
Tanpa terasa sudah satu bulan Arlita dan Pramudya tinggal di rumah orang tua Pramudya.
Awalnya Arlita merasa sedikit sungkan tapi lama dirinya menjadi terbiasa karena kedua mertua nya yang begitu perhatian mulai dari makanan sampai semua kebutuhan nya pun sudah di persiapkan.
Arlita kini mulai merasa kan kehangatan dan kenyamanan yang sudah lama dia tidak dapatkan.
Ucapan rasa syukur karena Allah sudah memberikan suami dan juga kedua mertua yang sangat menyayangi nya.
Seperti saat ini gadis itu sedang membantu suami nya untuk bersiap-siap karena hari ini suaminya akan berangkat kuliah di hari pertama nya.
Arlita melihat suaminya sudah rapi,laki-laki itu sekarang memakai baju atasan kaos warna navi dan celana jeans lalu memakai sepatu kets warna hitam.Suaminya sangat terlihat tampan, tiba-tiba di hatinya mendadak merasakan sedikit cemburu.
"Ingat ya nanti di kampus jangan tebar pesona".ujarnya dengan sedikit jutek.
Laki-laki itu tersenyum lalu dia pun memeluk wanita nya dan mengecup keningnya lama lalu dia pun mengecup bibir nya.
"I love you istri ku sayang. Di hati ini cuma hanya ada kamu dan baby kita jadi aku ngga akan pernah berpaling, cukup kamu dan anak-anak kita nanti".ucapnya jujur sambil mengusap perut istri nya yang kini sudah sedikit membuncit karena kehamilan nya sudah memasuki usia empat bulan.
"Aku sayang kalian berdua jadi semua kebahagiaan dan juga hidup aku hanya kamu tanpa kamu semua nya tidak akan sempurna".
__ADS_1
Gadis cantik itu terharu tanpa terasa dia pun meneteskan air mata.
Pramudya menghapus air mata di pipi istrinya.
" Jangan menangis sayang ".
" Aku menangis karena bahagia sayang, aku tidak bisa mengucapkan nya dengan kata-kata tapi yang pasti aku sekarang sangat bahagia".
"Terima kasih,kamu adalah istri yang sangat aku sayangi".
ucapnya lalu mereka saling berpelukan untuk beberapa lama.
"Dasar mesum".balasnya sambil melepaskan pelukan suaminya dan berjalan melangkah keluar kamar meninggalkan suaminya sendiri.
" Sayang kok aku tinggal sih".ucapnya sambil mengejar istrinya keluar kamar tapi sang istri masih terus berlari dan itu membuat hati Pramudya menjadi sedikit takut, takut istrinya terjatuh.
Saat Pramudya melihat istrinya yang sedang menuruni anak tangga dia pun dengan sigap langsung menarik tangan istrinya dan menggenggam nya dengan erat.
"Hati-hati sayang kamu lagi hamil".katanya lembut.
__ADS_1
Gadis itupun terdiam lalu melihat ke arah suaminya.
" Maaf sayang aku lupa".ucapnya dengan sangat menyesal.
Pramudya mengusap rambut panjang istrinya dengan sayang.
"Jangan lakukan lagi, aku takut banget tadi,takut kamu kenapa-kenapa".balasnya dengan rasa khawatir.
"Iya, maaf sayang tadi aku benar-benar lupa banget kalau sekarang ini aku sedang hamil. Lain kali aku akan hati-hati. Aku janji".ucapnya istrinya tulus.
Suaminya tersenyum
" Baiklah, lain kali lebih hati-hati lagi ya".
"Iya.Ayo sekarang kita sarapan dulu nanti kamu telat ke kampus nya".
Laki-laki itu pun pasrah walaupun sebenarnya hari ini dirinya ingin sekali menemani istrinya di rumah tapi demi masa depan nya dia pun harus mengejar pendidikannya.
bersambung
__ADS_1