamah pergi dulu ya.Sus saya titip mereka".ucapnya kepada pengasuh ketiga anaknya.


" Baik Bu".jawab ke tiga pengasuh nya.


"Pram sama Lita berangkat dulu ".kata Arlita sambil mencium tangan keduanya bergantian.


" Iya, hati-hati di jalan".pesan keduanya lalu keduanya pun mengangguk.


Pramudya menggenggam tangan kanan istrinya itu dengan erat dan membuat kedua orang tuanya menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Bun,ternyata laki-laki bucin itu benar-benar ada dan Ayah sudah melihat nya langsung live".kata suaminya.


"Benarkah?


"Benar Bunda".


" Siapa orang nya?


"Putra mu".ucap suaminya dan perempuan yang bergelar istrinya itupun tertawa.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2